Tuesday, 21 June 2022

Menyusui dan Pengalaman Menyapih Anak

Aku tahu bahwa proses menyapih pasti akan se-emosional ini. Terlebih untukku orang yang mudah melow dan baper. Hari ini Selasa, 12 April 2022 tiba-tiba pagi itu aku memutuskan secara mendadak untuk menyapih Avisha. Aku sempat diam sejenak, haruskah sekarang? Benarkah sudah tepat waktunya? Mengingat usia Avisha yang baru 20 bulan. Memang keputusan mendadak ini terkesan sedikit emosional karena aku yang merasa agak marah dengan Avisha yang susah makan. Nenen adalah comfort zone buat Avisha. Makanan dan minuman pertamanya sekaligus favoritnya. Kalau lagi malas makan, larinya ke nenen. Ngapain aku makan kalau nenen aja udah bisa bikin kenyang? Gitu kira-kira kalau dia bisa ngungkapin. Terlebih lagi grafik pertumbuhan Avisha yang udah cukup bikin aku merasa khawatir dan puyeng setiap hari. BB nya stuck 2 bulan ini, ketambahan habis sakit diare. PR ku banyak untuk masalah makan dan BB nya Avisha.

Sejak menjalani puasa Ramadhan, aku merasa produksi asi-ku berkurang drastis. Lebih sering nggak keluar malah, jadi kadang ya Avisha cuma mentel buat kenyamanan aja. Ukuran payudara juga mulai kembali seperti semula sebelum hamil. Avisha udah ngerasa dari jauh hari kalau nenen mamanya keluar dikit. Dia sering ngerasa kesel terutama di jam tidur malam karena maunya ya nenen yang banyak biar dia kenyang tapi kenyataannya kan sebaliknya. Dan aku memanfaatkan momen ini buat afirmasi Avisha supaya dia mulai paham kalau sebentar lagi say good bye sama nenen mama. 

Pagi tadi dengan cepat aku mengambil keputusan. Hari menyapih datang juga. Sedih sekaligus aku banyak berpikir gimana nanti dia kalau nggak nenen? Sedangkan minum sufor nggak doyan. Maunya susu uht, itupun nggak rutin-rutin banget dan nggak selalu mau. Ah entahlah, jadi ibu memang selalu overthinking. Jalani dulu saja sambil berdoa pada Allah mengadukan semua kekhawatiran seorang ibu. Maunya menyapih dengan cinta istilah yang sedan trend sekarang ini. Tapi tadi kepikiran ide buat ngolesin minyak kayu putih di puting payudara. Ini trik mamahku waktu menyapih adikku. Kasian sih, tapi gemana aku bingung? Benarlah ketika Avisha menyusu langsung nangis kecewa karena rasanya nggak enak. Dia masih coba lagi sampai 3x dan akhirnya menyerah nggak mau karena nggak enak. Avisha mengira nenenku sakit makannya nggak enak. Dia bilang 'akit... akit" sambil nangis nunjuk nenenku.

Seharian ini dia ada momen beberapa kali minta nenen. Setiap aku kasih tau, dia keinget tadi pagi dan akhirnya nggak jadi minta. Aku coba alihkan perhatiannya dengan ajak main ataupun kasih cemilan. Berhasil, sampai sore nggak minta nenen. 

Malamnya, niatnya mau nyerahin ke suami. Tapi berhubung suami ada kerjaan kantor akhirnya aku bersiap untuk handle sendiri dengan mencoba untuk bersikap sabar dan berempati dengan apapun reaksi Avisha. Inget, dia akan berpisah dengan comfort zone-nya, dengan makanan favoritnya sejak bayi. Jadi aku harus sangat berempati dengan perasaannya.  Seperti biasa ketika mulai ngantuk dia minta nenen. Ketika aku ingatkan kalau nenenku pedes/sakit, dia mulai nangis garuk-garuk gelisah. Aku coba tawarin minum susu dari botol, dia mau minum sedikit lalu nangis lagi. Aku elus-elus sambil terus kasih pengertian. Aku tawarin buat bobo sambil gendong dia nggak mau. Terus aku ambil story book movie eh dia seneng, dongeng sebentar sambil dia mainin alatnya seperti biasa. Beberapa menit kemudian udah dan nangis lagi keinget nenen. Aku tawarin buat oles salve balm dilehernya sambil aku elus-elus lehernya. Dia bilang sini, sini (maksudnya di elus sebelah sini. Alhamdulilah lama-lama tidur juga. Aku nggak expect kalau Avisha bakal sepengertian ini dan sepinter ini ketika disapih. Karena selama ini liat dia ketergantungan banget sama nenen bahkan sampai kadang cuma mau nen aja nggak mau makan. Disitulah pertahananku runtuh, aku menangis sejadi-jadinya antara sedih, bahagia dan nyesek. Proses yang selalu aku takutkan akhirnya kulakoni juga. Bayiku sekarang sudah besar, dan sudah nggak nenen lagi.

Jam 22.30 Avisha bangun, seperti biasa pasti biasanya dia bangun sebentar untuk minta nenen. Kali ini agak luar biasa reaksinya, nangis kejer lumayan lama dan lumayan effort buat nenanginnya sampai akhirnya dia mulai bisa menguasai dirinya sendiri dan aku gendong sampai dia bobo. Yang biasanya kebangun malem nggak pernah mau gendong, maunya cuma nenen aja. Waktu ditaruh kasur, nangis lagi keinget nenen dan kemudian minta di elus-elus kepalanya. Sampai pagi tiap bangun dia nangis dulu, karena ya kebiasaannya kan setiap bangun pasti nenen dulu sedangkan sekarang enggak. Mulai proses penyesuaian lagi dan itu butuh waktu. Semangat Avishaku sayang, mama yakin kamu bisa dan mama juga bisa melewati proses ini. Kita sama-sama berjuang ya sayang.

Menyusui adalah percampuran berbagai rasa. Seperti sebuah keajaiban tiba-tiba payudara bisa mengeluarkan air susu. Menyusui adalah momen yang membahagiakan, sekaligus momen yang sulit bagi seorang ibu. Menyusui tidak semudah kelihatannya. Belum lagi dengan berbagai macam permasalahan menyusui yang seringkali membuat pertahanan seorang ibu runtuh. Baru memulai, sudah ingin menyerah dan aku sempat mengalami. Meragukan diriku mampukah aku menyusui anakku hingga2 tahun?

Bermacam permasalahan menyusui sudah pernah kualami, asi seret, payudara bengkak, asi mampet, puting terdapat sumbatan, sampai asi berlebih juga pernah. Rasanya nano-nano. Belum lagi dengan kondisi fisik dan emosional yang seringkali tidak sinkron. Inginnya bisa menyusui dengan bahagia, tapi realitanya tidak semudah itu.

Avisha anak yang pintar dan cepat bisa menyusu. Alhamdulilah tidak ada kendala sama sekali dengan proses menyusunya. Dia persis seperti apa yang aku affirmasikan sejak dalam kandungan. Pintar nyusu! Pinter banget kamu sayang, makasih ya udah bikin proses menyusui jadi lebih mudah. Setidaknya satu rintangn terlewati dengan baik. Putingku nggak pernah sampai lecet atau bahkan luka seperti yang orang-orang ceritakan karena pelekatan menyusuinya bagus, karena Avisha pinter nyusunya dan cepat belajar.

Selama 20 bulan ini, mama tahu banyak hal yang nggak sempurna selama proses menyusuimu. Maafin mama ya Avisha kalau mama banyak salah dan kurangnya. Mamah masih sering nggak sabaran dan mengedepankan ego karena kondisi tubuh yang capek. Bahkan mama pernah sampai nggak mau menyusuimu karena sangat lelah fisik dan psikis. Semoga kamu maafin mama ya. Asal kamu tahu, meskipun saat ini kamu nggak lagi menyusu mama tapi mama tetap sayang sama Avisha. Mama tetap ada buat Avisha, kita bisa tetap dekat satu sama lain. Terima kasih juga kamu sudah jadi anak yang pintar dan supportif ketika menyusui sampai proses menyapih. 

Tips menyapih versi aku

Aku tipikal orang yang produksi ASI-nya mudah seret. Jadi selama proses menyusui harus di support makanan yang bergizi dan konsumsi ASI booster. Aku sampai konsumsi double booster sampai usia anak 8 bulan. Minum susu almond 3x sehari dan vitamin asi booster 2x sehari ditambah sesekali pijat laktasi supaya ASI melimpah. Alhamdulilah ikhtiarku membuahkan hasil.

Saat usia anak sudah di atas 1 tahun, aku mulai memikirkan proses menyapih. Jadi aku putuskan ketika usia anak 14 bulan, aku stop semua ASI booster supaya payudaraku siap menghadapi waktu menyapih. Ohya aku ibu bekerja, tapi semenjak usia anak 8 bulan sudah nggak pernah pumping lagi karena anak nggak mau minum ASIP cuma mau dbf saja. Produksi ASI setelah tidak konsumsi booster memang terjadi penurunan, terutama ketika anak sering minta nenen. Kadang malah nggak keluar sama sekali. ASI keluar banyak biasanya setelah aku pulang kerja (karena lama nggak dikeluarkan selama bekerja). Setelah itu biasa saja tapi tetap berproduksi. Mungkin karena aku lebih enjoy dalam mengurus anak jadi produksi ASI-ku nggak seret-seret banget. 

Jujur aja hubungan nenen dengan anak aku rada-rada toksik bund, anak udah besar tapi masih sering nggak mau makan cuma mau nenen aja. Sering ketergantungan dan gelisah kalau nggak nenen. Selain itu anak aku bobo nya selama dia masih nenen nggak pernah nyenyak. Seringkali kebangun dan nangis tengah malam hanya untuk minta nenen. Seperti yang aku bilang, nenen itu comfort zone dan solusi segala masalah. 

Kebetulan memasuki Ramadhan 2022 ASI-ku rada seret karena puasa dan mau menstruasi. Akhirnya aku memutuskan dengan cepat untuk menyapih seperti yang aku ceritakan di atas. Sebelum benar-benar menyapih aku udah cari tahu dulu tentang tips menyapih dan obat untuk menghentikan produksi ASI. Aku konsul dengan spog halodoc untuk minta resep obat untuk menghentikan produksi ASI. Selanjutnya proses menyapih aku rangkum di bawah ini:

1. Stop segala jenis konsumsi booster jauh-jauh bulan sebelum menyapih.

2. Amati produksi asi, jika di rasa asi sudah mulai seret dan tidak lagi berlimpah mungkin itu adalah waktu yang tepat untuk menyapih. Jangan menyapih ketika kondisi asi sedang banyak-banyaknya supaya menghindari payudara bengkak parah dan ibu sakit.

3. Hari pertama menyapih, keesokan paginya payudara membengkak. Tips dari aku untuk meredakan bengkak payudara adalah pijat pelan bagian payudara yang mengeras. Keluarkan asi secara manual tapi jangan tuntas, hanya supaya payudara sedikit lembek dan tidak sakit. Mengeluarkan asi jangan rutin dan teratur, kalau aku hanya dikeluarkan ketika waktu mandi (2x pagi dan sore). Setelah itu setiap habis mengeluarkan asi kompres dingin payudara dengan menggunakan ice gel khusus kompres payudara yang sudah dimasukkan kulkas sebelumnya.

4. Konsumsi obat untuk membantu mempercepat penghentian produksi asi. Aku nggak berani spill merek obatnya disini karena itu resep dokter dan harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu. Manfaat lain dengan konsumsi obat adalah payudaraku tidak bengkak parah sampai yang bikin meriyang/gak enak badan. Dan cepat kempes kembali seperti semula. Aku diresepkan untuk minum obat ini 2x sehari tapi ternyata di aku ada efek samping obat yang dirasakan. Efek sampingnya adalah pilek hidung mampet dan pusing, jadi aku kurangi dosis obatnya hanya 1x sehari. Obat juga langsung aku hentikan ketika payudara sudah dirasa tidak bengkak lagi.

Total lamanya payudara menyesuaikan proses menyapih adalah 5 hari. Setelah itu payudara sudah tidak bengkak dan sudah kembali ke ukuran semula. Ini hitungannya cepet karena lihat pengalaman teman-temanku yang menyapih tanpa konsumsi obat biasanya bengkak sampai hitungan minggu.

Efek positif setelah anak di sapih

Cuma mau bilang anak aku setelah di sapih makannyanya jadi banyak, dan bobonya pules nyenyak sampai pagi. Proses penyesuaian selama 1-2 minggu ketika aku melihat perubahan signifikan anak setelah di sapih. Pastikan nutrisinya tercukupi dengan makan menu lengkap dan bergizi seimbang. Kalau susu ya so-so ya bund tergantung anak. Kebetulan anak aku nggak doyan sufor, hanya mau minum susu UHT. Jadi yaudah maunya anak aja. Malah jadi bagus karena dia lebih dominan di makannya dibandingkan minum susu.

Buat bunda-bunda yang sedang deg-degan mendekati masa menyapih, semangat ya. Tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin. Nikmati sisa-sisa waktu menyusui anak yang nggak akan terulang kembali. Semoga kita bisa tetap punya ikatan yang baik dengan anak meskipun anak sudah tidak menyusu lagi.


Continue reading Menyusui dan Pengalaman Menyapih Anak

Tuesday, 12 April 2022

Ide Kado untuk Bayi Anti Mainstream

Bund, adakah yang seperti diriku setiap mau ngadoin baby selalu bingung? Ditambah sebelumnya aku belum punya anak ya jadi nggak punya gambaran sama sekali. Taunya ya memang kebutuhannya banyak, tapi bingung mau kasih apa. Ujung-ujungnya kadonya itu lagi itu lagi. Kado andalanku kalau enggak handuk ya set alat makan, wkwkwk. Ganti yuk ah bosen. Padahal kebutuhan ibu dan bayi yang baru lahir sangat banyak ya. Tapi entah kenapa selalunya bingung setiap mau kasih kado. Dan tetiba aku kepikiran buat postingan ini. Karena setelah aku sendiri mengalami punya baby, jadi bisa melihat celah sebenernya banyak loh barang-barang yang dibutuhkan oleh mom and baby yang seringkali terlewat oleh kita tidak terpikirkan bahwa oh ternyata bisa loh ngadoin ini karena bakalan berguna banget. Sebenernya paling bagus kalau mau kasih kado sih bisa tanya dulu ya, lagi butuhnya apa supaya tepat sasaran. Kalaupun enggak yaa bisa lah kita mengira-ngira kasih kado yang sekiranya pasti kepakai. Jadi tenang aja ini judulnya bukan klikbait kok beneran dijamin anti mainstream. Yuk cus kepoin apa aja.

Oya, aku disini tidak ada maksud mempromosikan merk tertentu ya. Untuk merk bebas aja sesuai preferensi masing-masing.

1. Asi booster 



Tiap ibu mungkin beda-beda ada yang wajib asi booster, ada yang nggak pake booster pun asi udah deres. Aku tim yang wajib asi booster karena ngerasa produksi asi ku biasa aja dan gampang seret. Asi booster sebenernya bermanfaat banget si apalagi buat ibu yang asi nya masih belum keluar dan untuk meningkatkan produksi asi. Tinggal pilih mau beli merk dan varian apa karena banyak tersedia di baby shop. Ada yang jenisnya susu almond, kapsul, teh, atau sereal. Kalau aku cocoknya susu almond merk afis karena enak dan murmer harganya 36.000 untuk 1 kotak susu. Selain itu aku juga konsumsi mom uung 1 botol 120.000. Lainnya bisa survey sendiri jenis asi boosternya. 

2. Perlengkapan Menyusui 
Buat ibu, perlengkapan menyusui tuh ibarat alat perang, hehe. Apalagi buat yang bekerja, dan harus menyediakan asi perah untuk baby. Yuk kita list kira-kira apa aja nih yang masuk ke serba-serbi perlengkapan menyusui:
  • Pompa asi. 

    Kalau bugetnya banyak boleh kasih hadiah pompa asi tapi bisa ditanyakan dulu yang mau dikadoin sudah punya belum supaya gak mubazir ya. Selain itu bisa juga ditanyakan mau pompa asi yang model bagaimana karena jenisnya banyak banget ada yang manual dan elektrik.
  • Breastpump silicon 


  • Sama-sama pompa asi, tapi breastpump silicon ini menurutku wajib punya sih buat menampung asi yang rembes ketika ibu sedang menyusui ataupun memompa asi. Karena nggak butuh effort pakainya, cukup di tempel di payudara nanti asi akan keluar dengan sendirinya.
  • Kantong asi/botol asi. Ada yang jenisnya kantong dan ada juga yang botol kaca. Mau yang mana aja aku yakin bakal berguna.
  • Apron menyusui/kain penutup untuk menyusui. Apron ini nggak cuma berguna ketika sedang menyusui di tempat umum, tapi bisa juga dipakai ketika sedang memompa asi. Khususnya bagi ibu yang harus bekerja sambil memompa asi.
  • Gel kompres payudara 

     Gel kompres bisa digunakan hangat maupun dingin dengan merendam di air panas atau ditaruh kulkas. Fungsinya buat kompres payudara ketika bengkak atau tersumbat. Bentuknya melingkar jadi mudah untuk diaplikasikan di payudara. 
  • Breast pad berguna banget di awal-awal menyusui karena biasanya asi sering banget rembes kalo telat nggak dipompa/disusuin ke anak. 
  • Cooler bag untuk penyimpanan asi perah.
3. Daster/piyama/baju menyusui 
Aku bukan tim daster/piyama karena memang nggak suka. Semenjak hamil besar dan menyusui jadi suka pake daster dan piyama kancing depan. Nah menurutku baju daster/piyama ini berguna banget sih buat para ibu yang baru punya baby.

4. Perlengkapan mencuci bayi
Apa aja? Bisa detergen pakaian baby, softener (pelembut pakaian) dan sabun cuci botol baby. Dulu rasanya aneh kalau ada orang ngadoin detergent. Tapi sekarang seneng banget kalau ada yang kasih. Lumayan irit buget jadi nggak sering beli detergent.

5. Baju bayi dan baju renang
Baju biasanya memang selalu terpakai sih. Tinggal modelnya aja sesuai selera apa enggak. Kalau mau kasih baju, kita bisa kasih yang ukurannya gede sekalian misal untuk usia 6 bulan/1 tahun karena baby kan cepat banget numbuh dan banjunya cepat nggak muat. Kalau mau yang antimainstream kasih baju renang bund! Karena setiap baby pasti bakalan punya momen berenang pertama, jadi kasih baju renang bakalan berguna banget. 

7. Kaos kaki/ sepatu pre-walker baby 


Jarang yang kasih kado ini bund. Kaos kaki baby kan lucu-lucu buat dipakai bepergian. Aku dulu tim yang nggak pakein sepatu sebelum baby bisa jalan, jadinya selalu pakai kaos kaki kalau bepergian. Atau bisa juga kita kasih pre-walker shoes yang bahannya lembut dan nyaman buat baby yang mulai latihan berjalan.  

8. Playmat



Playmat yang dimaksud matras karet ya bund yang bahannya empuk. Playmat berguna banget buat baby bisa buat tummy time, apalagi kalau baby udah mulai merangkak,  dan latihan berjalan. Jadi kalau baby jatuh nggak akan sakit karena dialasi playmatt. Range harga mulai dari 150.000-an aja.

9. Serba-serbi perlengkapan MPASI
Perlengkapan MPASI tuh banyak banget loh dan pastinya berguna semua. Dulu aku juga ngeluarin buget yang lumayan gede ketika anak mulai MPASI. Nah ada apa aja kira-kira? Yuk kita list satu-satu:
  • Set alat makan 

    seperti piring, mangkok, sendok, garpu, bib/celemek makan, dan gelas. Mau yang agak beda? Beli yang bahan silicon, karena set alat makan silicon sekarang lagi happening banget ditambah tampilannya yang aestetik.
  • Food maker mpasi baby

    yaitu perlengkapan yang digunakan untuk mempersiapkan makanan bayi terutama bagi yang baru memulai MPASI.
  • Slowcooker. Tanyakan dulu yang mau dikasih kado tim slowcooker atau masak manual, hehe biar nggak mubazir gitu kasihnya.
  • Alat steril botol susu dan perlengkapan bayi. Ini pasti berguna banget biar gak perlu repot rebus-rebus air waktu mau sterilin barang.
  • Baby chair. Baby chair juga berguna banget ya buat bayi yang baru memulai MPASI.
Nah saran dari aku nih, kalo kita mau kasih kado yang bugetnya agak gede kaya beli baby chair atau alat steril, mungkin bisa ditanyakan dulu orangnya udah punya belum. Atau prefer bisa ditanyain dulu lagi butuh perlengkapan MPASI apa nih yang belum kebeli?  

10. Portable changing pad atau perlak/alas untuk mengganti popok bayi portabel yang bisa dibawa bepergian. 

Dulu aku repot banget pergi kemana-mana bawa perlak karet yang notabene berat, terutama ketika lagi nginep di rumah orang tua. Kalau pake portabel changing pada bakalan praktis banget ketika bepergian bawa bayi.

11. Sprei waterproof. Bund, udah tau belum kalau ternyata sprei ada yang waterproof? Berguna banget ini terutama yang punya newborn biar nggak bolak-balik ganti sprei dan kasurnya nggak bau pesing ompol bayi.

12. Gendongan instan


Tim yang gak bisa gendong pake jarik kaya aku pasti seneng banget dikasih gendongan instan bund, apalagi yang bisa gendong m-shape! 

13. Softbook baby/buku cerita bayi/ sensory book 

Kado buku baby termasuk yang jarang banget loh. Padahal ibu bakalan seneng banget dikasih buku baby dan pastinya berguna buat merangsang sensori baby. Sekarang juga udah banyak tersedia hampers yang isinya sepaket buku baby. 

14. Difuser & essential oil, karena beli ini bugetnya lumayan maka lebih baik ditanyakan dulu apakah orang yang mau kita kasih suka pakai difuser/nggak.

15. Mini gold gift series. 


Kalau yang terakhir ini nggak usah ditanya bund, siapapun dikasih ini bakalan seneng! Mini gold bisa jadi pilihan untuk hadiah terutama kalau kita nggak pengin kasih duit (karena kalau duit kan biasanya langsung habis dipakai). Sedangkan mini gold bisa buat tabungan/investasi orang yang kita kasih.

Sementara itu dulu yah bunda-bunda inspirasi hadiah untuk new born. Mudah-mudahan bermanfaat buat yang sedang bingung cari hadiah :)



Continue reading Ide Kado untuk Bayi Anti Mainstream

Review Scarlett Whitening Acne Essence Toner

Halo bestieee... ini adalah reviewku yang kesekian kalinya buat produk Scarlett Whitening. Yup, karena sepenasaran itu dengan produk-produknya. Kali ini aku mau mereview produk toner terbarunya Scarlett yaitu Acne Essence Toner. Scarlett baru saja mengeluarkan 2 varian toner yang terdiri dari Acne Essence Toner dan Brightly Essence Toner. Berhubung kulitku adalah tipe oily dan acne prone jadi aku hanya akan mereview yang varian acne essence tonernya aja.

Scarlett Acne Essence Toner

Aku mulai dulu dari packagingnya yang menurutku jadi ciri khas Scarlett yah warna pink dan ungu. Tapi menurutku produk toner kali ini packagingnya cantik banget sih, vibesnya ala-ala korea selaras sama brand ambassadornya. Kemasannya botol plastik, modelnya pump dan ada tutupnya jadi amat sangat aman jika dibawa bepergian. Terus di dalam toner ada buliran-buliran berwarna pink dan ungu yang bikin tambah cantik tampilannya. 

Acne essence toner, ditujukan untuk kulit yang berminyak, rentan berjerawat dan sensitif. Jadi buat yang kulitnya jerawatan dan sensitif nih bisa banget cobain produknya Scarlett yang satu ini. Nah selanjutnya kita bahas ingredients apa aja yang terkandung dalam toner:

  • Zinc sebum, yang berfungsi meminimalkan kemerahan akibat jerawat.
  • Green tea water dan tea tree water, yang memiliki sifat anti mikrobanya membantu menenangkan dan merawat kulit berjerawat.
  • Phyto squalene sebagai anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi kemerahan dan pembengkakan akibat jerawat.
  • Mugwort hydrosol melindungi, menutrisi dan menghidrasi kulit.
  • Vitamin c meningkatkan produksi kolagen.
  • Ginkgo extract meningkatkan kelembapan dan kehalusan kulit.
  • Succinic acid mengontrol dan menyeimbangkan produksi sebum.
  • Gluconolactone mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit dengan lembut, membuat kulit jadi lebih halus dan membantu meratakan warna kulit.
Sepintas dengan kandungannya, aku nggak pernah ada masalah dengan skin care yang memiliki ingredients tersebut. Karena menurutku ingredientsnya cukup efektif untuk mengatasi dan calming kulit yang berjerawat. Cuman satu yang bikin deg-degan adalah kandungan vitamin c karena aku nggak cocok dengan skin care yang mengandung vitamin c. Tapi setelah aku pakai toner ini selama 2 minggu, alhamdulilah nggak ada reaksi negatif seperti breakout ataupun purging. Jadi so far, kulitku cocok dengan toner ini.  

Awalnya aku ngira acne essence toner ini teksturnya bakalan lebih kental dan padat, tapi ternyata dia liquid toner dan sangat ringan digunakan. Untuk pemakaiannya ada 2 cara, bisa dituang ke telapak tangan dan di tepuk-tepuk ringan keseluruh wajah atau bisa juga dituangkan ke kapas dan di usap ke seluruh wajah. Kalau pakai kapas, bisa sekalian membersihkan sisa-sisa kotoran di wajah yang kurang bersih setelah memakai facial wash. Aku lebih suka apply pakai kapas karena dia sangat membantu mengangkat sisa-sisa kotoran di wajah. Oya kalau pakai toner ini dengan kapas, di kapas cairannya jadi ada warna pink-nya yang mungkin itu kandungan dari si acne essence toner.

Sisa kotoran wajah yang terangkat menggunakan Scarlett Acne Essence Toner

Setelah di apply, essence toner ini sangat cepat menyerap di kulit. Efek setelah pemakaian adalah melembabkan sekaligus bikin seger wajah. Jangan kaget kalo acne essence toner ini ada sensasi coolingnya ketika digunakan. Mungkin efek dari kandungan tea tree dalam toner yang bikin ada sensasi coolingnya. Jadi rasanya seger semriwing gitu. Bahkan coolingnya masih berasa setelah kamu pakai skin care step selanjutnya. Tapi setelah itu normal kok, jadi kalau di aku nggak mengganggu sama sekali. Untuk wangi tonernya sangat soft dan normal layaknya skincare. Jadi nggak ada bau yang aneh atau wangi yang menyengat. 

Teksturnya cair dan sangat mudah menyerap

Buatku pribadi, acne essence toner ini sangat membantu untuk mengatasi sebum berlebih di wajah. After taste-nya matte, seger, dan ringan mudah menyerap. Kabar baiknya, produk ini aman digunakan oleh bumil dan busui. Jadi buat busui dan bumil yang berjerawat, bisa cobain pakai ecne essence toner ini sebagai salah satu pilihan skin care sehari-hari. Dan seperti biasa,  skincare nya Scarlett nggak ada yang mahal ya bestie. Harganya amat sangat terjangkau hanya Rp 75.000,00 per produk. Yang masih galau cari toner buat kulit acne prone dan sensitif semoga makin mantap ya setelah baca review ini ^.^ 

Continue reading Review Scarlett Whitening Acne Essence Toner

Friday, 11 February 2022

Pasca Sembuh dari Covid 19, Long Covid Syndrom dan Vaksinasi (Part 2)

Ini adalah postingan lanjutan dari part 1 yang bisa kamu baca disini pasca sembuh dari covid 19. Sejujurnya, berat banget mau nulis karena aku benci mengingat momen-momen covid. 




Sembuh dari covid 19 bener-bener merubah hidupku. Aku bersyukur karena aku bisa sembuh dari penyakit ini. Sebelum aku terkena covid, pakde suamiku sekeluarga juga terpapar covid. Qodarullah pakde dan anak pertamanya meninggal karena penyakit ini. Sedih banget, karena mengalami sendiri kehilangan  keluarga dikarenakan covid. Sedihnya lagi aku nggak bisa datang melayat. Cuma bisa mendoakan dari jauh. Dan covid gelombang 2 kemarin juga membawa duka lagi, kakek dari suami, pakdeku, dan om ku meninggal dunia. 2021 sungguh tahun yang berat buat keluarga kami dan tentunya bagi banyak orang yang terdampak pula.

Setelah dinyatakan sehat, aku berusaha untuk lebih berhati-hati lagi. Aku nggak mau terpapar lagi dan nggak mau juga anggota keluargaku ada yang kena covid lagi. Setiap hari aku berdoa supaya kami sekeluarga selalu dilindungi. Selanjutnya adalah berusaha dengan menjaga prokes, imun tubuh, dan gaya hidup sehat. 

Ngomong-ngomong soal prokes, pemerintah menghimbau supaya kita menerapkan 5M (menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, menggunakan masker, dan mencuci tangan). Apakah 5M saja cukup? Tentu tidak. Kita harus menerapkan gaya hidup sehat supaya imun tubuh kuat dan yang paling penting mengikuti program vaksinasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Aku sendiri dan keluarga alhamdulilah udah vaksin, kecuali anak aku yang masih bayi.

Tepat 3 bulan setelah dinyatakan negatif dari covid, aku terkena long covid syndrom. Sebelumnya aku udah tahu tentang long covid ini, udah pernah baca artikelnya. Dan nggak nyangka bakalan kena juga. Aku mngalami long covid selama 1,5 bulan. Selama itu badan merasa tidak fit karena gejala bermunculan silih berganti.

Long covid bukan hoax ya, tapi nyata adanya dan banyak menyerang para penyitas covid.
 
Gejala-gejala ini aku rasain ketika kena long covid syndrom:
1. Lemas
2. Badan mudah lelah tidak bertenaga
3. Badan peal-pegal
4. Dada terasa berat (bukan sesak nafas)
5. Badan menggigil kedinginan, tidak bisa terkena udara dingin.
6. Kleyengan/pusing
7. Telinga berdenging

Awal mula yang dirasakan ketika terkena long covid adalah badan tiba-tiba lemes padahal aku nggak lagi sakit. Kaya orang lemes kena covid dan berlangsung selama 3 hari. Maunya tidur dan buat beraktifitas gampang capek. Setelah lemesnya menghilang, diiringi gejala lain yang timbul seperti kelelahan tidak bertenaga, badan pegel-pegel, dan dada berasa berat. 

Hari ke 4 gejala muncul, kuputuskan memeriksakan diri ke dokter karena dikhawatirkan aku reinfeksi. Setelah pemeriksaan, benarlah diagnosa dokter bahwa aku kena long covid syndrom. Akhirnya aku dikasih beberapa obat dan suruh MCU seperti cek darah lengkap dan rontgen. Secara keseluruhan hasil MCU bagus. Tidak ada reinfeksi juga ataupun kondisi yang serius. Dokter bilang memang butuh waktu untuk memulihkan diri dari long covid. Karena kita tidak tahu akan terkena berapa lama dan gejala apa saja yang dapat timbul. Dokter menyarankan selama gejala long covid masih dirasakan supaya tidak aktivitas berlebihan, makan bergizi, istrihat cukup, konsumsi obat seperlunya dan sesuai gejala yang dirasakan itupun jika gejala yang timbul sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, serta tambahan konsumsi multivitamin. 

Setelah 1 minggu, badanku mulai enakan. Minggu berikutnya muncul gejala lain, badanku menggigil hebat seperti orang menggigil kedinginan/nggreges dan itu berlangsung selama 1 minggu 24 jam. Bayangin aja aku tetep harus kerja dalam kondisi badan menggigil dan pakai jaket tebel banget padahal cuaca sangat panas! 

Munculnya gejala ini juga menurutku ada pemicunya. Aku tidur malam selalu pake AC. Waktu itu malem-malem aku menyusui anakku dan ketiduran lupa nggak ngancingin baju.Jadi dadaku kebuka dan terpapar AC semaleman. Itu jadi pencetus awal aku menggigil selama 1 minggu ditambah dengan kondisi badanku sedang tidak fit karena terkena long covid. 

1 minggu berlalu, gejala menggigil akhirnya sembuh, setelah itu  muncul gejala lain yaitu kleyengan dan pusing. Badan juga masih berasa mudah capek dan lelah. Telinga sering berdenging.  

Totalnya hampir selama 1,5 bulan aku ngerasain long covid sampai akhirnya aku merasa sembuh dan badan jauh lebih enakan. Aku inget aku sembuh dari long covid bertepatan dengan hari pertama bulan puasa tahun 2021 dan bersyukur banget karena bisa mengikuti ibadah puasa dengan normal.

Setelah 1,5 bulan terkena long covid aku masih hati-hati dalam beraktifitas karena badan masih berasa mudah lelah. Alhamdulilah lama-kelamaan berangsur membaik dan akupun bisa aktivitas lagi secara normal. Tapi nih sebagai penyitas covid yang juga mengalami long covid memang selalu ada aja yang di rasa sama badan. Sampai saat ini gejala yang masih sering dirasakan adalah telinga berdenging. Ada pula kondisi-kondisi tertentu yang mengakibatkan gejala long covid muncul (meskipun tidak parah). Contohnya ketika aktivitas padat dan tubuh kelelahan sering tiba-tiba badan jadi menggigil. Contoh lain aku setiap mau mentruasi jadi keluhannya banyak dan macem-macem. Itupun selalu berubah setiap bulannya. Beberapa keluhan yang aku rasain setiap mau menstruasi: badan meriyang, alergi kambuh (bersin-bersin terus), sakit tenggorokan, kepala pusing dan kleyengan. Biasanya kalau mau mens paling badan pegel-pegel sm bawaanya pengin makan dan tidur. Tapi semenjak sembuh dari long covid hari-hari menjelang menstruasi badan jadi drop banget kaya orang mau sakit. 

Setelah sembuh dari long covid aku ikut vaksinasi dengan jenis vaksin sinovac. Efek samping vaksin yang dirasakan pada saat dosis pertama adalah kepala pusing dan badan rasanya meriyang selama beberapa hari. Jadi setelah vaksin memang diharuskan untuk istirahat tidak aktivitas berlebihan. Vaksin dosis kedua efek samping yang dirasakan masih dengan kepala pusing ditambah dengan alergi yang kambuh yaitu sering bersin-bersin. Efek dari vaksin kedua ini memang agak lama. Semenjak vaksin dosis kedua, ada waktu dimana alergiku jadi sering kambuh (lebih sering bersin-bersin tanpa sebab). Nah kemaren banget nih masih anget tanggal 22 Januari aku juga udah ikut vaksin booster moderna 1/2 dosis. Jangan ditanya ya efek samping vaksinnya gemana? Karena bener-bener sakit dan tepar selama 2 hari, persis kaya orang kena covid.

Hal yang perlu diperhatikan jika kamu penyitas long covid adalah jangan sampai tubuhmu kelelahan berat. Karena jika tubuh kelelahan dikhawatirkan dapat memicu munculnya gejala long covid. Long covid juga gak ada obatnya, gejalanya timbul tenggelam. Ada kalanya badan kita normal dan sehat tapi ada pula hari-hari dimana gejala long covid ini tiba-tiba muncul kembali. Aku pikir kita perlu mengamati kapan waktu-waktu dimana gejala long covid muncul atau kita bisa mengira-ngira pemicunya apa kenapa bisa muncul. Karena setelah sekian lama terkena long covid kita pasti bisa paham penyebab gejala long covid ini muncul lagi di tubuh kita. 

Selain itu jika akan berobat, carilah dokter yang sadar dan paham tentang long covid. Meskipun aku tahu ini bukan hal mudah karena dari cerita teman-teman penyitas banyak dokter yang denial tentang long covid. Supaya kita bisa berobat dengan aman dan nyaman tanpa khawatir diberi stigma bahwa yang kita rasakan dianggap "mengada-ngada" oleh dokter. Long covid ini sifatnya kasuistik, lamanya gejala yang dirasakan berbeda-beda setiap orang. Saran dari aku adalah kita benar-benar harus melakoni gaya hidup sehat supaya menjaga badan tetap fit. Tetap semangat berjuang buat teman-teman yang juga sedang mengalami long covid. Bismilah,kita pasti bisa untuk "hidup normal" kembali.

Continue reading Pasca Sembuh dari Covid 19, Long Covid Syndrom dan Vaksinasi (Part 2)

Sunday, 9 January 2022

Review Lacoco Dark Spot Essence dan Lacoco Watermelon Glow Mask

Kurang lebih udah 10 bulan aku pakai produknya Lacoco dark spot essence dan watermelon glow mask. Aku memutuskan cukup lama waktu itu buat mencoba skincare nya Lacoco. Jujur awalnya merasa ragu karena ini brand baru jadi aku butuh waktu buat riset dan mencari tahu sebelum membeli. Setelah mencoba, beneran sih duo Lacoco ini dabest parah dan aku nggak nyesel beli mereka berdua!

Lacoco watermelon glow mask dan Lacoco dark spot essence

Lacoco Dark Spot Essence

Sebelumnya kita intip dulu ingredients dari si kecil cabe rawit ini:

-AHA 5%

-BHA 1%

-PHA 2%  

-Tranexamic acid 2%

-Niacinamide 3%

-Mulberry extract

-Carrot extract

-Licorice extract

Klaim benefit:

  • Memudarkan noda bekas jerawat, flek hitam dan hiperpigmentasi
  • Mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kotoran hingga ke dalam pori
  • Membantu mengurangi tampilan komedo dan jerawat
  • Merawat tekstur kulit agar halus dan merata
  • Membuat tampilan kulit wajah jadi tampak lebih cerah
  • Menjaga kelembapan kulit wajah
Dilihat dari benefitnya, siapa yang nggak tergoda buat coba? Pemakaian 2-3x seminggu di malam hari. Cocok untuk segala jenis kulit terutama untuk kulit bermasalah seperti jerawat, flek hitam, komedo dll. Bisa juga digunakan sebagai spot treatment.

Sebelum kita bahas tingkat efektivitasnya, aku mau komentarin harganya dulu. Karena awal mula yang bikin galau maju-mundur beli adalah harganya. Isinya 12 ml, agak pricey menurutku dengan harga hampir mendekati 200 ribu. Jadi karena sangat penasaran sembari berburu cari seller yang diskon di toko oren, akhirnya kebeli juga di lacoco dark spot essence ini. 

Dari segi efektivitas, pantaslah kalau dia dipanggil kecil-kecil cabe rawit. 
  • Membantu memudarkan dan menyamarkan noda bekas jerawat. Tapi untuk jerawat yang cukup parah butuh waktu lebih lama dan harus rutin pemakaian. Cukup efektif menghilangkan noda bekas jerawat untuk jerawat ringan. Beneran ilang nggak berbekas!
  • Setiap habis pakai, pagi harinya kulit berasa bersih, lembap dan halus. Tekstur kulit terasa lebih halus.
  • Efektif buat merontokkan komedo. Jadi aku sering setiap habis pakai essence ini suka komedo pada rontok dan keluar dengan sendirinya.
  • Ada sensasi cekit-cekit ketika digunakan, terutama jika memiliki jerawat aktif.
  • Jika digunakan sebagai spot treatment, lumayan mempercepat pengempesan jerawat.
Jujur, aku pakai dark spot essence ini nggak rutin dan nggak telaten. Jadi pakai sesukanya dan seinginnya aja gitu. Mungkin jika pemakaiannya rutin hasilnya akan jauh lebih maksimal. Tapi berdasarkan pengalamanku, pemakaian nggak rutin pun cukup memberikan hasil yang baik di kulit. Selain itu dia juga essence yang mirip-mirip exfoliasi kan jadi nggak perlu pakai sering-sering, apalagi untuk pemula dianjurkan cukup 1-2x seminggu aja. 

Lacoco Watermelon Glow Mask

Lanjut kita bahas si watermelon glow mask kecintaan aku!! Aku love banget sama sleeping mask yang satu ini. Dia ini sebenernya memang sleeping mask, tapi aku pakai kapanpun aku suka. Bisa jadi moisturizer dan shooting cream. Dipakai sangat adem di kulit dan baunya itu relaxing banget, menenangkan berasa lagi liburan di pulau pribadi (maap lebay banget aku mah). Bisa dibilang tiap aku pakai glow mask ini kaya orang sakaw lebay gitu loh. Karena nggak nyangka kalau si glow mask ini enak bangett kalau lagi di apply ke kulit wajah. Kalian harus coba sendiri biar tau rasanya pake si watermelon glow mask ini.

Awalnya aku nggak pernah tertarik dengan produk sleeping mask karena pengalaman dulu nyoba salah satu produk sleeping mask korea dan nggak cocok. Bertaun-taun kemudian ketemulah dengan lacoco watermelon glow mask dan lihat review serta manfaatnya yang bagus buat kulit. Bermodal bismilah, karena yuyuuur deg-degan takut nggak cocok lagi akhirnya chekout juga glow mask nya. Hasilnya melebihi ekspektasi karena aku cocok banget sama glow mask ini.

Tadi aku udah jelasin kalau aku pakai ini nggak cuma sebagai sleeping mask tapi juga untuk hydrating kulit dan shooting cream. Sesuai dengan klaim benefitnya melembapkan wajah, mencerahkan, kulit kenyal; halus; glowing bercahaya, serta meredakan kemerahan dan peradangan jerawat. Dan aku dapet semua benefitnya dari watermelon glow mask ini!

Dipakai buat shooting cream ketika jerawat lagi meradang juara banget sih karena bener-bener seger adem di kulit. Setelah dipakai kulit jadi lebih tenang dan meredakan kemerahan akibat jerawat yang meradang. Melembapkan tanpa meninggalkan kesan lengket di kulit. Glow masknya langsung meresap di kulit, jadi enteng banget dipakainya. Yang terpenting buat kulitku yang oily dan acne prone sangat approve 100%. 

Ingredientsnya juga cukup aman untuk di layer dengan skincare yang lain. Biasanya aku pakai juga setelah dark spot essence atau setelah pakai exfoliating skincare. Sejauh ini kemungkinan aku bakalan repurchase lagi glow masknya karena udah jadi salah satu skincare andalanku.

Buat yang tertarik mencoba kedua produk best sellernya Lacoco, kalian bisa klik tautan dibawah ini yah:

Continue reading Review Lacoco Dark Spot Essence dan Lacoco Watermelon Glow Mask

Saturday, 8 January 2022

Mengatasi Jerawat Parah seperti Bisul

Seperti judulnya, kali ini aku mau sharing pengalamanku mengatasi jerawat batu seperti bisul. Mudah-mudahan postinganku membantu. 
Salah satu resolusiku di tahun 2022 adalah glow up. Sedih banget karena di tahun 2021 kondisi kulitku mengalami jerawatan cukup parah pasca melahirkan. Sebelumnya, setelah aku melahirkan di tahun 2020 kondisi kulitku berangsur-angsur membaik. Kemudian pada bulan April 2021 aku mulai mengalami ketidakseimbangan hormon lagi dikarenakan aku udah mulai menstruasi. Ditambah mungkin karena hormon menyusui jadilah siklus haidku kacau. Imbasnya kemana lagi kalau bukan ke kulit wajah? Awalnya muncul jerawat batu 1-2 biji. Belum selesai tertangani, muncul lagi. Jadilah menumpuk tuh jerawat batu. Yang pernah mengalami jerawat batu pasti tahu betapa susahnya mengatasi jerawat satu ini. Kempesnya lama, tuntasnya lebih lama lagi.

Selama bulan April - September 2021 aku bolak balik ke klinik kecantikan buat mengobati jerawat yang meradang. Mulai dari acne peeling, laser, cauter, sampai suntik jerawat. Sakitnya jangan ditanya. Aku yang takut banget suntik-suntik wajah sampai nekad memberanikan diri supaya jerawatku cepet sembuh. Tapi hasilnya belum memuaskan dan signifikan. Bahkan pernah tambah parah dan meradang.

Sebelum melanjutkan, bagaimana kondisi kulitku pada saat itu? Jerawat batu yang jumlahnya banyak di pipi dan rahang kiri dan kanan. Jadi beberapa jerawat batu itu gabung jadi satu yang menimbulkan jerawat besar-besar seperti bisul. Bener-bener kaya bisul di wajah, besar, meradang, merah, sakit kalau tersenggol. Sampai sering nangis waktu itu karena saking sakitnya dan takut kalau ngaca. Mohon maaf aku nggak share foto ya, karena jujur aja nggak pede mau posting kondisi kulit.

Suatu hari karena udah putus asa banget nih, aku berpikir buat ikhtiar berobat ke spkk. Tapi berhubung cek jadwal praktek spkk di kota ku nggak pernah cocok, jadilah aku lari ke spkk di aplikasi halodoc. Lagi nggak promosi aplikasi ya, tapi murni pengalaman pribadiku.

Aku juga mau kasih saran buat temen- temen supaya jangan sampai tunggu kondisi wajah parah baru bertindak. Langkah pertama kalau mengalami jerawatan yang gak kunjung sembuh dan malah makin parah adalah langsung periksakan kulitmu ke spkk! Yes, dan aku agak nyesel kenapa nggak kepikiran dari awal aja sih langsung ke spkk pasti kondisi kulitku lebih cepat tertangani. 
Why harus ke spkk? Karena merekalah yg lebih ahli dalam bidangnya. Kadangkala kalau kita ke klinik kecantikan, dokternya seringkali dokter umum. Penanganan dan treatmentnya menurutku jelas berbeda ya antara dokter umum dan spkk. 
 
Ternyata nih milih spkk di aplikasi halodoc juga nggak mudah. Aku ganti dokter kulit sampai 3x karena merasa belum cocok dan sreg sama dokter yang sebelumnya. Yang terakhir, alhamdulilah ketemu sama spkk yang cocok banget. Seneng banget dipertemukan sama beliau. Dokternya ramah, fast respon, mau menjelaskan dengan detil, mau menjawab pertanyaan kita dengan detil, nyemangatin juga, vibesnya positif dan nggak nyebelin pokok e. Aku nggak mau seneng sendiri, buat yang berniat konsul sama spkk di halodoc aku recomended dr. Cholilah, Sp. KK, Insha Allah puas banget konsultasi sama beliau. 

Hasil dari konsultasi dengan dokter kulit dapet apa? Dapet ini sis....


Jadi ini adalah antibiotik salep yang di oles ke kulit wajah. Ada niacef, mediklin (kemasan warna orange), dan benzolac CL. Hampir ketiga dokter kulit meresepkan salep tersebut, hanya saja penjelasan cara pemakaiannya yang berbeda-beda. Aku ngikutin cara pakai yang dijelaskan dr. Cholilah. Jangan sampai salah cara pemakaian, karena kalau salah nggak akan memberikan efek ke kulit wajah. 

Cara pemakaiannya gini:
PAGI dan MALAM: oles niacef sewajah, lanjut ditimpa mediklin sewajah, setelah itu oles benzolac CL tipis-tipis di bagian kulit yang berjerawat saja.

Selain itu, aku diresepkan antibiotik oral yang aku minum selama 2 tahap. Tahap pertama diminum selama 5 hari, kemudian konsultasi perkembangan kulit dilanjutkan antibiotik oral lagi tahap 2 yang diminum selama 5 hari lagi. Setelah itu tetap lanjutkan antibiotik oles sampai 2 bulan ke depan atau sampai jerawat sembuh dan kondisi kulit membaik. Kemudian bisa dilanjutkan konsultasi perkembangan kulit wajah.

Untuk antibiotik oral, aku nggak akan sebutkan merek ya karena kondisi setiap orang berbeda-beda. Pada kondisiku, aku masih dalam masa menyusui jadi nggak bisa sembarang minum antibiotik. Dan konsumsi antibiotik 2 tahap selama 10 hari itu udah maksimal banget nggak boleh lama-lama dan nambah dosis. Beda dengan yang kondisinya normal (tidak sedang menyusui) biasanya pengobatan antibiotik oral berlangsung selama 3 bulan (ini berdasarkan penjelasan dokter).

Salep-salep itu ternyata bisa di beli bebas di apotek, meskipun tanpa resep dokter. Hanya saja nggak semua apotek punya. Agak susah carinya, jadi dulu aku ngamatin pas tebus resep dokter ordernya di apotek mana. Karena cuma disitu satu-satunya yang selalu punya ketiga salep itu.

Bagaimana efek penggunaan salep antibiotik ke kulit? Efek yang aku rasakan antara lain:
1. Kulit kering dan kemerahan
2. Mengelupas terutama dibagian yang berjerawat
3. Jerawat jadi lebih cepat matang dan lapisannya menipis
4. Perih dan sakit terutama dibagian kulit yang berjerawat

Ketika masa-masa pengobatan, aku nggak pakai skincare apapun. Hanya pakai ketiga salep itu aja buat memaksimalkan pengobatannya dan tambahan pakai sunscreen di pagi hari. Saranku, wajib banget buat nyediain acne patch yang banyak. Karena si acne patch ini amat sangat membantu buat mengatasi jerawat yang udah mateng. Seringkali ada jerawat batu yang udah mateng banget dan tipis lapisan kulitnya tapi nggak kunjung pecah/bermata dan itu pegel dan sakit banget loh! Kalau di tempel si acne patch ini bakalan langsung pecah dan terserap di acne patch. Untuk jerawat yang ukurannya gede, nggak bisa sekali tempel langsung tuntas ya. Aku ada jerawat yang mungkin prosesnya sampai berhari-hari dan entah pakai acne patch udah berapa pack baru tuntas. Kadang juga ada jerawat basah yang terus-menerus ngeluarin cairan, nah jenis jerawat basah itu kalau di tempel acne patch bisa cepat tuntas. Kulitku sampai ada yang bolong karena ditempelin acne patch terus 😂 tapi sekarang udah membaik kok nggak bolong lagi. Buat merek acne patch aku rekomendasi nourish acne patch dan teratu beauty by alifah ratu. Why kedua merek itu? Pertama, MURAH karena nggak dipungkiri acne patch harganya mahal banget menurutku. Kedua, meskipun murah kedua merek itu sudah sangat bagus dan efektif tingkat penyerapan jerawatnya. Yang paling gampang dibeli dan tersedia dimana-mana emang si nourish acne patch, kalau teratu belinya online dan sering rebutan karena sold out terus saking bagusnya!

Ada masa dimana pemakaian ketiga salep itu efek sampingnya cukup kuat seperti sangat kering, perih, kemerahan dan meradang. Biasanya aku stop dulu pemakaiannya 1-2 hari dan aku pakaiin shooting cream buat meredakan dan menenangkan iritasi kulit. Shooting creamnya aku pakai Lacoco watermelon sleeping mask sama dearme beauty water cream (lain kali aku akan review terpisah). Jujur aja aku seneng banget bisa kenal ketiga salep itu ya, karena sengefek itu dikulitku. Selain memang ada efek sampingnya, perubahan kulit yang dirasakan juga kulit semakin cerah dan membantu mengatasi jerawat beruntusan.

Berapa lama mulai kelihatan kondisi kulit membaik? Setiap orang beda-beda, tapi pada kasusku adalah setelah pengobatan 2 bulan. Membaik ya, bukan tuntas sembuh total. Aku bisa bilang 80% kondisi kulitku amat sangat membaik dibandingkan sebelumnya. Masih ada jerawat batu yang selalu muncul tiap mau menstruasi, tapi nggak separah sebelumnya, nggak keroyokan juga.  Sampai sekarang aku pun masih berjuang buat menuntaskan jerawat dan menuju glow up 2022. Aku juga masih pakai antibiotik salepnya, ditambah udah berani mulai pakai skincare lagi buat mempercepat recovery kulit. Kapan-kapan akan aku share juga skincare apa aja yang aku pakai buat membantu recovery kulitku. Buat temen-temen yang juga lagi berjuang menuntaskan jerawat, yuk semangat yuk kamu pasti bisa!



Continue reading Mengatasi Jerawat Parah seperti Bisul

Wednesday, 1 December 2021

Review Scarlett Whitening Glowtening Serum

Nggak berasa sudah memasuki penghujung akhir tahun 2021. Masih dalam situasi pandemic, semoga teman-teman semua sehat selalu ya! Jangan kendor prokes dan stay safe. Meskipun pandemi, tetep dong harus review skincare, hehe! Kali ini, aku mau review serum terbarunya Scarlett Whitening. Ini udah ketiga kalinya aku review produk Scarlett berturut-turut karena sepenasaran itu dengan produknya Scarlett! Mungkin teman-teman udah pada tau kalau Scarlett mengeluarkan produk terbaru mereka yakni varian toner dan serum. Tapi kali ini aku akan review serum terbarunya Scarlett, yaitu Glowtening serum.

Scarlett Glowtening Serum

Kandungan dan Manfaat

Glowtening serum ini adalah produk serum terbaru dari Scarlett setelah dua serum pendahulunya yaitu acne serum dan brightly ever after serum. Apa sih yang membedakan glowtening serum dengan dua serum yang lain? Jadi si glowtening serum ini ibarat combo serum perpaduan lengkap antara acne serum dan brightly ever after serum. Sebelum kita bahas manfaatnya, aku mau kasih tau dulu kandungan utama dari serum ini yang terdiri dari tranexamide acid, calendula oil, olive oil, allantolin, dan licorice extract. Nah lanjut kita bahas manfaat apa saja dari serum ini:

- Membantu mencerahkan kulit wajah dan membuat kulit menjadi lebih glowing. Yes, namanya juga glowtening udah pasti fungsi utama serum ini adalah membuat kulit wajah glowing dan mencerahkan warna kulit.

- Membantu memudarkan bekas-bekas jerawat.

·        - Membantu membuat kulit menjadi lebih sehat

·        - Menyamarkan garis-garis halus dan flek hitam pada wajah

·         - Menenangkan dan memperbaiki skin barrier

Kalau dilihat dari manfaat serum, bener-bener lengkap ya. Jadi pantaslah kalau aku bilang ini serum combo. Buat yang pengin praktis pakai skincare bisa coba serum ini. Karena selain bisa mencerahkan kulit, juga membantu memudarkan bekas jerawat, flek hitam dan memperbaiki skin barrier wajah.

Produk ini diformulasikan untuk all skin type antara lain normal, kering, kombinasi, berminyak, rentan berjerawat dan sensitive. Jadi apapun jenis kulit kamu nggak masalah menggunakan serum ini. Kelebihan lainnya adalah glowtening serum aman digunakan oleh bumil dan busui.

Kemasan

Untuk kemasannya seperti biasa Scarlett selalu menggunakan botol kaca tebal dan pipet untuk pengaplikasian serum. Praktis dibawa kemana-mana dan aman tanpa takut pecah.

Tekstur dan Pengaplikasian

Tekstur glowtening serum, ku akui berbeda dari serum-serum Scarlett sebelumnya. Kalau acne dan brightly ever after serum teksturnya lebih ke bening dan cair, sedangkan glowtening serum teksturnya lebih kental dan padat serta serumnya yang berwarna putih seperti cream wajah. Ketika diaplikasikan, harus menunggu beberapa saat hingga serumnya benar-benar meresap sempurna.


Warna serum putih, tekstur serum kental dan padat


Buat kamu yang sehari-hari beraktifitas di ruang ber-AC serum ini bisa membantu untuk melembabkan kulit yang rentan kering karena paparan AC. Dan menurutku, ketika udah pakai serum ini nggak perlu pakai pelembab lagi kecuali kalau tipe kulit kamu super kering. Apalagi yang nggak suka pakai skincare banyak step, serum ini bisa jadi andalan yang berfungsi sekaligus sebagai moisturizer yang melembabkan kulit wajah. Selanjutnya bisa ditimpa dengan sunscreen dan ready to go! praktis no ribet-ribet club.Nggak ada reaksi aneh di kulit ketika diaplikasikan seperti perih atau cekit-cekit terutama yang punya kulit berjerawat seperti aku. Yang paling aku garis bawahi adalah fungsi serum ini bener-bener sangat melembabkan kulit wajah. Buat yang kulitnya normal cenderung kering serum ini sangat bagus digunakan. Tapi buat aku yang kulitnya sangat oily, aku rekomendasiin serum ini lebih bagus digunakan pada malam hari ketika tidur. Terutama bagi yang tidurnya pakai AC, serum ini menjaga supaya kulit tetap lembab sampai pagi hari. Untuk aku pribadi kalau dipakai siang hari kurang cocok karena kulitku yang oily ditambah pekerjaanku lebih sering outdoor dan terkena matahari langsung.


Tekstur serum ketika diaplikasikan ke kulit

Semua produknya scarlett seperti biasa bisa beli di official Shopee-nya Scarlett @scarlett whitening official shop. Atau kalau kamu mau beli di toko skincare terdekat aku yakin pasti ada, karena produk Scarlett sangat mudah didapatkan. Dan harga serumnya sama dengan serum pendahulunya, 75.000 aja per produk. So, buat yang masih penasaran sama serum terbarunya Scarlett yuk buruan cobain! 

Continue reading Review Scarlett Whitening Glowtening Serum

Wednesday, 16 June 2021

Pengalamanku Sembuh dari Covid 19 (Part 1)

Bismillahirahmanirahim

Postingan ini aku tujukan untuk semua teman-teman penyitas covid yang saat ini sedang berjuang untuk sehat kembali. Karena minimnya orang-orang yang sharing pengalaman saat terpapar covid, maka akupun berinisiatif bikin postingan blog ini. Mudah-mudahan teman-teman semua tidak merasa sendiri, selalu berpikiran positif dan tetap semangat. Badai pasti berlalu, dengan keyakinan dan gaya hidup yang sehat Insha Allah teman-teman semua pasti akan sembuh dari covid 19.

Aku mau cerita tentang bagaimana awal mula aku terpapar covid, gejala yang muncul, apa yang dilakukan selama isoman dan proses pengobatannya hingga dinyatakan negatif. Dan soal gejala lagi-lagi tiap orang berbeda-beda ya, tergantung dari respon imun kita terhadap virus jadi tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya.

Aku dinyatakan positif covid pada 21 November 2020. Tertular dari siapa? Banyak kemungkinan, hanya bisa menduga dan hanya Allah yg tau. Bagaimana kondisi kesehatan tubuhku saat itu dan tertular dari siapakah? Aku saat itu baru saja melahirkan anak pertama. Awal November 2020 cuti melahirkanku habis (usia anakku 3 bulan). Buibu pasti tau sendiri gmn kondisi tubuh pada saat habis lahiran. Capek bukan main, belum lagi waktu tidur yang berkurang karena sering begadang menyusui. Jadi bisa dibilang kondisi tubuh lagi kelelahan dan daya tahan tubuh sedang rendah. Setelah melahirkan aku sangat menjaga asupan makan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas asi. Selalu makan yang sehat-sehat dan bergizi ditambah minum susu asi booster. Aku nggak nambah suplemen apapun sih, padahal badanku super capek dan ringkih. Selama pandemi 2020 dan selama hamil aku selalu bepergian pake mobil. Ketika awal November, cuti melahirkanku habis aku berangkat kantor naik motor dan jarak rumah ke kantor itu 30 menit. Setelah berbulan-bulan nggak motoran, tiba-tiba motoran kembali beraktivitas normal dan badanku kaget. Baru 3 hari berangkat kerja aku sakit demam. Ini aku masih bingung sih demamnya adalah salah satu gejala covid atau murni karena badanku kecapean kaget berangkat kerja lagi. 

Kita mundur dulu 1 minggu sebelum aku berangkat kerja. Sekitar 1 minggu sebelum aku masuk kerja, aku gladi resik dulu ninggalin anak bayi sama yang ngasuh. Buat latian juga kalo nanti aku beneran udah masuk kerja.  Aku bepergian ke beberapa tempat yang punya potensi penularan covid karena rendahnya prokes. Yes, sebelum aku terpapar kesadaranku tentang prokes masih rendah dan minimnya pengetahuan. 

1. Aku pergi ke salon buat potong rambut dan hair smoothing dimana pegawainya nggak ada yg pakai masker, akupun saat itu juga nggak maskeran ketika di hair treatment.

2. Aku pergi ke klinik kecantikan perawatan wajah buat IPL yang mengharuskan aku copot masker. Kalau disini semua pegawainya menerapkan prokes yang ketat. Hanya saja ruang perawatannya di isi oleh beberapa orang pasien. Dan sesama pasien yang lagi perawatan jelas nggak pakai masker kan.

3. Aku pergi buat spa dan massage. Tempatnya menerapkan prokes, semua pegawai pakai masker. Hanya saja aku copot masker pada saat perawatan. Dan ruang perawatan juga ganti-gantian dipakai. Nah aku nggak tau nih, apakah tempat spa-nya melakukan pembersihan ruangan sesuai standar kebersihan yang baik dan benar ketika pergantian customer atau enggak.

Seminggu sebelumnya aku pergi ke tempat-tempat tersebut, kerumah orang tuaku, ditambah aku masuk kantor ketemu dengan rekan kerja. 

Mau cerita sedikit aku sempet kerumah orang tuaku yang mana papahku kontak erat dengan atasan kerjanya yang positif covid. Mamahku udah wanti-wanti dan khawatir takut papahku terpapar juga. Karena papahku kan kerja di luar kota nih, nah kota tempat kerja papahku tuh 'ajaib'. Kalo ada yang positif covid itu disembuyiin dan disimpen rapat-rapat jgn sampai orang lain tau. Bukannya di tracking siapa yang kontak erat malah ditutup2in, dianggep aib. 

3 hari masuk kantor aku demam dan gejala batpil selama 2 hari dan langsung minum paracetamol dan minum obat flu makanya cuma demam 2 hari aja. Setelah udah nggak demam, aku kepala rasanya kleyingan dan itu berlangsung selama 2 mingguan. Tau ya rasanya kleyingan? Nggak ngapa-ngapain aja rasanya pusing kepala muter-muter dan capek. Selama itu pula, aku sempat mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa. Kalo nggak salah berlangsung selama 3 hari dan kemudian kembali normal seperti semula. Soal kehilangan penciuman dan perasa itu rasanya bener-bener nggak bisa nyium bau apapun dan merasakan makanan apapun. Bau masakan sama bau bayi habis mandi yang wanginya enak banget itu nggak bisa kecium. Trus soal perasa, itu rasanya kalo makan apapun juga hambar nggak berasa apa-apa. Aku pikir karena efek habis minum obat jadi lidah rasanya hambar. Waktu itu juga gejala kehilangan penciuman dan perasa masih baru-baru banget. Jadi aku nggak ngeh kalau itu salah satu gejala covid. Banyak orang yang kehilangan indera perasa jadi nggak nafsu makan. Kalau sampai nggak makan justru bisa memperparah kondisi kita. Sedangkan aku makan tetep doyan dan banyak. Maklum busui, nggak makan pingsan deh. Aku sempet ngomong ke suami, kok aku nggak bisa nyium bau apa-apa ya sama kalo makan hambar aneh banget. Tapi suami ngadem-ademin mungkin efek habis demam dan minum obat, yaudah akhirnya nggak aku pikirin. Kondisi tiap orang yang mengalami gejala ini juga beda-beda, ada yang berlangsung cuma sebentar kaya aku. Ada juga yang sampai berminggu-minggu. Mungkin karena aku waktu itu cuek dan tetep banyak makan jadi cepet sembuhnya juga kali ya.

Aku sempet curhat ke suami takut kena covid karena rasanya badan aneh, kleyingan nggak berkesudahan. Dan aku nggak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Eh kok ya kebeneran banget di kantor suami ada rapid tes buat pegawai dan anggota keluarga pegawai. Setelah di rapid tgl 17 Nov aku dinyatakan reaktif dan lanjut swab tgl 19 Nov dan dinyatakan positif covid. Sedangkan suami hasil rapid dan swab dinyatakan negatif. Aku dan suami langsung diliburkan dari kantor sampai aku dinyatakan negatif

Rasanya gmn? Kaget tapi disisi lain aku udah bersiap diri karena aku ngerasa badan rasanya nggak beres dan kepirikan takutnya covid. Dan yg paling aku pikirin adalah anak. Gmn kalo terjadi apa2 sama aku, sedangkan anakku masih bayi butuh ibunya 🥺 waktu itu sedih dan potek bgt hati ini rasanya 😭. ART langsung aku liburin dan aku suruh swab di puskesmas. Semua anggota keluarga juga di swab karena habis kontak sama aku. Aku isolasi mandiri di rumah atas rekomendasi dokter karena gejalaku ringan. Dan dipantau oleh dokter kantornya suami. Ditambah saat itu kasus covid di kota ku sedang membludag jadi RS penuh. Di rumah aku bertiga sama suami dan anak. Pada saat yang berdekatan, papahku juga terpapar covid dan mengalami gejala demam tinggi sampai 40 derajat selama 4 hari, jadi langsung di rawat di RS. Jadi semuanya di swab, Alhamdulilah negatif semua. Cuma aku sama papahku yang positif.  Kondisinya pada saat itu aku isoman di rumah bersama dengan suami dan anaku yang statusnya negatif covid. Anakku nggak mungkin dititipin embahnya, karena mamahku dan adik2ku fokus ngurus papahku yang kena covid. Sedangkan mertua duanya juga masih kerja. Suamiku juga nggak mungkin ninggalin aku sendiri isoman dirumah karena dia fokus ngurusin aku sama anak. 

Isoman dirumah bukan berarti aku kendor prokes. Aku termasuk yg disiplin banget karena nggak mau dan jangan sampai suami dan anakku tertular. Apa aja yang aku lakuin selama isoman, ditambah aku serumah dengan suami dan anakku yang baru umur 3 bulan.

1. Aku tidur memisahkan diri. Karena kamar hanya ada 2, suami tidur sama anak, aku tidur dikamar sendiri. Sebisa mungkin meminimalisir keluar kamar. Segala aktivitas dilakukan di dalam kamar, makan tidur dan lainnya. Bagusnya memang seperti sprei dan selimut selalu diganti setiap hari atau kalo nggak mau repot pakai alas kain buat tidur, jadi alas kainnya yang diganti setiap hari. Tapi berhubung aku butuh istirahat, dan nggak mungkin juga nyuruh suami nyuci sprei selimut tiap hari maka aku ganti sprei dan selimut seminggu 2x. Kamar  tempat tidurku juga selalu dibersihkan, di sapu, pel pake detol, dan di semprot desinfektan.  

2. Aku dan suami pakai masker full 24 jam, aku bahkan pakai masker juga saat tidur. Karena pas tidur suka nggak sadar tuh ngiler, bersin apa batuk. Biasanya cuma aku pelorotin sebatas hidung aja kalo pas lagi sumpek. Kamar juga ditutup kan pintunya. Dan yang penting jangan batuk, bersin, meludah sembarangan. Anakku baru umur 3 bulan nggak mungkin maskeran ya. Jadinya aku yang harus menjaga banget jangan sampai lepas-lepas masker. Pakai masker medis dan ganti masker setiap 4-5 jam sekali. Pisahkan limbah maskernya, jangan lupa rusak masker dulu sebelum di buang dan semprot dengan desinfektan ketika akan membuang sampah masker.

3. Karena kamar mandi dirumah cuma ada 1, aku pakai kamar mandi paling akhir urutannya. Jadi biasanya anakku dulu, suami, terakhir aku. Setelah aku pakai kamar mandi baik buat mandi ataupun wudhu selalu semprot dengan desinfektan. Tapi belakangan aku tau ternyata banyak temen-temen yang isoman di rumah solatnya tayamum. Menurutku gapa2 sih karena kondisi darurat apalagi kamar mandi cuma 1 berpotensi menularkan orang lain melalui droplet. Setiap mandi aku selalu tetesin detol antiseptik ke air yang buat mandi. Jadi sementara mandinya pakai ember dulu. Buat mastiin bahwa badanku bener-bener bersih nggak bawa virus keluar dari kamar mandi. Oya, handuk mandi juga aku pisahin jemurannya. Setiap habis pakai aku jemur di dalem kamar dekat jendela. 

4. Sebisa mungkin jangan pakai AC. Gunakan udara alami, sirkulasi rumah harus baik, jendela selalu dibuka setiap hari. Kalau pengalamanku, pakai AC malah jadi memperparah kondisi badan. Justru semakin berkeringat badan semakin bagus.

5. Untuk makan sehari-hari, suamiku yang masak. Belanjanya nitip tetangga. Alhamdulilah tetangga baik-baik banget. Pada ngebantuin kirim makanan, kebutuhan dan bahan mentah buat masak. Beberapa kali juga minta bantuan adik ipar sama mertua buat kirim makanan. Setelah suami masak, aku ambil bagianku dan makan di dalem kamar. Cucian piring bekasku gmn? Ya aku cuci sendiri seperti biasa di wastafel. Sebisa mungkin di cuci sendiri tuh limbah-limbah punya kita. Baik piring kotor maupun baju kotor. Meskipun sebenernya bagusnya dipisahin nyuci piringnya beserta peralatannya. Sejujurnya aku kasian banget sama suami karena dia yg ngurus semuanya. Dari ngurus aku sampai full ngurus anak. Tapi mau gmn aku jg gak bisa deket2 terus sama anak takut menularkan virus.

6. Pisahkan baju kotor! Aku baju2 kotor disimpen kresek di dalem kamar. Kalau udah agak banyak aku cuci di mesin cuci. Karena mesin cuci cuma 1, aku pakai gantian dan setiap nyuci baju selalu aku campurin detol antiseptik. Begitu juga dengan cucian baju anak dan suami selalu dikasih detol. Pokoknya nyuci bajunya misah jangan dibarengin sama baju orang lain. 

7. Menyusui anaknya gmn? Gak masalah! Tetap susui anak kita. Covid tidak menular melalui asi, melainkan droplet ketika kita berbicara, bersin, batuk. Sebelumnya juga aku sudah dikonsulkan ke dokter anak agar tetap menyusui anakku. Seandainya takut menularkan dengan dbf, kita bisa kasih asi perah ke anak kita. Sedih banget pas diceritain temen kalo temenya kena covid dan setiap hari asi nya dibuangin karena takut menularkan lewat asi 😭. Aku selalu pakai masker dan faceshield setiap menyusui. Sebelumnya juga cuci tangan pakai sabun sampai siku. Baju aku nggak ganti, yang penting itu baju bersih nggak buat lap bersin, batuk, liur dll. Tapi emang lebih bagus kalau mau menyusui ganti baju sih. Menyusinya juga aku di ruang tengah. Sebisa mungkin pas menyusui jangan ngomong/ngobrol ya. Diem aja deh pokoknya. Karena takutnya kalo ngomong nanti beresiko menular lewat droplet. Aku maunya sebisa mungkin mengurangi kontak dengan anak. Tapi mau gmn lagi ya, kadang anakku rewel maunya digendong sm mamanya. Akhirnya mau gak mau aku juga gendong2 anak. Ya modal bismilah sama berdoa sm Allah supaya tetap jaga anakku jangan sampai tertular. Pokoknya setiap mau pegang anak wajib selalu cuci tangan, masker, faceshield.

8. Berjemur setiap pagi minimal 30 menit. Sebelum berjemur aku streching dulu minimal 15 menit.

9. Makan makanan sehat dan anget ini wajib! Jangan minum es atau makan makanan dingin.

10. Covid ini belum ada obatnya! Jadi minum obat sesuai gejala yang muncul. Misal demam ya paracetamol. Batuk minum obat batuk, diare minum obat diare, radang ya minum obat radang. Ditambah minum multivitamin dan ramuan herbal kalau perlu.

11. Jangan lupa jaga mood supaya tetap happy, nonton drakor, baca buku, perbanyak ibadah, dan surah yasin setiap hari.

12. Rutinitasku setiap hari selama isoman sebagai berikut:

- Setelah bangun tidur, solat, aku menghirup uap air panas yang ditetesin minyak kayu putih. Menghirupnya sampai uapnya udah nggak berasa lagi. Setelah itu streching min 15 menit dan berjemur min 30 menit.

- Lanjut sarapan, minum air rebusan rimpang-rimpangan (terdiri dr cengkeh, kapulaga, daun salam, jahe, laos, sereh, temulawak) ditambah madu dan perasan lemon. Kalau pengin lebih manis ditambah gula batu. Jeda 1 jam setelahnya aku baru minum obat jika ada gejala yang muncul dan minum multivitamin. Multivitamin yang aku minum saat itu merk becomC dengan dosis sehari 2x setelah makan. Lanjut mandi.

-Makan 3x sehari, upayakan menu lengkap dan tinggi protein ditambah minum susu dan ngemil buah-buahan. Buah yang bagus dikonsumsi bisa jeruk, apel, pisang, alpukat. 

- Air rebusan rimpang diminum 2x sehari setiap pagi dan sore hari. Jadi bekas rebusan yang pagi itu disimpen buat bikin rebusan sore hari.

- Malemnya sebelum tidur juga menghirup uap minyak kayu putih lagi. Oya, setiap ganti masker juga aku tetesin maskernya pake minyak kayu putih. Berhubung pecinta minyak kayu putih jadi aku sering nyium2 aroma minyak kayu putih.

Lanjut ngobrolin soal gejala-gejala covid yang muncul dan obat yang aku konsumsi. Karena kondisiku sedang menyusui jadi nggak boleh sembarangan minum obat. Harus dikonsultasikan dengan dokter.

- Diare ringan selama 2 hari, aku minum entrostop anak syrup.

- Batuk kering ringan selama 7 hari, aku minum silex syrup.

- Radang tenggorokan, aku minum dexamethasone. Radang yang aku rasain termasuknya ringan. Lebih ke tenggorokan yang kering banget makanya sampai agak batuk juga. Alhamdulilah nggak sampai yang buat nelen makanan sakit.

- Lemes dan kelelahan, obatnya adalah tidur dan istirahat. Kebantu juga dengan konsumsi becomC jadi punya tenaga buat beraktivitas. Salah satu gejala khas dari covid adalah badan rasanya lemes kaya nggak bertulang. Maunya tidur terus. Dan juga kelelahan, badan berasa capek padahal aktivitas ringan nggak ngapa-ngapain. Kalau lagi ngerasain ini jangan ngeforsir badan buat aktivitas berat/berlebihan. Akibatnya bisa sampai ngos2an bahkan pusing kalau melakukan aktivitas berat. Nikmatin aja waktu tidurnya karena tandanya badan lagi disuruh istirahat.

- Badan pegel-pegel, demam intermiten (suhu tubuh tiba-tiba anget kemudian normal kembali). Aku konsumsi paracetamol atau ibu profen juga bisa buat ngurangin pegel/ nyeri tubuh. Ditambah tiap mau tidur dibalurin kutus-kutus, minyak kayu putih, sama tempel salonpas. Kalau di aku, pegel2 paling berasa adalah di bagian punggung. Punggung rasanya cuapeek banget kaya habis jadi kuli panggul 😭 makanya sering aku balurin minyak2an yang bisa ngebantu mengurangi pegel2. Bagian tubuh lain yang pegel2 adalah bahu kanan kiri dan dada (bagian atas payudara) rasanya pegel dan berat (mirip kaya orang kena masuk angin berat. Efeknya kadang buat nafas berasa berat. Tapi alhamdulilah nggak sampai sesak nafas, cuma kadang suka berat engep aja buat nafas. Selain itu soal demam intermiten, gejala yang satu ini memang ajaib. Di suatu waktu badan rasanya anget panas kaya orang sakit. Ketika dipegang suhu tubuhnya biasa aja selayaknya orang normal. Waktu di ukur menggunakan termometer juga suhu tubuhnya normal. Tapi badan rasanya kaya orang sakit gitu lo... anehnya lagi nanti beberapa menit kemudian rasanya normal biasa aja. Trus nanti muncul lagi badan rasanya demam. 

- Cemas, gelisah, dan stres. Aku mau ngasih tau kalau covid itu tidak hanya menyerang fisik tapi juga mental si penderita. Orang yang terkena covid rata2 mereka pasti mengalami stres dan kecemasan berlebih. Ini bagian tersulit dari terkena covid menurutku. Kita ingin sembuh dari sakit ini dengan cara meningkatkan imun tubuh. Tapi di sisi lain kita stress. Sedangkan kalau mau imun tubuh kita bagus, kita harus seneng, bahagia, nggak banyak beban pikiran... bener nggak? Dan ini sulit banget buat manajemen pikiran supaya enggak stres dan overthinking. Tau sendiri penyakit ini sedang menjadi pandemi. Di tambah pemberitaan media tentang banyaknya kasus kematian akibat covid. Meskipun kita sendiri tahu, lebih banyak yang sembuh daripada yang meninggal. Tapi tetap aja ada rasa takut yang sulit untuk dijelaskan. Hanya sesama penyitas yang bisa memahami perasaan ini, orang yang belum pernah covid nggak akan pernah paham tentang bagaimana stress dan cemasnya terkena penyakit ini. Mungkin ada beberapa orang yang dia bisa mengatasi hal ini karena bawaan kepribadian (mungkin orangnya cuek, bukan tipikal yang suka ambil pusing). Beda banget sama tipikal orang yang gampang kepikiran kaya aku. 

Meskipun aku dipantau sama dokter kantor, aku juga manfaatin banget aplikasi dokter online. Aku pakai halodoc buat konsultasi dengan dokter mengenai gejala yang muncul (ini gak lagi promosi aplikasi ya hehe). Karena dokter kantor itu dia slowrespon dihubungi. Ya aku maklum karena dia ngurusin orang sejagat. Mana saat itu kasus covid juga lagi tinggi2nya di wilayah tempat tinggalku. Makanya saat aku butuh konsultasi tentang covid aku manfaatin banget pake halodoc. Kadang ngerasa cemas dan takut, di tambah lagi dengan gejala-gejala yang muncul dan bikin aku bingung, harus tanya ke siapa yang paham penyakit ini?? Alhamdulilah dokter-dokternya juga care banget kasih saran ini itu, kasih resep obat juga. Biayanya juga murah sekitar 10rb buat 30 menit konsultasi.

Selama isoman 30 hari aku 3x swab. Swab pertama saat pertama kali ketahuan positif CT ku 33. Seminggu kemudian swab lagi masih positif  dengan CT 27 dan di swab lagi 2 minggu kemudian dengan hasil negatif. Soal nilai CT, banyak orang yang mengkhawatirkan ini. Kalau lihat dari keterangan hasil lab (aku analisa swab di prodia) itu menjelaskan tentang kategori virus apakah kuat, sedang, lemah. Semakin tinggi nilai CT semakin lemah virusnya. Nah yang terjadi padaku, swab kedua justru nilai CT nya menurun. Bisa jadi sedang terjadi puncak infeksi. 

"Tapi sebenernya nggak perlu dikhawatirkan tentang CT ini, karena nilai CT tidak mempengaruhi kesembuhan. Jangan berfokus mikirin nilai CT, yang paling penting adalah fokus buat meningkatkan imun tubuh." Ini kata salah satu dokter yang aku chat di halodoc. Yah kata2 dokter itu sungguh menenangkanku.

Yang paling penting kita harus pahami bahwa penyakit ini dari Allah, Allah pula yang akan memberikan kesembuhan pada kita. Obat dan dokter hanyalah perantara. Yang utama adalah mintalah kesembuhan pada Sang Pemberi Kehidupan.

Setelah sembuh dan dinyatakan negatif, aku jadi banyak belajar tentang penyakit ini tentunya lewat sumber terpercaya. Aku follow IG nya dokter Adaninggar, sppd. Beliau dokter spesialis penyakit dalam dan banyak sharing seputar covid. Yang pastinya, apa yang beliau paparkan bisa dipertanggungjawabkan. Sumbernya valid, informasinya lengkap. Pokoknya udah paket lengkap pake banget tuh kalau baca postingan IGnya. Teman2 bisa follow IG beliau juga di @ningzsppd supaya bisa dapet informasi yang valid, dan mudah2an bagi yang gak kena covid pun bisa membuka pikiran teman2 supaya tetap waspada. Nggak pernah kena covid pun belum berarti aman dan menjamin, hehe. 

Oya, sekitar awal Mei aku bergabung dengan komunitas Covid Survivor Indonesia (CSI) di grup telegram. Komunitas ini dibentuk sebagai ajang sharing dan juga suppport satu sama lain bagi para penyitas covid. Jujur aja sejak bergabung aku merasa punya keluarga dan nggak sendirian. Karena yg paling bisa memahami dan berempati adalah mereka, para penyitas itu sendiri. Mau curhat sampai berbusa pun pada mereka yang nggak pernah kena covid, nggak akan paham rasanya. Posisi kita adalah sebagai pemberi pelajaran kepada mereka yang tidak terkena covid. Alasan aku bergabung pun karena aku terkena long covid syndrom pada awal bulan Maret. Dan alhamdulilah sekarang aku udah vaksin. Kapan2 akan aku ceritain juga soal long covid syndrom dan vaksinasi di postingan terpisah. 

Sementara cuma itu yang bisa aku sampaikan di sini. Aku akan bikin postingan selanjutnya tentang long covid dan vaksinasi. Tetap semangat buat para penyitas covid, sending virtual hug! ❤



Continue reading Pengalamanku Sembuh dari Covid 19 (Part 1)