Friday, 21 October 2016

Meraup Keuntungan sembari Kuliah melalui Usaha Laundry Kiloan

ralali


Pasti banyak mahasiswa yang mengalami dilematis pengin cari uang saku tambahan sembari kuliah. Pilihannya antara kerja part time atau berwirausaha. Untuk memutuskan tentunya wajib dipikirkan secara matang. Kalau kerja part time harus pinter-pinter manajemen waktu biar kuliah nggak keteteran ataupun terbengkalai. Sedangkan jika pilih berwirausaha kadang seringkali bingung mau buka usaha apa ya kira-kira yang cocok buat mahasiswa? Nah buat kalian mahasiswa yang sedang mengalami kebingungan ini.. tenaaanggg kali ini aku mau sharing pengalaman berwirausahaku ketika kuliah. Ini real story ya, siapa tau bisa menginspirasi kamu untuk mengikuti jejak cari duit sambil kuliah. 

Aku pun sempat mengalami bingung antara kerja part time atau berwirausaha. Dan akhirnya keduanya pun aku coba. Awal kuliah aku nyoba kerja part time dan hanya bertahan 2-3 bulan karena susahnya mengatur jam kerja dengan waktu kuliah. Setelah merasa kurang cocok dengan kerja part time, melalui pertimbangan yang matang akupun memutuskan untuk membuka usaha.

Usaha yang aku rintis pada saat itu adalah usaha jasa laundry kiloan! Kenapa aku memilih usaha jasa laundry? Pertama, aku terinspirasi dengan usaha laundry yang ada di depan rumahku dan kebetulan aku dekat dengan sang pemilik. Awalnya cuma iseng main aja kalau lagi gabut. Lama-lama tertarik buat tanya-tanya tentang usaha laundry karena melihat laundry-an yang selalu rame. Nah mulailah aku bertanya soal usaha laundry dari manajemen usaha, pemasaran hingga perhitungan keuntungannya. Sampai akhirnya aku tertarik buat buka usaha serupa dengan lokasi yang berbeda. Bahkan ketika aku menyatakan niatku untuk buka usaha jasa laundry kiloan, si pemilik laundry sangat mendukung dan bersedia untuk membagikan ilmunya. Alasan kedua adalah aku bisa menjalankan usaha ini sembari kuliah. Di sela-sela waktu kuliah aku bisa sepenuhnya mengatur dan mengurus usaha. Singkat cerita aku melakukan perencanaan sekaligus persiapan dibantu oleh pemilik laundry depan rumah. Beberapa hal ini penting untuk kamu perhatikan ketika membuka usaha laundry :

1. Menentukan anggaran untuk modal usaha
Anggaran untuk modal usaha haruslah dipikirkan dari mana sumber dananya. Apakah dari uang tabungan sendiri, pinjaman dari orang lain atau berhutang ke bank. Jika uang tersebut diperoleh dari pinjaman perlu dipikirkan bagaimana cara menyicilnya setiap bulan. Juga melakukan perkiraan perhitungan berapa lama kisaran waktu untuk balik modalnya.

2. Menentukan konsep dan segmentasi
Penting untuk menentukan konsep usaha laundry seperti apakah yang akan kamu jalankan. Apakah hanya duduk manis menunggu pelanggan, aktif melakukan jemput bola atau mungkin mengadakan promo-promo menarik untuk meraih pelanggan. Selain itu segmentasi juga ditujukan untuk menentukan sasaran siapakah pelanggan laundrymu. Apakah untuk kalangnan pelajar mahasiswa, ekonomi menengah kebawah, atau kelas ekonomi menengah keatas. Hal ini juga berpengaruh dengan penentuan tarif jasa laundry.

3. Menentukan lokasi laundry
Jika kamu memiliki lahan di tengah kota atau di tempat-tempat strategis hal ini dapat menguntungkan karena kamu tidak perlu memikirkan biaya sewa. Tapi jika tidak memiliki lahan, salah satu solusinya adalah menyewa tempat. Untuk menyewa tempat pun tidak bisa sembarangan. Kamu harus memperhitungkan akses lokasi, biaya sewa, ukuran tempat (memungkinkan atau tidak untuk dijadikan tempat laundry, seperti adanya saluran air, pembuangan, serta tempat untuk menjemur pakaian). Seandainya kamu ingin lebih praktis dan efisien dari segi biaya, kamu juga bisa membuka jasa laundry online. Jadi kamu tidak perlu menyewa tempat, tempat mencuci dan operasional bisa dilakukan dirumahmu atau dikosanmu (jika memungkinkan). Kamu bisa membuka jasa laundry online via social media seperti Instagram ataupun Facebook. Jangan lupa harus gencar melakukan promosi dan menyiapkan kurir untuk antar-jemput.

4. Menentukan harga jasa laundry
Penentuan harga merupakan hal yang penting dan tidak dilakukan dengan asal. Karena kita juga harus mengukur besarnya laba atau kemungkinan kerugian, biaya operasional, gaji karyawan (jika kamu mempekerjakan karyawan) dan perhitungan balik modal. Harga jasa laundry juga ditentukan berdasarkan segmentasi pasar yang akan kamu tuju.

5. Survey harga bahan baku dan peralatan laundry
Kalau yang satu ini kamu harus banyak-banyak survey ke tempat-tempat laundry atau menanyakan pada ahlinya tentang alat dan bahan baku apa saja yang dibutuhkan. Berdasarkan pengalamanku, alat yang dibutuhkan mencakup mesin cuci, meja setrika, setrika, alat pengering pakaian (kondisional) hanger pakaian, jemuran, ember, keranjang pakaian, plastik laundry, timbangan, lemari untuk memajang pakaian laundry. Untuk bahan habis pakai mencakup detergen, pelembut pakaian, dan pewangi pakaian. Jika usaha laundry-mu masih berada dalam tahap merintis, beli lah alat-alat laundry mulai dari yang sederhana. Mesin cuci cukup satu, nanti bisa ditambah seiring dengan semakin majunya usahamu. Alat pengering pakaian mungkin belum butuh, kamu bisa memanfaatkan sinar matahari di siang hari untuk mengeringkan pakaian.  

Bahan habis pakai untuk laundry ini khusus ya berbeda dengan produk-produk yang ada di pasaran. Biasanya dijual secara kiloan dan partai besar dengan harga khusus serta wanginya juga berbeda dengan produk-produk yang ada dipasaran. Untuk jenis detergent bubuk biasanya ada yang nggak berbau, sedangkan yang jenis detergent cair biasanya berbau wangi dan jenisnya macem-macem ada yang sudah sekaligus dengan pelembut ada yang belum. Nah untuk pewangi pakaian ini juga wanginya beragam kayak parfum-parfum untuk badan. Wanginya juga lebih awet. Buat bahan habis pakai kamu bisa beli di suplier-suplier yang menyediakan bahan baku laundry. Dan kamu bisa melakukan survey terlebih dahulu untuk membandingkan harga dan kualitasnya. Karena beda suplier beda pula harga dan kualitasnya. Tapi saranku kalau kamu males repot nih, bisa juga belanja bahan baku di www.ralali.com. Apa sih Ralali.com itu? Ralali adalah platform marketplace Business to Business (B2B) terbesar di Indonesia yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk bertransaksi online secara grosir. Bisa dibilang kalo Ralali ini adalah rajanya platform suplier. Jadi kamu nggak perlu bingung-bingung lagi buat kulakan bahan baku dimana. Nggak ada cerita kamu panasan muter-muter sana sini buat survey bahan baku. Karena di Ralali kamu bisa langsung membandingkan harga dari suplier yang berbeda-beda.

Di Ralali.com nggak cuma menyediakan bahan baku untuk usaha laundry tapi ada juga makanan, alat-alat salon, furniture dan lain sebagainya. Jadi kalau kamu berminat untuk membuka usaha jenis lain, bisa banget buat kulakan disini! Setelah aku cek juga, ternyata harganya terjangkau banget... bahkan bisa dibilang lebih terjangkau dari harga suplier laundry yang aku pakai. Kelebihan lain kalau belanja kebutuhan di Ralali.com adalah belanjanya nggak ribet, tinggal klik, transfer dan barang diantar.

6. Mencari karyawan
Ini sebenernya opsional sih, kamu mau mempekerjakan karyawan atau mau kamu tangani sendiri usahamu. Tapi menurutku biar nggak repot carilah karyawan untuk mengurus operasional laundry-mu. Kamu bisa fokus ke pemasaran dan pengembangan usaha. Kalau bisa, carilah karyawan yang telah memiliki pengalaman bekerja di laundry. Setidaknya hal ini akan memudahkanmu dalam mengajari tugas-tugasnya (karena biasanya sudah paham). Mereka yang pernah bekerja di laundry lebih mudah menyesuaikan diri terhadap pekerjaannya. Selain itu kejujuran dan kesungguhan dari karyawan juga diperlukan. Jangan sampai usahamu rugi karena karyawanmu nggak jujur atau kamu kerepotan karena karyawanmu tidak bekerja sungguh-sungguh. Seperti bolak-balik keluar masuk kerja misalnya. Sehingga menyita tenaga dan waktumu untuk mencari karyawan yang baru.

Itu tadi beberapa hal yang bisa kamu jadikan salah satu acuan untuk memulai usaha laundry kiloan. Nah gimana, mudah kan nggak ribet. Apalagi di zaman serba teknologi gini, kamu bahkan bisa melakukan segala sesuatunya lewat gadgetmu. Mulai dari perencanaan bisa searching di mbah google hingga akhirnya kamu menemukan artikel ini :), mencari lokasi, mencari karyawan, hingga mencari suplier untuk usaha laundrymu. Semua bakal lebih mudah lagi kalau kamu memiliki kesungguhan dan keuletan dalam memulainya. Semoga artikel ini bermanfaat ya buat kalian para mahasiswa yang sedang bingung memulai usaha. Semangat wirausaha!

#B2BMarketPlace #ralalib2bmarketplace #sumpahpemuda
Continue reading Meraup Keuntungan sembari Kuliah melalui Usaha Laundry Kiloan

Sunday, 2 October 2016

Q & A tentang Kuliah S2

Banyak banget email yang masuk ke aku buat menanyakan tentang sekolah S2. Nggak nyangka juga karena ternyata banyak yang antusias. Tapi banyak diantara email-email yang masuk menanyakan pertanyaan yang udah aku jelasin sejelas-jelasnya di postinganku. Ehh.. malah masih ditanyain lagi, kan capek bu jawabnya :D

Maka dari itu aku berinisiatif merumuskan semua pertanyaan yang masuk ke email tentang kuliah S2. Karena aku ada dua pengalaman mendaftar kuliah S2, di Unpad dan di UGM semuanya bakal aku campur jadi satu ya semua rumusan pertanyaannya di postingan ini. Harapannya sih semoga nggak ada pertanyaan yang ditanyakan berulang-ulang. Kecuali nih memang hal tersebut nggak aku paparkan dalam tulisan.


Q. 1 : Syarat Mendaftar S2 apa aja?? 

A. 1 : Buat syarat mendaftar S2 baik UGM, Unpad atau universitas manapun bisa kalian lihat di website resmi masing-masing universitas. Karena aku bukan pengamat pendaftaran, so nggak tahu juga syarat-syarat terbarunya apa aja. Setiap tahun persyaratan bisa saja berubah-rubah sesuai dengan aturan universitas. Seperti yang udah aku jelasin di postingan tentang syarat masuk UGM (klik disini) ataupun Unpad (pasca Unpad) ya begitulah adanya. Itupun berlaku pada tahun aku mendaftar kuliah (2015). Bisa saja beda tahun pendaftaran, berubah pula syarat pendaftarannya.

Q. 2 : Syarat mendaftar S2 dari Jurusan (Khusus UGM)

A. 2 : Jadi kalau daftar di UGM itu selain terdapat syarat umum yang ditetapkan universitas, setiap jurusan juga masing-masing punya ketentuan syarat pendaftaran. Kalau aku menyebutnya sih tambahan syarat pendaftaran. Misalnya gini, jurusan ilmu komunikasi dan jurusan sosiologi punya mekanisme pendaftaran & syarat yang berbeda. Kalau dijurusanku selain harus melengkapi syarat yang ditetapkan universitas, aku juga harus melengkapi syarat yang ditetapkan jurusan. Syarat tambahan dari jurusan adalah membuat essay tentang isu-isu komunikasi terkini sebanyak 5 lembar. Essay tersebut kemudian dikirim melalui pos ke alamat jurusan ilmu komunikasi UGM. 

Nah beda lagi dengan jurusan sosiologi. Di jurusan ini ketika pendaftaran hanya disuruh melengkapi syarat yang ditetapkan universitas. Pihak jurusan tidak memberikan syarat tambahan apapun untuk pendaftaran. Berdasarkan pengalaman, ada jurusan yang menyantumkan hal ini di website resmi jurusannya secara jelas dan transparan misalnya di jurusan ekonomi manajemen. Tapi ada juga yang enggak nyantumin (salah satunya jurusanku). Nah gimana nih kalau enggak dicantumin di website?? Solusinya silahkan kamu telepon langsung ke jurusan yang bersangkutan tentang syarat tambahan tersebut. Tanyakan juga sejelas-jelasnya tentang mekanisme syarat tambahan dari jurusan biar kamu nggak bingung.  

Q. 3 : Sesi wawancara ditanyain apa aja? (Khusus Unpad)

A. 3 : Sewaktu aku daftar Unpad taun 2015, mereka menerapkan adanya sesi wawancara sebagai salah satu poin penilaian. Bisa aja di tahun-tahun berikutnya berubah ya. Silahkan buat selalu update liat di website resminya. Sesi wawancara di Unpad sepertinya juga udah aku jelasin yaa di postingan. Sebagai catatan, itu sesi wawancara yang aku alami. Bisa aja beda orang yang mewawancarai, beda pula topik wawancara yang dibahas. 

Secara garis besar wawancara masuk kuliah nggak bakal ditanyai soal teori-teori kuliah. Tapi lebih ditanya tentang profil pribadi, aktivitas, sumber pembiayaan kuliah, topik penelitian, dan mungkin harapan setelah lulus kuliah. Ada juga sih yang tanya ke aku soal wawancara di UGM gimana dan topiknya apa (beberapa jurusan di UGM juga ada yang menerapkan sesi wawancara). Tapii lagi-lagi nih balik ke pengalamanku, di jurusanku diUGM nggak menerapkan sesi wawancara ya. Jadi plis banget jangan tanya ini ke aku, karena aku juga nggak ngerti. Takutnya malah aku sotoy terus menjerumuskan kalian ke jurang kesalahan kan bahaya :D

Q. 4 : Score TOEFL dan TPA yang belum lolos (khusus UGM)

A. 4 : Ini pertanyaan paling hits ya pokok'e :D Banyak yang nanya kalo score TOEFL dan TPA belom lolos gimana?? Yaa.. terserah keyakinan kalian aja deh. Kalo emang masih banyak waktu ya sebaiknya diperbaiki terus sampe lolos score-nya. Tapi kalo waktu udah mepet dan ternyata score belom lolos juga... yaudah bismilah aja daftarnya pake score itu :D
Udah aku ceritain juga di postinganku kalo aku daftar UGM pake score TOEFL dan TPA seadanya (belom lolos) karena posisi waktu itu udah mepet banget, pendaftaran udah mau tutup dan nggak ada waktu buat memperbaiki score. Dan alhamdulilah aku lolos UGM. 

UGM punya kebijakan bagi mahasiswanya, buat siapa saja yang lolos UGM tapi score TOEFL dan TPA-nya belom lolos dipersilahkan untuk memperbaiki selama kuliah S2/S3 sampe sebelum yudisium. Jadi jangan harap diwisuda kalo dua score ini belom lolos ya! Yang jadi poin penting lagi, score TOEFL & TPA nggak semata-mata menentukan kamu bakal lolos UGM atau enggak. Karena komponen penilaiannya itu ada banyak sebagai pertimbangan orang tersebut diterima/enggak, nggak sebatas score TOEFL & TPA. Ada transkip nilai S1, form proyeksi keinginan, sesi wawancara (kalau ada), tulisan essay (kalau ada) dan lain sebagainya. 

Q. 5 : Penulisan proposal tesis

A. 5 : Pertanyaan ini juga nggak kalah banyak dan banyak pula yang pada parno maupun panik soal syarat yang satu ini. Banyak yang bingung mau nulis tentang apa karena belum tau mau neliti apa ditambah gimana cara nulis proposal thesis, komponen apa yang dimasukan ke dalam proposal tersebut. Kalo dulu pas aku daftar UGM (thn 2015) mereka nggak mensyaratkan proposal thesis. Tapi katanya yang pendaftaran thn 2016 ada syarat proposal thesisnya. Jadi aku cuma ngisi di form proyeksi keinginan kan ada poin pertanyaan soal rencana penelitian. Nah aku cuma ngisi itu aja (nggak bikin proposal) itupun sebatas gambaran secara umum banget yang aku tulis dalam tiga paragraf. 

Sedangkan beda lagi dengan di Unpad, aku bikin proposal thesis lengkap dari latar belakang sampe metodologi. Tapi aku lupa juga sih waktu itu Unpad mensyaratkan proposal thesis lengkap atau cuma gambaran secara umum aja. Soalnya yang ada dipikiranku waktu itu yang namanya bikin proposal yaa berarti proposal lengkap dong. Mengenai hal ini, jika di website keterangannya nggak jelas mendingan telepon langsung aja ke universitas yang bersangkutan. Mereka minta proposal thesis secara lengkap atau enggak. Misalnya kalo nggak lengkap kamu bisa nulis secara garis besar aja tentang rencana penelitianmu. 

Terus jangan panik juga soal syarat ini, karena masih bingung dan nggak tau mau nulis apa. Pada kenyataanya proposal thesis yang kamu tulis untuk mendaftar, bisa saja berbeda saat menulis thesis yang sesungguhnya. Seiring berjalannya waktu ilmu pengetahuan dan pemahaman kamu akan terus berkembang dan memungkinkan munculnya ide-ide baru untuk menulis thesis. Jadi hal ini NGGAK MASALAH sama sekali dan jangan panik! Kalaupun kamu mau bikin hanya sebagai formalitas pendaftaranpun juga nggak masalah! Yang penting rencana topik thesis yang kamu bikin juga nggak asal-asalan ya..

Sekian dulu, semoga cukup membantu dan juga nggak ditanyakan berulang-ulang. Semoga sukses buat S2nya!!

Baca Juga :
Seleksi Masuk Pascasarjana Unpad
Alhamdulilah.. Lolos UGM !!
Continue reading Q & A tentang Kuliah S2

Thursday, 8 September 2016

Kakang Mbekayu Banyumas, Sudahkah Membawa Nama Banyumas?

Mencoba merefleksikan fungsi dari agenda wajib tahunan kakang mbekayu Banyumas, sudahkan agenda ini mampu membawa nama Banyumas melalui kakang dan mbekayu yang terpilih? Bagaimana anggapan para peserta? Apakah agenda ini hanya sebagai sarana untuk eksis semata atau mereka yang berinisiatif mengikuti memiliki jiwa untuk mengabdi demi memajukan nama Banyumas?

Pertanyaan yang cukup menggelitik pikiran saya adalah, sudahkah kakang mbekayu Banyumas yang resmi terpilih telah diposisikan secara tepat? Yang tidak hanya sebagai maskot Banyumas tetapi juga sebagai komunikator yang efektif menyampaikan pesan kepada publik bahwa Banyumas memiliki potensi yang luar biasa di lihat dari berbagai sisi, baik dari pariwisata, budaya, maupun kuliner. Sudah saatnya agenda kakang mbekayu Banyumas dijadikan ajang untuk menunjukkan bakat dan prestasi kaum muda untuk mengabdi selama setahun penuh kepada daerah asalnya.

Mari kita telusuri satu persatu untuk menjadikan agenda tahunan ini menjadi sesuatu yang berkualitas dan juga dapat menjadi sarana untuk menarik wisatawan. Kandidat yang berkualitas, bermula dari proses seleksi yang benar. Panitia perlu memberikan kualifikasi peserta yang jelas baik secara fisik maupun skill, dan berikan syarat mutlak bahwa kakang mbekayu Banyumas adalah mereka yang orang tulen asli Banyumas. Lahir dan besar di Banyumas, disertai ciri khasnya yakni logat bahasa ngapak. Tidak lucu bukan, jika maskot Banyumas tetapi berasal dari kota lain misalnya? Yang notabene mereka hanya orang rantau dan sedang menuntut ilmu di Banyumas. Mereka yang terpilih nantinya akan menjadi perwakilan Banyumas.

Tidak munafik, persyaratan secara fisik juga perlu di dukung. Bagaimana cara mengetahui kondisi fisik peserta? Pencantuman foto ukuran post card dapat dilakukan dengan menampilkan foto tampak depan, samping kanan dan samping kiri.  Selain itu, tingkat kecerdasan peserta tidak kalah penting. Panitia dapat memberikan syarat pendaftaran yang mewajibkan peserta untuk menulis essay dengan tema-tema kepariwisataan maupun budaya misalnya.

Secara umum, alur proses rekrutmen dapat dipahami sebagai berikut: proses pendaftaran, seleksi administrasi, proses interview, fokus group discussion, terakhir pengumuman peserta yang lolos. Birokrasi perekrutan yang benar dan clear akan menghasilkan kandidat yang berkualitas.

Setelah proses seleksi administrasi selesai dilakukan, peserta yang terpilih akan dihadapkan pada proses interview. Untuk mewawancarai peserta tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Diperlukan orang-orang yang berpengalaman dan ahli dalam bidang human resource. Dalam hal ini panitia dapat menggunakan pihak ketiga yakni agensi yang bergerak di bidang human resource, ataupun memanfaatkan aktor-aktor Banyumas yang mereka memiliki keahlian dalam bidang ini. Lolos dari proses interview, tahapan selanjutnya adalah focus group discussion. Tahapan ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecerdasan peserta, jiwa kepemimpinan dan kemampuannya menjadi problem solver.

Menentukan indikator yang perlu dikuasai oleh calon kakang mbekayu Banyumas juga tidak kalah penting. Character building perlu dilakukan selama proses karantina sebelum hari H. Misalnya pihak penyelenggara memberikan syarat 10 indikator yang perlu dikuasai calon kakang mbekayu yang meliputi atittude, pengetahuan umum, minat dan bakat, pemecahan masalah, kepemimpinan, aksi sosial, kebudayaan, pariwisata, dan bahasa.

Untuk mendidik calon kakang mbekayu tersebut mari kita libatkan orang-orang asli Banyumas yang berpotensi dan ahli dalam bidangnya. Mereka yang terpilih jangan sampai menjadi kakang mbekayu yang instan terbentuk hanya dalam waktu singkat. Jadikan kesan bahwa menjadi kakang mbekayu Banyumas merupakan suatu prestasi bergengsi yang luar biasa dan dapat menambah nilai plus bagi mereka yang pernah menduduki posisi ini. Jika bukan kita yang peduli dengan Banyumas, lalu siapakah yang akan peduli?


Continue reading Kakang Mbekayu Banyumas, Sudahkah Membawa Nama Banyumas?

Tuesday, 6 September 2016

Rich Dad, Poor Dad by Robert Kyiosaki: Kecerdasan Finansial Perlu dibangun Sejak Dini

Ada yang udah pernah denger buku ini?? Yap ini buku best seller banget, dan isinya juga luarr biasa!
Aku udah punya buku ini sejak awal kuliah S1. Sebenernya yang beli adik aku sih, dan udah ngejongkrok di rak buku adik aku sejak lama. Pas lihat bukunya nggak begitu tertarik, cuma penasaran aja sama buku ini karena jadi best seller di salah satu toko buku terkemuka dan setiap kesana pasti liat buku ini tercetak banyak banget. Waktu tanya adik aku, ini buku apa sih? Rich dad poor dad, ayah miskin ayah kaya? Aku mikirnya buku ini bakal membahas tentang perjuangan ayah-ayah di dunia untuk meraih kesuksesan *halah* Dan adikku pun menjawab, ini ceritanya tentang perbedaan pola asuh ayah terhadap anak antara ayah yang kaya dengan ayah yang miskin tuh beda pola asuhnya pokoknya bagus deh. Ooohhh jadi buku tentang parenting ya?? Nggak tertarik sama sekali waktu denger penjelasan adikku. Alhasil aku cuekin buku ini bertahun-tahun lamanya tanpa berminat membaca.

Enam tahun kemudian ketika posisi aku udah kuliah S2 semester 2, aku pergi jalan-jalan ke toko buku sambil nemenin temenku beli buku (dia suka banget baca buku & punya koleksi buku banyak banget). Disana terjadilah percakapan antara aku dengan temenku, "Kamu udah baca buku ini belum? (sambil pegang buku rich dad poor dad)." Aku jawab " Aku punya sih tapi belum pernah baca." Dia bilang lagi, "Baca dong i, bagus banget tau ini tentang kecerdasan finansial yang diajarkan oleh ayah ke anak." Dasar mata ijo ya, denger kata-kata finansial langsung melek banget dan menggebu-gebu pengen baca bukunya.

Akhirnya pas mudik ke rumah aku baca bukunya, dan ternyata iya bagus banget. Bikin aku punya pengetahuan baru tentang kecerdasan finansial sekaligus menyesal, kenapa aku nggak baca buku ini dari dulu? Coba adik aku ngejelasinnya lebih menarik pasti aku langsung baca, hahaha!

Secara garis besar buku ini menceritakan tentang Robert Kyiosaki yang memiliki 2 ayah. Pertama ayah kandungnya yaitu ayah yg miskin, dan ayah teman dekatnya yaitu ayah yg kaya. Kedua ayah ini memiliki pola asuh yg berbeda dalam mengajarkan Robert tentang keuangan. Perbedaan pola asuh kedua ayahnya sangat mempengaruhi Robert dalam memandang dan berfikir tentang uang. 

Aku tertarik banget dengan istilah "perlombaan tikus" atau aku sebut juga dengan "lingkaran setan" istilah sadisnya dan juga pemahaman akan "asset dan liabilitas." Sebagai orang awam, melihat kehidupan yang seperti "perlombaan tikus" adalah sesuatu yg sangat wajar. Aku pun berfikir setiap orang pasti mengalami hal seperti itu. Mereka menikah, punya istri/suami dan anak kemudian pekerjaan dengan gaji tertentu sekaligus punya kartu kredit. Kemudian tanggungan bertambah dan harus mencukupi kebutuhan ini dan itu. Dengan gaji yang segitu-segitu aja akhirnya mereka berhutang sana-sini atau menggunakan kartu kreditnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Setelah itu gaji-gaji mereka hanya digunakan untuk membayar hutang dan tagihan-tagihan setiap bulannya. Hal ini terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan seseorang tidak dapat menikmati penghasilan untuk dirinya sendiri. Iya sedih ya hidup begini, dan itulah yang terjadi pada sebagian besar orang.

Aku setuju dengan pemikiran Robert jika semakin dewasa kita, harus semakin menekan pengeluaran jangan justru semakin menghambur-hamburkan uang dengan gaya hidup mewah ala sosialita. Kita harus hidup sesederhana mungkin dengan memikirkan baik-baik uang kita akan dikeluarkan untuk apa serta apa untung/manfaatnya untuk diri kita. Ketika kita telah dewasa, harus mampu membedakan mana kebutuhan prioritas dan mana "keinginan". Karena kadang-kadang kita membeli sesuatu bukan berdasarkan butuh, tapi berdasarkan keinginan semata. Dan namanya keinginan pasti berhubungan dengan hawa nafsu untuk membeli. Nahh.. kalau udah gini banyak-banyaklah berlindung kepada Tuhan YME dari dorongan hawa nafsu untuk menghamburkan uang!!

Inti utamanya adalah mengeluarkan uang seminimal mungkin untuk diri sendiri. Misalkan nih kita udah punya baju banyak, terus pengin beli baju lagi. Kalau bisa baju-baju yang lama dan jarang terpakai lebih baik di garage sale atau disumbangkan untuk orang-orang yang membutuhkan. Tentunya sikap seperti ini akan menjadikan kita pribadi yang efektif, nggak menumpuk barang-barang sampai bejibun banyaknya. Dan paling penting kita juga harus memikirkan, sekiranya kalau kita membeli barang tersebut apakah akan bermanfaat atau mubadzir?? Tapii meskipun kita berusaha menekan pengeluaran, jangan lupa tetaplah beramal/bersedekah. Karena amal dan sedekah adalah peluang untuk membuka pintu rejeki yang lebih besar.

Kita beralih ke pembahasan antara aset dan liabilitas. Aset seperti yang kita ketahui adalah harta yang kita miliki. Sedangkan liabilitas adalah kewajiban yang harus kita bayarkan. Apa saja yang termasuk dalam aset? Mungkin bagi sebagian besar orang akan menyebutkan mobil, motor, dan rumah sebagai aset. Yaa.. akupun dulu berpikiran seperti itu. Namun tidak bagi Robert Kyosaki. Mobil, motor dan rumah adalah liabilitas yang harus kita bayarkan tagihan-tagihannya. Misalnya kita punya mobil, ketika punya mobil kita harus memiliki dana ekstra untuk merawat mobil tersebut. Seperti membeli bensin, servis mobil, membetulkan jika ada kerusakan, membayar pajak. Semua hal tersebut mengakibatkan kita mengeluarkan uang yang tidak ada hentinya. Begitu juga dengan motor dan rumah, mereka adalah liabilitas bagi kita.  Untuk bisa menekan liabilitas kita harus pintar-pintar dalam mengelola keuangan dan berusaha untuk tidak menambah liabilitas lagi.

Lalu apa yang disebut sebagai aset? Aset adalah sesuatu yang mendatangkan uang bagi kita. Misalnya kita memiliki usaha yang telah mandiri dan tanpa campur tangan kita setiap bulannya mendatangkan pemasukan. Atau bisa jadi rumah sebagai aset, jika  memiliki rumah yang disewakan dan memberikan pemasukan bagi kita.  Robert juga menjelaskan tentang sistem gali lubang dan tutup lubang (gali lubang tutup lubang ini sebutanku sendiri sih). Misalkan ketika kita menambah sebuah liabilitas, kita harus memiliki dana dari aset yang mampu menutupnya. Jadi penambahan liabilitas ini tidak akan mengurangi penghasilan utama kita setiap bulannya.

Sebenarnya jika konsep Robert Kyosaki ini bisa diterapkan secara penuh dalam kehidupan sehari-hari.. menambah aset sebanyak-banyaknya dan menekan liabilitas semaksimal mungkin, besar kemungkinan kita  bisa memperoleh financial freedom. Tapi menerapkan hal ini juga gak gampang ya, banyak cobaan dan godaan. Belum lagi mencoba beralih dari kebiasaan lama dan turun-temurun dilakukan ke sebuah kebiasaan baru yang benar-benar masih asing diterapkan. Semoga saja perlahan tapi pasti banyak orang yang bisa menerapkan pemikiran Robert Kyosaki ini.
Happy Financial Freedom!!
Continue reading Rich Dad, Poor Dad by Robert Kyiosaki: Kecerdasan Finansial Perlu dibangun Sejak Dini

Monday, 25 July 2016

Berburu Beasiswa Unggulan untuk Mahasiswa On Going

Alhamdulilah bisa nulis postingan tentang beasiswa. Ceritanya postingan ini udah aku niatin sejak sekian lama kalau aku lolos beasiswa unggulan. Salah satu motivasiku buat nulis juga karena sedikit banget informasi tentang beasiswa unggulan terutama dari orang-orang yang lolos dan nerima beasiswa ini. Awal mula jadi scholarship hunter sebenernya udah lama banget dari sebelum daftar S2 di UGM. Aku udah mulai cari info sana-sini tentang beasiswa S2. Secara kuliah S2 itu nggak murah ya, berat juga kalau harus membiayai sendiri apa lagi kalo minta ke orang tua *backsoundsedih* 

Beasiswa incaranku pertama kali adalah LPDP, siapa yang nggak pengen dapet beasiswa LPDP?? Cerita dari para blogger dan temen-temen yang dapet beasiswa ini makmur banget deh hidupnya. Udah nggak pernah lagi mikirin duit, taunya ada duit masuk aja ke rekening. Tapi meskipun penerima beasiswa ini makmur-makmur, ngedapetinnya juga nggak gampang ya? Syaratnya ribet dan belibet banyak banget. Dan singkat cerita aku nggak lolos seleksi administrasi waktu daftar beasiswa LPDP. Emang banyak faktor sih kenapa aku nggak lolos beasiswa ini, mulai dari score TOEFL ITP sampe tragedi salah masukin data pas pendaftaran. Ya sudahlah belum rejeki ya namanya. Setelah tau nggak lolos, mau mencoba daftar lagi males banget jujur aja. Nggak pernah punya waktu buat memperbaiki score ITP karena kesibukan kerja, belum lagi biaya ITP yang nggak "murah" bikin tambah males juga. 

Sampai akhirnya aku nekad daftar S2 meski tanpa beasiswa, pikirku waktu itu bakal tetap berusaha buat nyari-nyari info beasiswa sambil jalan. Cuman modal nekad dan penuh keyakinan kalau pasti bakalan dapet beasiswanya. Waktu itu dapet info juga dari dosen-dosen S1 ku buat daftar beasiswa unggulan karena syaratnya nggak seribet LPDP.  Nah langsung deh googling tentang beasiswa unggulan dan beberapa kali kontak via email sama salah satu penerima beasiswa. Sempet pesimis dengan beasiswa ini karena websitenya yang mati suri dan sangat minim informasi. Jadi satu-satunya informasi yang aku dapetin tentang beasiswa unggulan adalah telepon langsung ke kantor beasiswa unggulan. Itupun teleponnya penuh perjuangan karena sering nggak diangkat!

Buat daftar beasiswa unggulan sebenernya harus daftar online, tapi karena waktu itu websitenya mati suri dan maintenance.. sama mbak-mbak yang angkat teleponku bilang berkas suruh kirim langsung aja ke alamat kantor beasiswa unggulan. Setelah itu aku langsung prepare syarat-syarat yang dibutuhkan buat daftar beasiswa ini. Aku masih inget banget ngeposin berkas beasiswa tuh sekitar tanggal 30 Oktober 2015 dan itu posisiku lagi semester 1 akhir. Beberapa minggu kemudian setelah kirim berkas aku telepon lagi buat ngecek apa berkasku udah masuk atau belum. Sekaligus menanyakan kapan seleksi tahap selanjutnya akan dilaksanakan dan mbaknya menjawab sekitar awal tahun 2016 akan ada seleksi lagi. Sekedar informasi dulu beasiswa unggulan jadwal seleksinya kurang transparan dan nggak jelas, gak kayak beasiswa LPDP. Jadi model seleksi mereka tuh, kalau berkas pengajuan beasiswa yang masuk di rasa udah cukup memenuhi kuota barulah mereka mengadakan seleksi. 

Ditunggu beberapa bulan sampai sekitar Februari 2016 tetep nggak ada kabar seleksi. Liat website juga nggak ada perubahan dan nggak ada informasi apapun. Akhirnya pasrah banget dan udah nggak begitu ngarep dengan beasiswa ini. Sekitar awal Mei 2016 aku iseng-iseng buka lagi websitenya beasiswa unggulan dan sedikit berharap ada secercah keajaiban di websitenya. Dan bener-bener keajaiban ya, kaget banget pas buka karena websitenya baru, informasinya up to date, sistem manajemen seleksinya juga baru, jenis beasiswanya ada banyak, dan yang bikin syok syarat untuk pengajuan beasiswa juga diperbaharui (sepenglihatanku waktu susah gitu syaratnya, apa lagi syarat score TOEFL-nya). Jadi ketika bulan Mei itu aku lihat syaratnya TOEFL harus setara ITP dan score-nya pun minimal 500 untuk jenjang S2. Down banget waktu tau syarat pengajuannya jadi susah gini. Karena di syarat yang lama, TOEFL nggak harus ITP dan minimal score 450. Tambah udah nggak mengharapkan beasiswa unggulan, aku pikir mungkin berkasku udah dihanguskan dan dibuang entah kemana. Waktu itu akhirnya aku mikir buat daftar ulang lagi, sembari memperbaiki score TOEFL. Selama masih ada kesempatan buat pengajuan beasiswa ini kenapa enggak.

Eh tiba-tiba di akhir bulan Ramadhan sekitar Juli 2016 akhir, seminggu sebelum lebaran aku dapet email dari beasiswa unggulan kalo lolos seleksi Batch I dan disuruh melengkapi berkas online. Seneng banget dong nggak nyangka bisa lolos, yang tadinya ngira berkasku udah dibumihanguskan! Bayangkan 8 bulan tanpa kabar, dan informasi apapun, kok tiba-tiba dikabarin kalau aku lolos seleksi? Nah loh aku sih seneng-seneng aja hehehe. Karena penasaran banget, aku buka lagi website BU dan download Juknis-nya. Ternyata, persyaratan TOEFL berubah lagi di Juknisnya itu. Syarat TOEFL balik lagi ke semula, score minimal 450 dan nggak harus ITP. Ahlamduliah, nggak harus buru-buru ngebenerin score TOEFL :D  Jadi syarat pengajuan BU ini memang sempet beberapa kali berubah, dari yang awalnya ribet banget dan sekarang udah balik lagi kaya semula.

Setelah melengkapi berkas online, seminggu kemudian dapet lagi email buat ikut tahap wawancara, verifikasi data dan penandatanganan kontrak. Bedanya beasiswa unggulan sama LPDP, kalo LPDP tahap wawancara jadi salah satu komponen penilaian & seleksi. Tapi kalau beasiswa unggulan, tahap wawancara itu cuma untuk verifikasi data dan tanda tangan kontrak, Artinya kalau udah lolos seleksi administrasi berarti otomatis udah dapet/lolos beasiswanya. Aku ngira tahap wawancara bakalan ditanyain macem-macem kayak sejenis LPDP, sampai aku udah nyiapin transkip wawancara juga. Ehh ternyata nggak ditanyain apapun. Cuman dilihat berkas-berkas asli yang di upload via online, sekaligus tanda tangan kontrak. Di dalem kontrak ada pasal-pasal yang mengatur hak dan kewajiban Pihak I (Beasiswa Unggulan) dan Pihak II (penerima beasiswa) sekaligus dicantumin juga berapa nominal dana beasiswa yang bakal kita terima. Dan alhamdulilah nominalnya mencukupi buat nyelesein sisa kuliah selama setahun. Buat temen-temen yang pengin tahu lebih lanjut tentang beasiswa ini bisa langsung mengunjungi website resminya di http://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/

>> Update 28 September 2016

Sejak aku posting tentang BU di blog, banyak banget email yang masuk menanyakan tentang beasiswa ini. Alhamdulilah, postinganku bermanfaat :)
Beberapa ada juga yang udah lolos dan sharing tentang Batch 2 BU th 2016. Jadi di Batch 2 ini sempet ada perubahan pengumuman seleksi administrasi dari yang tadinya dijadwalkan tgl 30 September, dimajukan jadi 7 September. Berdasarkan pengalamanku juga sih ya pas ngurus-ngurus berkas sampe tahap pencairan dana, jadi tuh BU emang beasiswa ajaib. Sering banget berubah-rubah tanpa terduga-duga. Terutama soal perubahan jadwal, bisa aja dimajukan atau dimundurin. Selama itu pula harus stanby email & Hp karena mereka sering ngasih pemberitahuan mendadak. Jadi buat yang daftar dan lolos BU harus sabar-sabar dengan beasiswa ini, karena emang menguji kesabaran banget..hehehe.

Berdasarkan sharing juga dengan para fans (abaikan) yang ngimel aku, ada perbedaan dari proses wawancara BU Batch 1 dan Batch 2. Di Batch 1 tahapan wawancara dilakukan untuk verifikasi data, tanda tangan kontrak beasiswa di atas materai, dimana kita disodorkan kontrak, dijelaskan mengenai kontrak tersebut dan mengetahui nominal berapa beasiswa yang kita dapatkan. Selebihnya cuma ngobrol-ngobrol biasa aja sih, obrolan santai buat formalitas aja biar nggak canggung. Mereka juga ngasih tahu kapan dana akan dicairkan. Nah tahap wawancara di Batch 2 ini ternyata beda lagi. Jadi tahap wawancara di Batch 2 isinya menandatangani form kesediaan mengikuti BU, verifikasi data dan sedikit wawancara mengenai proposal studi. Untuk kontrak beasiswa di unduh di akun masing-masing sesuai tanggal pengumuman yang telah ditentukan. Selanjutnya kontrak tersebut di print, ditandatangani dan dikirim kembali via pos ke sekretariat BU. Agak berbeda ya di Batch 1 dan Batch 2 ini. Emang sih kemaren pas Batch 1 sesi tanda tangan kontrak banyak trouble yang bikin sesi ini kelarnya lama banget dan ngaret. Aku aja baru kelar jam 7 malem. Jadi banyak kontrak yang nggak beres, salah ketik, ketilep dan belum di print. Dan mungkin ini jadi evaluasi bagi BU untuk merubah sesi ttd kontraknya di Batch 2. Thanks buat Nurul. N yg udah sharing tentang Batch 2. Semoga cukup memberikan gambaran ya.

Continue reading Berburu Beasiswa Unggulan untuk Mahasiswa On Going

Thursday, 28 April 2016

Yuk, Merawat Kulit Berjerawat!

Masalah jerawat emang nggak pernah ada habisnya, satu ilang eh yang lain nongol atau yang lebih parah lagi dateng keroyokan. Aduhhh pusing deh menghadapi jerawat, rasanya hayati lelah bang (lebaaaayyy). Kali ini aku mau share nih pengalaman pribadiku sendiri. Sebagai salah satu orang yang juga berjuang melawan musuh (jerawat), penting buat nge-share ilmu ke temen-temen yang juga mengalami nasib serupa, hiks sedih :(

Sedikit cerita yah awal mulanya berjerawat, dulu nggak pernah tuh yang namanya ada jerawat dan bekas jerawat di wajah. Paling nongol satu dua abis itu ilang ditelan bumi. Muka bersih cling, mulus luus kayak jalan tol. Tapi suatu waktu karena waktu itu masih jaman kuliah (jaman alay) mulai centil dandan, suka pake make-up, dan tergoda buat perawatan wajah (facial, cream dokter) dari situlah jerawat berdatangan satu persatu.

Kalau masalah dandan dan ber-make up menurutku sih no problem, karena sehabis pakai make-up selalu dibersihin. Nah kalau yang satu ini nih soal perawatan wajah yang jadi biang keladinya. Awalnya makai cream dokter karena ngikut mamah yang juga perawatan dokter karena ngobatin sakit kulitnya (vertiligo). Aku makai cream yang buat mutihin wajah sama mencegah jerawat. Alhasil wajah putih dan glowing, sampai temen-temen pada tanya aku makai apaan, kulit muka bisa putih glowing gitu. Setelah itu aku tertarik buat facial, peeling wajah dan aneka perawatan wajah lainnya. Sayangnya dulu aku perawatan wajah berani coba-coba. Kalau ada tempat baru dan diskon, langsung ngiler dan di jajal deh. Padahal (baru akhir-akhir ini taunya) buat perawatan wajah harus konsisten di satu tempat buat menghindari adanya berbagai reaksi di kulit wajah kita kalau nggak cocok dengan produk di skincare/ dokter itu. Apalagi kulit aku sebenernya sensitif banget, huhuuu.

Menjelang satu tahun akhir kuliah mulai deh muncul jerawat, di pipi sebelah kanan bagian bawah (deket dagu) dan munculnya pritilan langsung ada tiga! yang satu gede, lainnya bibit jerawat. Jerawat itu ngebekas sampai sekarang dan selalu kumat muncul klau lagi masa PMS. Jadinya nggak ilang-ilang deh :( 

Sejak ituu.. muncul deh jerawat satu persatu, sampai muka pernah ngalamin breakout banget karena jerawat yang grudugan di tambah bekas jerawat yang juga tak kunjung hilang. Karena kondisi wajah yang lumayan bikin nggak pede, aku langsung fokus buat ngebersihin wajah dari jerawat-jerawat bandel. Waktu itu dan sampai sekarang masih trauma sama skincare atau klinik kecantikan. I dont trust them, forever! Aku mulai pikir otak dan cari info sana-sini buat ngilangin jerawat tanpa melibatkan yang namanya klinik kecantikan! Aku juga mulai menghentikan pemakaian cream dokter karena sempet mengalami iritasi kulit di lekukan hidung kanan-kiri dan lekukan bawah bibir. Jadi tuh nggak cuman iritasi merah aja tapi juga rasanya itu perih banget kayak di beset silet gitu. Dan dibagian kulit yang iritasi selalu mengelupas, efeknya ke make up deh bikin nggak rata karena dibagian-bagian itu selalu pecah hasil make up nya.

Nah namun berhubung aku mau menikah (ciyee) jadi butuh banget yang namanya pengobatan jerawat dan akhirnya aku pake Erha (bisa baca postingan aku yang sebelumnya. Alhamdulilah sejauh ini cocok dan muka berangsur-angsur membaik. Tapi buat temen-temen yang memang nggak mau menggunakan perawatan wajah dari skincare tertentu atau dokter kulit, bisa juga di coba menggunakan skincare yang umumnya ada dipasaran / menggunakan bahan-bahan alami.

Tapi berdasarkan pengalaman melawan jerawat kurang lebih selama hampir 3 tahun (lama bener ye) ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan yang cukup berpengaruh bagi kondisi kulit. Asalkan kuncinya adalah mau sabar dan telaten: 

1. Pola hidup sehat
2. Menjaga kebersihan kulit
3. Menggunakan kosmetik yang cocok untuk jenis kulit.

Yuuuk cin kupas tuntas satu per satu..

1. Pola Hidup Sehat.

Ini salah satu hal utama yang penting banget buat diperhatikan. Kalau mau menghilangkan jerawat, harus mau merubah pola hidup yang awug-awug-an menjadi pola hidup sehat. Nah apa aja sih bentuk dari pola hidup sehat itu?

a. Perbanyak minum air putih
Yap! banyak minum air putih jadi urutan pertama, idealnya kita minum 8 gelas sehari atau setara 1 liter air. Kalau aku buat takaran biasanya konsumsi pakai botol minum yang ukuran setengah liter. Jadi dalam satu hari aku harus habis minimal 2 botol minum, lebih banyak lebih bagus lagi sih. Banyak minum air putih berguna banget buat proses pencernaan, kesehatan ginjal dan termasuk buat kecantikan kulit juga. Minum air putih harus diimbangi dengan menghindari minuman-minuman pabrik yang nggak sehat. Seperti soda, minuman kaleng, minuman-minuman manis lainnya yang banyak mengandung pemanis buatan & pengawet. Hindari sebisa mungkin, dan ganti dengan air putih.

b. Olahraga teratur
Dulu pernah ngeyel nggak percaya waktu dibilangin mas pacar kalau sering olahraga itu membantu kulit biar tetap bersih dan sehat. Tapi setelah aku praktekan sendiri, its work! Ketika kita berolahraga, kita akan mengeluarkan keringat, dimana di dalam keringat itu terdapat racun/toksin yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Dan menurutku dengan rajin berolahraga kulit tampak lebih kenyal, moist dan sehat. Lakukan olahraga rutin 1-3x seminggu. Nggak usah lama-lama, durasi 30 menit-1 jam aja cukup banget buat menghasilkan keringat. Kalo buat yang sibuk harus ngantor pagi-pagi, sempetin aja olahraga 30 menit setelah subuhan. Entah itu jogging ataupun sepedaan juga boleh. Oya buat kulit berjerawat jangan sering-sering berenang di kolam renang umum. Karena air kolam renang banyak mengandung bakteri dan penyakit, jadi bisa memicu muncul jerawat yang lebih parah. Kecuali punya kolam renang pribadi atau renang di laut sekalian itu nggak masalah.

c. Makan sayur dan buah
Yang ini resep mujarab sekaligus sulit diterapkan ya?? Yaaa gimana nggak susah, hidup di jaman serba instan dan junk food jadi makanan sehari-hari, belum lagi makanan-makanan yang mengandung pengawet, MSG, micin.. oh noo!! Itu sebenernya makanan yang justru harus dihindari. Saranku buat yang susah banget makan sayur dan buah bisa di variasi jadi berbagai olahan makanan misal dijadiin salad, jus, es krim, bubur, sandwich dan lain sebagainya. Kalo males repot?? beli aja, asal dijamin kebersihan dan kesehatanya. Konsumsi makanan seimbang dalam satu hari berpengaruh banget buat kesehatan kulit. Misal dalam sehari itu makan 3x, berarti 3x makan itu harus menggunakan lauk yang beragam. Jika makan pagi sudah pakai daging, makan siang seenggaknya makan yang mengandung sayur-sayuran. Buat cemilan sebaiknya mengkonsumsi buah-buahan dari pada jajan yang nggak jelas. 

2. Menjaga Kebersihan Kulit
Menjaga kebersihan kulit memang gampang-gampang susah. Kadang faktor malas adalah penyebab dari kenapa banyak orang kurang menjaga kebersihan kulit wajahnya. Padahal kebersihan kulit itu sangat penting. Ketika kulit kotor atau tidak dibersihkan dengan baik, maka sisa-sisa kotoran yang menumpuk dapat mengakibatkan masalah kulit seperti kusam, jerawat, dan komedo. Untuk membersihkan kulit sebaiknya dilakukan pagi dan malam hari serta setiap habis bepergian. Nah agar kulit bersih nggak cukup dengan menggunakan air aja, tapi gunakan produk perawatan wajah khusus untuk membersihkan kulit.

a. Make up remover
Jika menggunakan make up seperti lipstik, eyeshadow, eyeliner, dsb.. sebaiknya dibersihkan dulu dengan menggunakan make up remover. Make up remover ini digunakan khusus untuk bagian-bagian kulit tertentu aja yang menggunakan make up. Untuk memastikan bahwa make up udah bersih bisa disapukan sebanyak 2x ke bagian kulit yang ingin dibersihkan. Saat ini dipasaran udah tersedia berbagai merek produk make up remover, aku menyarankan belilah yang tidak mengandung alkohol. Kamu tinggal pilih produk yang cocok dengan kulitmu.

b. Gunakan pembersih 2 langkah
Sekarang banyak banget pembersih muka praktis, yang hanya 1 langkah untuk membersihkan kulit. Tapi menurutku jika kondisi kulit berjerawat  atau ingin kulit lebih bersih, mendingan pakai pembersih 2 langkah yang terdiri dari susu pembersih dan penyegar. Pembersih jenis ini meskipun agak repot penggunaanya, bisa menghasilkan kulit yang lebih bersih dibandingkan dengan pembersih satu langkah. Contoh produk yang menyediakan pembersih 2 langkah adalah sariayu, viva, dan marta tilaar. Varian produknya ada banyak, bisa dipilih sesuai dengan jenis kulit. Kalau aku pakai viva susu pembersih dan penyegar varian greentea (bukan lagi promosi loh ya).Selain enak digunakan (nggak pedih di kulit) harganya juga enak di kantong hihi. Buat kulit berjerawat mungkin bisa menggunakan varian jeruk/lemon dan greentea.

c. Selalu memakai facial foam
Setelah kulit dibersihkan dengan menggunakan susu pembersih dan penyegar, bisa di akhiri dengan menggunakan facial foam. Ada dua cara yang bisa diterapkan untuk membersihkan muka. Pertama gunakan susu pembersih-facial foam-penyegar. Atau cara kedua, gunakan susu pembersih-penyegar-facial foam-penyegar. Kedua cara ini bisa digunakan, dan terserah kalian mau pakai cara yang mana. Yang jelas dengan mengakhiri kegiatan membersihkan muka dengan facial foam, muka akan lebih bersih dan kesat. Dijamin udah nggak ada kuman bakteri lagi menempel di kulit muka! Buat kulit berminyak dan berjerawat, menggunakan facial foam dapat menjaga kulit agar tetap kering.

3. Menggunakan kosmetik yang cocok untuk jenis kulit
Ini dia nggak kalah penting. Karena jika kosmetikmu nggak cocok dengan jenis kulit malah bisa menimbulkan masalah baru di kulitmu. Perhatikan kandungan kosmetik, apa efeknya, dan untuk jenis kulit apa kosmetik tersebut. Sekarang kosmetik sudah semakin terklasifikasi seperti kosmetik untuk jenis kulit kering, berminyak, normal, normal berminyak, normal kering, sensitif, dan lain sebagainya. Pilihlah yang sesuai dengan kondisi kulit. Jika ternyata tidak cocok atau menimbulkan iritasi/kondisi kulit yang tidak diinginkan segera hentikan pemakaian kosmetik. Untuk memilih kosmetik yang tepat bisa juga bertanya pada teman, saudara atau melihat review blogger untuk mengetahui plus minusnya. Khusus untuk kulit berjerawat jangan menggunakan kosmetik terlalu tebal agar kulit bisa bernapas.

Nah itu dia beberapa hal yang aku perhatikan dan aku terapkan dalam merawat kulitku yang berjerawat dan menurutku cukup membantu untuk tidak menambah tingkat keparahan jerawat di muka. Semoga bermanfaat :)


Continue reading Yuk, Merawat Kulit Berjerawat!

Thursday, 21 April 2016

Sejuta Permasalahan di Kampung Sri Rahayu Purwokerto

Hari Jumat, 15 April 2016 ceritanya aku dan sepupu aku Fitri yang juga sedang studi S2 di PSDK (pembangunan sosial dan kesejahteraan) berkunjung ke kampung Sri Rahayu. Letak kampungnya itu dibelakang taman kota andang pangrenan Purwokerto. Aku sih nggak ada perlu sebenernya cuman nemenin sepupu aja yang mau penelitian buat thesis di kampung itu. Dan pengin tahu juga sekarang kondisi kampung Sri Rahayu seperti apa, setelah terakhir kesana kurang lebih pas semseter 5 jaman S1 dulu. Dulu juga aku cuma tahu sekilas tentang kampung Sri Rahayu. Iya tahu bahwa kampung ini penuh masalah, dan hanya sebatas itu.

Sesampainya di kampung Sri Rahayu kondisi masih terlihat sama seperti dulu.. kumuh dan kotor. Kita berdua langsung menuju rumah Pak Musofan, beliau ini adalah ketua yayasan Dewi Sri Rahayu. Sebuah yayasan dengan basis pemberdayaan masyarakat kampung Sri Rahayu. Selain sebagai ketua yayasan, beliau juga merupakan salah satu orang yang ditokohkan di kampung tersebut. Rumahnya tepat disebelah sanggar Dewi Sri Rahayu dan di depan satu-satunya musola di kampung tersebut. Rumahnya pun sangat sederhana, dindingnya masih terbuat dari sejenis triplek tapi lebih tebel.. apa tuh namanya ya?? Kesan pertama bertemu bapak ini beliau sangat sederhana penampilannya, menggunakan kaos oblong dan celana panjang. Malah sedikit terkesan awut-awutan dan jauh dari rapi. Setelah mengobrol, kita baru tahu kalau Pak Musofan ternyata dulu mahasiswa lulusan STAIN Purwokerto jurusan pendidikan agama. Beliau datang ke kampung ini pada tahun 2001 karena prihatin melihat kampung ini tidak memiliki tempat ibadah sekaligus tidak terjamah pendidikan agama. Pak Musofan pada akhirnya memutuskan menetap di Kampung Sri Rahayu dan ingin mengabdi di kampung ini dengan niat memberikan pendidikan agama kepada masyarakat kampung. Subhanalah.. sungguh aku tersentuh dan berfikir.. 1001 lah lulusan mahasiswa yang mau mengabdikan diri untuk kehidupan sosial, apalagi sampai memutuskan menetap di kampung itu.

Sedikit sejarah tentang kampung ini, mayoritas penduduk kampung adalah pendatang. Jadi mereka bukanlah orang asli Purwokerto/ Banyumas. Kebanyakan dari mereka berasal dari kota-kota besar. Mereka terbuang dan terkucilkan dari keluarga dan saudara sehingga tidak memungkinkan untuk bisa kembali lagi ke kota asal. Rata-rata dari merekapun adalah orang-orang bermasalah, yang pada akhirnya mereka menetap di kampung Sri Rahayu dan beranak pinak di kampung ini. Kampung ini kurang lebih memiliki 250 KK dengan beragam pekerjaan serta sekitar 200 anak usia sekolah, 50 diantaranya mereka tidak bersekolah.


Sanggar Dewi Sri Rahayu (tempat kegiatan yayasan Sri Rahayu)


Satu-satunya mushola di kampung Sri Rahayu


Rumah Pak Musofan disebelah sanggar & didepan mushola


Kondisi kampung Sri Rahayu


Kondisi kampung Sri Rahayu


Kita membahas banyak hal, dan sesungguhnya aku sangat antusias dan lebih banyak bertanya daripada sepupuku yang mempunyai hajat untuk bikin thesis. Ini adalah sebuah fakta dan realita kehidupan, sebuah permasalahan sosial yang sesungguhnya bukan menjadi PR pemerintah. Tapi itu PR kita bersama sebagai warga negara, sebagai generasi muda, seberapa besar kita memiliki kepedulian untuk memberikan solusi terhadap masalah sosial. Kampung Sri Rahayu ini diibaratkan Los Angles nya kota Purwokerto. Semua pekerjaan yang sedikit menyimpang ada disini: gelandangan, pengemis, PSK (PSK cewe, PSK gig*l*, PSK waria), copet, preman, dan segala bentuk pekerjaan yang tidak wajar hampir lengkap ada disini. Bedakan dengan Doli di Surabaya dan Sarkem di Jogja apa permasalahan kedua tempat tersebut? Yap prostitusi. Sedangkan di kampung Sri Rahayu warganya memiliki permasalahan yang sangat kompleks, lebih dari sekedar prostitusi.

Apa yang terjadi di kampung Sri Rahayu ibarat lingkaran setan yang akan terus berlanjut hingga kapanpun. Seseorang yang tinggal di kampung tersebut rata-rata tidak mampu mengubah nasib dan keluar dari lingkaran setan. Dari orang tua sampai anak cucunya bisa aja jadi gelandangan dan gak ada kemajuan apapun. Menurut penuturan Pak Musofan, banyak warga kampung Sri Rahayu yang sudah mau berubah. Satu-satunya cara untuk memutus rantai lingkaran setan adalah dengan berhijrah, pergi dari kampung itu selama-lamanya dan menetap di wilayah lain dengan kondisi lingkungan yang lebih kondusif. Kebanyakan dari mereka yang masih menetap di kampung tersebut dan berusaha mencari pekerjaan lain seperti kuli ataupun berjualan, pasti mereka akan kembali ke pekerjaan mereka yang dulu (entah itu jadi pengemis atau copet, dsb). Itu disebabkan oleh kondisi orang-orang sekitar yang tidak memungkinkan diri sendiri untuk berubah. Ingat sebuah pepatah teman kita adalah cerminan diri kita. Kalo temennya preman ya kemungkinan besar kita bisa ikut ketularan jadi preman.

Beberapa waktu yang lalu pemerintah Kabupaten Banyumas mensosialisasikan perda No.16 Tahun 2015 yang isinya kurang lebih seperti ini "Setiap orang/lembaga/badan hukum yang memberi uang dan atau barang dalam bentuk apapun kepada gelandangan, pengemis, pengamen, dan orang terlantar dan anak jalanan di tempat umum diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 20.000.000." Perda tersebut dipasang di papan pinggir jalan di setiap persimpangan lampu merah di Purwokerto. Karena lama di jogja, jadi pas balik dan jalan-jalan di Purwokerto agak kaget gitu sih liat ada papan itu.

Usut punya usut ternyata perda tersebut sedikit menimbulkan kerusuhan -.-. Berdasarkan berita yang aku baca di koran lokal sih tujuan perda Banyumas memasang papan tersebut buat mensosialisasikan tentang perda itu dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat biar tidak sembarangan memberikan uang kepada mereka. Sebenernya maksud pemerintah baik, pemerintah tidak ingin mereka manja dengan hanya bergantung menjadi pengemis dan gelandangan dengan meminta-minta dijalanan. Sebenernya akupun nggak setuju dengan para gepeng (gelandangan & pengemis) itu, dan sekarang aku nggak pernah memberikan uang sepeserpun pada peminta-minta. Apalagi yang kondisi badannya masih sehat, yang sebenernya mereka bisa kerja yang lain kayak jadi PRT, jaga toko, tukang cuci, atau apapun lah yang tidak merendahkan diri mereka. Aku sedikit pilih-pilih kalau mau kasih uang ke para gepeng itu.

Nah apa hubungannya perda ini dengan kampung Sri Rahayu? Jadi mayoritas warga kampung Sri Rahayu adalah para gepeng itu. Awal mula adanya perda itu warga kampung Sri Rahayu tidak terusik dan terganggu sama sekali. Karena pada dasarnya mereka memang tidak tahu menahu, maklum lah mayoritas mereka berpendidikan rendah dan mungkin ada juga yang tidak bisa membaca. Yaa jangankan untuk memahami perda. Ceritanya ada oknum yang masuk ke kampung Sri Rahayu dan sedikit memprovokasi tentang perda tersebut. Mereka berdalih bahwa kalian para gepeng telah dirampas hak-nya untuk mencari nafkah di jalanan. Selain itu gepeng-gepeng tersebut juga diberikan pengetahuan tentang pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi "fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara." Tapi pada kenyataanya yang terjadi adalah jauh dari yang disebutkan oleh UU tersebut. Nah panaslah para gepeng yang diprovokasi oleh oknum, dan mereka sempat demo didepan kabupaten hingga merusak sarpras yang ada disana.

Akibat dari kejadian tersebut, saat ini apa yang terjadi di kampung Sri Rahayu cukup mengkhawatirkan. Kampung ini warganya telah terpecah menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing ceritanya memiliki tujuan yang berbeda (passion-nya beda gituu). Kelompok pertama adalah mereka yang melakukan demo di kabupaten. Mereka adalah orang-orang yang minta diakui keberadaan dan eksistensinya sebagai gepeng. Dalam artian, mereka kekeuh mau jadi gepeng aja dan nggak mau berubah. Kelompok kedua adalah kelompok yang masuk kedalam binaan Pak Musofan di yayasan Dewi Sri Rahayu. Dimana kelompok ini adalah yang menginginkan perubahan nasib lebih baik. Mereka ingin keluar dari lingkaran setan yang membelenggu diri mereka. Kelompok ketiga adalah kelompok para penguasa dan konglomerat kampung Sri Rahayu yang memiliki kepentingan tertentu. Dan pada intinya kelompok ketiga ini tidak ingin warga kampung Sri Rahayu berubah menjadi lebih baik, agar si empunya kepentingan semakin kaya raya.

Oke sekarang aku ikut pusing hehe... Selanjutnya aku tanya ke Pak Musofan. Sejauh ini bagaimana nasib orang-orang yang ingin berubah? Apa yang telah yayasan ini lakukan untuk mereka yang mau berubah dan apa yang pemerintah sudah lakukan untuk mengatasi hal ini? Sejujurnya saya males ngomongin pemerintah.  Jawaban Pak Musofan begini: Banyak diantara warga yang ingin berubah, dan memiliki pekerjaan yang lebih baik. Mereka tergabung dalam kelompok ibu-ibu PKK, bapak-bapak, dan remaja. Pak Musofan awalnya lebih banyak memberikan pendidikan agama pada mereka-mereka yang ingin berubah. Lambat laun Pak Musofan juga sering bekerjasama dengan akademisi dan pemerintah untuk program-program pemberdayaan. Dari pemerintah sendiri sering melakukan pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan pemberian ketrampilan seperti menjahit dan lain sebagainya kepada masyarakat. Beberapa kalangan akademisi juga pernah mengadakan program-program tertentu di kampung ini. Beberapa kali ada juga mahasiswa yang tertarik penelitian di kampung ini. Kata Pak Musofan, warga seringkali bilang ke mahasiswa tersebut begini: "Mbok ya jangan penelitian tok, tapi kasih lah sesuatu buat kami." Maksudnya jangan cuma penelitian aja, tapi diharapkan kehadiran mahasiswa tersebut dapat memberikan perubahan nasib bagi mereka (dalam artian menolong mereka untuk keluar dari lingkaran setan). Duhh jujur aja aku sedih dengernya dan merasa ikut tertampar *plak*

Bapak-bapak, ibu-ibu dan remaja diberikan pelatihan kewirausahaan. Pak Musofan juga sempat menunjukkan hasil karya remaja kampung (lemari pakaian). Mereka mendatangkan pelatih/orang yang ahli dan membuat lemari pakaian. Intinya mereka selalu mendatangkan mentor untuk memberikan pelatihan ketrampilan. Ibu-ibu sempat diajari berwirausaha dengan dikursuskan menjahit, memasak (bikin cemilan, keripik dll), diberikan pengetahuan tentang pengemasan produk usaha, dan diberi modal berupa peralatan untuk usaha. Nah apa yang terjadi? mereka sangat semangat untuk membuka usaha. Bahkan mereka patungan bersama-sama untuk modal bahan bakunya. Mereka melakukan produksi dan mengemas produk mereka dengan menarik. Kemudian masalahpun muncul. Mereka tidak dibekali dengan ilmu pemasaran. Produksi jalan, tapi mereka tidak tahu harus kemana menjual produk-produk mereka. Padahal kesuksesan dari sebuah bisnis adalah marketing, sistem bisnis yang baik. Mereka harus paham ilmu itu.

Aku sering mendengar anggapan miring tentang warga kampung ini. "Mereka ya gitu tuh percuma dikasih pelatihan atau modal, ujung-ujungnya yaa nggak berguna mereka balik ngemis lagi." Anggapan ini menurutku tidak sepenuhnya benar, dan nggak bisa juga ditelan mentah-mentah. Banyak faktor yang menyebabkan mereka bertindak seperti itu, dan itu juga bukan sepenuhnya salah mereka. Hal pertama yang perlu dibangun dari warga kampung Sri Rahayu untuk mau berubah adalah kesiapan mental, mental harus kuat untuk menghadapi perubahan yang signifikan. Peralihan pekerjaan dari gepeng menjadi wirausahawan merupakan perubahan yang cukup jauh. Ketika mereka menjadi gepeng, mereka hanya perlu meminta-minta dan uangpun masuk ke kantong. Sedangkan ketika berwirausaha harus mau sedikit lebih repot dan pusing. Mau memproduksi, mau menjual dan perputaran uang lebih lama karena mereka harus mendapat pembeli dulu agar uang masuk ke dalam kantong. Dikarenakan tidak memiliki pengetahuan tentang pemasaran, produk-produk mereka pun nggak laku. Tidak ada pembeli. Padahal kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi. Mereka memiliki keluarga yang harus dinafkahi dan membutuhkan uang untuk membayar tagihan-tagihan. Pada akhirnya mereka kembali kejalanan menjadi gepeng dan menjual peralatan yang dimodalkan oleh pemerintah. Mereka berpikir bahwa alat-alat tersebut tidak menghasilkan apapun.

Setelah melihat fakta di atas bagaimana pendapat kalian? Miris sekali bukan. Aku merasa amat sangat kasihan pada mereka warga kampung yang ingin merubah nasib hidupnya. Tapi mereka terhalang banyak kendala terutama ilmu pengetahuan. Apa yang sekarang mereka butuhkan? Mereka membutuhkan pendampingan secara intensif, terus-menerus dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pendampingan ini dilakukan hingga mereka dirasa cukup mandiri untuk berwirausaha sendiri,  memahami sistem bisnis, memiliki ilmu, dan sudah paham apa yang harus dilakukan. Kita hanya perlu membantu mereka membuatkan sistem pemasaran yang baik. Mengenalkan apa itu segmentasi pasar, bagaimana agar produk laku dijual dan bisa memproduksi barang secara kontinyu. Hal ini perlu didampingi oleh orang-orang yang memiliki ilmu tentang pemasaran. Tidak harus seorang yang profesional dan ahli, yang penting cukup mengerti dan paham dasar dari kegiatan jual-beli. Karena faktanya mereka juga tidak mau sistem yang ribet, mereka cukup dibekali dengan pengetahuan yang bisa dengan mudah mereka pahami. Melalui tulisan ini aku ingin mengajak kepada siapa saja yang peduli akan kampung Sri Rahayu untuk bersatu dan membantu memberikan ilmu serta pembekalan wirausaha kepada mereka. Aku dengan senang hati menyambut siapa saja yang ingin bergabung membantu mereka.

Gagasanku adalah, aku membayangkan kampung ini memiliki kelompok usaha dimana mereka nantinya mampu mandiri dengan kelompok usaha tersebut. Kelompok usaha dapat dibagi menjadi beberapa divisi seperti divisi produksi, divisi pengemasan, divisi pembelian bahan baku, divisi keuangan, dan divisi pemasaran/sales. Produk-produk hasil usaha kampung ini tergolong produk umkm, yang dibantu sistem pemasarannya hingga mereka memiliki segmentasi pasar dan pelanggan yang  melakukan order dalam jumlah besar serta melakukan order secara kontinyu. Jika sistem pemasaran produk ditujukan pada pedagang besar (dalam artian penjual pihak kedua) diharapkan warga kampung Sri Rahayu dapat memproduksi produknya dengan jumlah yang lebih besar. Otomatis dengan sistem produksi yang besar ini akan menyerap banyak tenaga kerja untuk memproduksi.  Cara seperti ini diharapkan mampu menarik perhatian warga lain untuk turut bergabung dan merubah nasibnya. Hal ini juga bisa menjadikan kampung Sri Rahayu menjadi desa binaan yang mempu memberikan inspirasi bagi desa-desa lainnya. Semoga.
Continue reading Sejuta Permasalahan di Kampung Sri Rahayu Purwokerto

Thursday, 14 April 2016

Jurusan IPA atau IPS itu Sama Saja




Merasa terprovokasi dengan judulnya? Hahaha, mungkin iya bagi kalian yang alumni IPA, atau masih sekolah jurusan IPA. Kalo aku sih enggak, soalnya dulu ambil jurusan IPS! hahahaha. Dasar provokator. Flashback ke jaman SMA dulu, rata-rata penjurusan SMA itu dua jalur.. IPA dan IPS. Beberapa SMA ada yang menyertakan penjurusan bahasa, tapi itupun sangat jarang sekali.
Apa yang membedakan kedua jurusan ini? Nggak ada yang beda kok, sama aja. Terserah kalian kan mau pilih jurusan yang mana sesuai minat kalian??

Tapi.. ini dia stigma turun temurun dan mungkin masih melekat hingga sekarang tentang jurusan IPA dan IPS yang menurutku menjerumuskan ke dalam lubang neraka jahanam!*emosi* Dimana - mana orang pada umumnya menyepakati kalau anak IPA itu dicap sebagai anak yang pinter - pinter, kalem, rajin belajar, kutu buku, calon orang sukses, bikin orang tua bangga (pamer kemana-mana) beuhhh.
Sebaliknya anak IPS udah bandel, males - males, nakal, suka bolos. IYA emang iya bener aku dulu begitu hahaha.

Masih inget jaman dahulu kala ketika naik kelas dua SMA dan harus menentukan pilihan antara IPA dan IPS. Ya jelas lahhh milih IPS banget.. alasan pertama nggak bakat itung-itungan (aku benci segala hal yang berhubungan dengan itung-itungan), alasan kedua masa mudaku akan terenggut dengan belajar hal-hal yang bakal bikin ribet (dan mungkin ga bakal kepake di dunia kerja?!). Temen se-geng aku masuk IPA semua (4 anak) dan aku masuk IPS sendiri. Suatu hari ketika liburan sekolah naik kelas dua SMA kita se-geng silaturahim ke rumah mantan Ibu wali kelas. Ditanyain tuhh kita semua pada masuk ke jurusan apa. Empat anak itu bangga dong nyebutin kalo dirinya masuk IPA, dan aku sendiri kayak anak tiri masuk IPS. Terus yang bikin kesel, Ibu wali kelas menatapku dengan tatapan agak sedih gitu sambil bilang "ga pa-pa ya masuk IPS, tiap jurusan kan ada kelebihan masing-masing". Ya Tuhannn kesel pake banget, yaa emang aku nggak pa-pa.. gak perlu dikasihani gitu kali bu -.- Bahkan Ibu guru pun mereka mengiyakan stigma tentang anak IPA dan IPS.

Pengalaman lain, masih tentang temen satu geng kala SMA. Sebenernya tuh waktu itu anak satu geng (5 anak termasuk aku) yang masuk ke IPA ada 2 anak, 3 sisanya termasuk aku masuk IPS. Tapi yang lucunya pake banget kedua temen aku ini nggak terima masuk IPS, mereka ngotot minta masuk IPA. Aku sampe geli gitu ingetnya, mereka dateng ke guru nangis - nangis minta tambahan buat remidial biar bisa masuk IPA.. terus mereka janjiin ini itu ke guru. Yang menurutku janjinya terlalu mustahil untuk diwujudkan wkwkkw. Ditambah mereka berdua yang gak terima dimasukin IPS itu nangis bombay curhat ke kita - kita sambil bilang "Ya Allah aku nggak mau masuk IPS. Aku pengen besok jadi ini (profesi yg berkaitan dengan jurusan IPA). Gak mungkin banget kan kalo aku masuk IPS." Sambil menenangkan dan membatin.. ya ampun ini anak lebaynya... (dan akhirnya mereka berdua bisa dipindahin masuk ke IPA).

Seminggu pertama adalah waktu kebebasan kita buat nentuin akan lanjut di jurusan yang kita pilih atau pindah ke jurusan lain.  Aku masih inget banget dan nggak mungkin bakal aku lupain. Ada temen satu kelasku di jurusan IPS namanya Ica (nama samaran) yang minta pindah ke jurusan IPA. Geng aku (langsung punya geng baru nih) langsung nanyain ke si Ica kenapa kok pindah? Tahukah apa jawabannya?
Jawaban Ica begini "Aku kalo masuk di jurusan IPS mau jadi apa besok? Mending ke IPA kan jelas."
Kita se-geng emosi tingkat dewa denger alasan Ica pindah jurusan, dan ngumpat sejadi-jadinya. Huh, dia pikir dia siapa? Kurangajar banget tuh anak bilang begitu! Dia pikir bakal sukses gitu kalo masuk jurusan IPA? Gak liat ya orang yang diajakin ngomong tuh jurusan IPS? Kira - kira begitulah umpatan kita waktu itu, hihi lucu kalo inget.

Enam tahun berlalu sejak kita lulus SMA. Masing - masing dari kita sudah menentukan jalan hidup yang dipilih. Temen se-geng ku ketika dulu kelas satu SMA juga udah keliatan mereka arahnya kemana. Keempat temenku yang IPA: temen pertama sekarang sedang koas kedokteran (dia emang niat jadi dokter dari dulu), yang kedua gak lanjut kuliah karena ga ada biaya sekarang jadi admin di sebuah yayasan, ketiga jadi guru matematika SMA, keempat jadi CS di salah satu perusahaan provider (temen ketiga dan keempat ini yang dulu nangis - nangis karena gak terima dimasukin ke IPS), dan aku (IPS) terdampar di S2 UGM karena masih obses pengen jadi dosen hehe). Terus soal si Ica nih, nggak tau juga dia gemana kabarnya. Penasaran sih sebenernya.. apa dia udah jadi dokter atau mungkin menteri atau bidan, perawat? Entahlah kita buktikan di masa depan kamu jadi apa Ca *nantangin*

So, lihatlah bagaimana menurut kalian apakah jurusan IPA itu bisa menjamin sebuah kesuksesan? Aku nggak lagi menjelek - jelekkan jurusan IPA ataupun membela jurusan IPS. Tapi ayo kita berpikir maju kedepan, thinking out of the box, jangan terpengaruh stigma yang menjerumuskan diri kalian. Dunia ini terus berubah dengan cepat, sudah bukan jamannya merasa tinggi hati dengan masuk IPA dan merasa malu dengan masuk IPS.

Yang menentukan kesuksesanmu kelak adalah kemauan, cita - cita, keyakinan, dan kerja keras. Mungkin pilihan akan jurusan IPA atau IPS bisa dilakukan dengan bijak jika kamu tahu dan paham apa yang akan dilakukan pada masa mendatang. Misalnya, sudah sangat mantap untuk jadi dokter ya masuklah jurusan IPA. Ataupun jika memang kamu merasa ingin menjadi akuntan masuklah di jurusan IPS. Itu contoh yang amat spesifik. Nah kalo maunya masih nggak jelas gemana?? Masuklah ke jurusan yang paling kamu kuasai dan bikin kamu nyaman untuk belajar selama 2 tahun ke depan. Percayalah apa yang dipelajari disekolahan tidak sepenuhnya bisa digunakan di dunia nyata yang kejam ini. Provokasi lagi deh.

Beberapa temen aku yang masuk IPA ataupun IPS banyak yang mulai keliatan mereka sukses di bidang pekerjaan masing-masing, ada yang masih merintis karir, ada yang lanjut studi master juga, dan ada yang memustuskan berwirausaha. Yaa pada akhirnya kita punya jalan masing-masing, dan di kehidupan nyata kita tidak memandang apakah dulu jurusan IPA atau IPS. Sekarang semuanya sama, tinggal bagaimana kita berjuang meraih impian. Banyak kasus orang sukses dan dulu sekolahnya di jurusan IPA dan yang gak sukses juga ada.. begitu pula sebaliknya dengan jurusan IPS. Bahkan yang dulu nggak sekolah sekarang sukses juga ada (itu beda lagi urusanya ya). Dan asal kalian tahu, pekerjaan yang kita hadapi di masa depan seringkali juga nggak nyambung dengan jurusan yang dulu kita ambil. Hal itu wajar banget terjadi, karena hidup ini misteri kita nggak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Bahkan rencana dan cita-citamu semasa dulu bisa saja berubah seiring berjalannya waktu dan berkembangnya pemikiran. Temen aku yang dari jurusan IPA sekarang ada yang kerja jadi bankir, developer, pengusaha, PNS. Begitu juga yang IPS ada yang jadi fotografer, pengusaha, guru, perhotelan, ritel dan lain sebagainya.

Sebenernya yang paling penting itu kita tahu dulu nih apa yang menjadi kesenangan, hobi dan passion. Jadikan hal tersebut sebagai cita-citamu dan pekerjaanmu kelak. Apa yang menjadi keinginanmu, lakukanlah dan raihlah. Jangan berlama-lama membuang waktu dengan mengerjakan sesuatu yang tidak disukai. Jangan sampai kehilangan arah dan tidak tahu mau jadi apa di masa depan (ini yang bahaya). Jadi kesimpulanya wahai kalian anak SMA baik IPA dan IPS kalian sama-sama pintar, sama-sama memiliki peluang untuk sukses dan kaya di masa depan.. pemilihan jurusan tidak akan menentukan kadar kesuksesanmu dan keberuntunganmu tapi kerja keraslah yang mampu membawamu kearah kesuksesan.


Semoga memotivasi :D




Continue reading Jurusan IPA atau IPS itu Sama Saja

Friday, 29 January 2016

((Review)) Erha Hair Growth Shampoo


Shampo ini sebenernya udah lama banget aku beli, jauh sebelum perawatan wajah di erha. Awalnya aku searching-searching  di internet tentang rekomendasi shampo apa yang bagus buat rambut rontok. Yaa secara rambut rontok banget karena sering smoothing, colouring, catok, daan masih banyak lagi. Belum lagi aku berhijab, otomatis kulit kepala lebih berminyak dan harus sering keramas (padahal males banget keramas huhu). Aku juga udah coba segala macem shampo khusus buat rambut rontok, dan nggak ngeliat perbedaan yang signifikan sih. Rambutku masih tetep rontok. Suatu waktu ketika aku searching, aku nemuin ada salah satu blog yang ngereview shampo ini. Dan ternyata yang ngereview shampo ini cukup jarang. Beberapa kali aku nemuin mereka yang review perawatan rambut di erha, bukan mendetil ke shamponya.

Begitu baca review dari sang blogger, aku langsung tertarik nyoba ini shampo. Katanya si blogger sih dia cocok pakai ini dan rontoknya berhenti setelah pemakaian dua minggu. Jadilah aku pergi ke erha buat beli shampo ini. Untuk shampo ini bisa dibeli secara bebas ya di erha apothecary. Oke, ternyata shamponya ada dua ukuran yaitu 125ml dan 250 ml. Harga yang 125ml itu 75ribu, dan yang 250ml itu 129ribu. Karena jatohnya lebih murah yang 250ml, akhirnya aku beli yg ukuran itu. Tapi belakangan aku agak nyesel beli ukuran ini, harusnya nyoba dulu beli yg ukuran kecil buat tau cocok enggaknya. 

Sorenya langsung aku coba tuh shampo. Warnanya bening gel gitu dan nggak ada baunya. Maksudnya nggak bau harum kayak shampo-shampo pada umumnya. Pakainya juga harus agak banyak, karena busanya sedikit jadi aku ngerasa kayak nggak shampoan dan nggak bersih gitu. Shamponya juga nggak mengandung conditioner, jadi setelah pakai shampo ini rambut emang terasa kering banget. Tapi katanya sih, shampo yang bagus untuk rambut rontok emang yang model begitu (nggak berbau, dan nggak mengandung conditioner).  Pemakaian pertama yaampun deh pas keramas rontoknya minta ampun serem banget dan agak nyut-nyutan gitu kulit kepalaku. Aku mikir jangan-jangan aku nggak cocok pakai shampo ini. Soalnya pas kramas malah rontoknya banyak banget. Tapi aku tetep posthink dulu sih. Trus mencoba buat rutin keramas seminggu 2-3x kramas. Hasilnya rontoknya aku ngerasa lumayan berkurang. Menjelang pemakaian sebulan numbuh rambut-rambut baru dibagian kepala depan sebelah kiri (karena emang agak botak gitu tadinya). Dan sekarang rambut yang bekas botak itu udah numbuh lebat dan panjang.

Sebenernya sih untuk pemakaian shampo ini harus diselingi dengan pemakaian serum erha. Tapi males banget mau beli, nggak ramah di kantong hehe. Katanya buat kondisi rambut rontok yang parah lebih baik konsultasi ke dokternya buat dikasih rangkaian perawatan untuk rambut. Berdasarkan review blogger yang aku baca sih biayanya sekitar 700-800 dan ada obat minumnya juga sejenis zinc.

Sampai sekarang udah pemakaian ada 5 bulan (awet banget shamponya belum habis-habis) hasilnya rambutku masih rontok :(. Tapi mungkin bukan salah shamponya juga sih, tapi salah aku yang males keramas hehehe. Tips aku buat yang mau pakai shampo ini, keramasnya harus rutin dan teratur. Karena aku ngerasain banget rontokku berkurang di awal satu bulan pemakaian karena jadwal keramas yang rutin. Belum lagi yang berhijab, jangan nunggu rambut lepek dulu baru keramas. Kadang kalo keramasnya dalam kondisi rambut yang lepek banget justru pas keramas tambah banyak yang rontok. Selain itu juga harus diimbangi dengan banyak minum air putih, konsumsi sayur dan buah.

Kelebihan :
Rontok berkurang
Rambut cepet numbuh
Awet (bisa dipakai berbulan-bulan)

Kekurangan:
Efeknya rambut kering setelah keramas (bisa diakalin pake vitamin rambut setelah keramas, kayak elips).
Meski rontok berkurang, tetap belum bisa menghentikan rambut rontok aku :(

Repuchase??
Fifty-fifty deh
Continue reading ((Review)) Erha Hair Growth Shampoo

Wednesday, 27 January 2016

((Review)) Erha Clinic dan Jerawat Part II


Awal mula aku dateng ke erha itu tanggal 11 desember 2015, setelah kontrol aku dipesenin dokternya buat kontrol lagi 4 minggu kemudian. Berarti jadwal kontrol kemudian jatohnya tanggal 11 januari 2016. Sejauh ini seperti yang aku ceritain dipostingan sebelumnya kulitku mengalami kemajuan yang cukup signifikan dan memuaskan. Tapi suatu ketika, kira-kira 10 hari sebelum kontrol tiba-tiba kulitku gatel-gatel gitu di leher dan ada bentol merahnya. Seing aku garukin karena gatel banget, belum lagi kalo kena keringet siang hari dan ketutup jilbab jadi tambah gatel. Awalnya aku itung cuma ada lima bentolan dan lama-lama makin banyak. Lalu akupun tersadar ini bukan gatel tapi jerawat!!! Duh pengen nangis gueehhh.. giliran muka bersih malah leher jerawatan T.T. Karena leher jerawatan, jadi aku pakai krim wajah dan facial foamnya sampe leher juga. Agak kesel, jengkel gemanaa gitu karena seumur-umur nggak pernah deh aku jerawatan di leher apa lagi banyak banget gini dan munculnya dalam waktu singkat pula!

Aku telat kontrol satu hari, harusnya tanggal 12 januari tapi karena ada surprise party jadi aku kontrol tanggal 13 januari. Posisi waktu itu obat minum udah abis semua tapi krim muka dan facial foam masih  banyak dan aku pikir masih cukup buat setengah bulan kedepan. Awalnya galau mau kontrol apa enggak, tapi mumpung lagi di Jogja dan belum mudik akhirnya aku putuskan buat tetep kontrol, kalopun dikasih resep bakal aku tebus setelah krimnya habis di erha purwokerto. Diperiksalah sesampainya di erha. Begitu dateng ditanyain apa aja perubahannya dan apa ada keluhan, akupun cerita bla..blaa.. Eh tiba-tiba dokternya tanya, di leher jerawatan gak?? Nahh ini kok tau sih aku jerawatan dileher padahal belum ngomong deh.  Dan jilbabku ku copot buat nunjukkin kalo bener jerawatan dileher. Karena penasaran aku tanya tuh kok bisa nongol jerawat di leher dok?? Jawaban dokternya nggak memuaskan bangett, dia cuma bilang iya mba memang biasanya selalu ada kemungkinan buat muncul di leher. Yakali dok, tapi penyebabnya apa gitu -,- jawaban dokternya gitu-gitu aja deh. Akhirnya aku menyimpulkan sendiri kalau itu ternyata jerawat menjelang mens yang gruduggan minta ampun banyaknya di leher. Soalnya biasanya menjelang mens aku jerawatan di muka. Tapi ini di muka gak muncul jerawat sama sekali.. behhh nggak gini juga kali wat! DOkter menyarankan krimnya dipakai sampai leher. Seperti biasa selesai kontrol, wajah aku difoto lagi, kemudian dibuatkan resep, beberapa krim wajahnya ditingkatin dosisnya. Kata dokter kalo agak perih di wajah di selang-seling sama krim yang dulu. Resepnya hampir sama kayak pas kontrol pertama, dan masih tetep minum antibiotik juga.

KArena krim ku masih semua, jadi yang aku tebus cuma biaya konsultasi sama biaya obat minum. Tapi malah aku disuruh acne peeling sama dokternya. Awalnya mikir-mikir sih karena kata temenku mahal, tapi kata dokter aku butuh acne peeling buat ngeringin sama ngempesin jerawat yang di leher (strategi maarketing lagi dan anehnya aku tergoda). Jadilah aku acne peeling kurang lebih 30 menit. Dan rasanyaa muka perih sampe dua hari. Lumayan cekit-cekit, panas, dan perih banget di muka gitu peeling nya. Setelah peeling aku nggak boleh panasan dan olahraga selama 3 hari kedepan, disarankan juga untuk hanya menggunakan krim pagi aja (jgn pakai krim malam dulu).

Aku bayar deh ke kasir totalnya 588 ribu,, duhh mahalnyaahhhh.... rinciannya acne peeling 350 ribu, konsultasi 100 ribu, antibiotik 138 ribu. Efek setelah peeling masih perih gitu sampai besoknya apa lagi kalo kena air, tambah deh perih banget.  Memasuki hari kedua after peeling wajah lebih bersih dan kulit mengelupas. Asli deh muka ku jadi bersih cerah gitu (efeknya lebih putih). Sampai sekarang juga lebih cerahan muka ku, jerawat kering dan kempes, kulit lebih kenceng dan keliatan lebih seger/muda (perasaanku sih, haha). Dijadwalin buat next peeling dua minggu kemudian atau 26 januari. Dan meskipun hasilnya bagus dikulit tapi jujur aja males buat peeling lagi karena nggak kuat panas perihnya itu lhoo nyiksa banget.. huhu.. Next kontrol bulan februari, tunggu update selanjutnya ^^

Continue reading ((Review)) Erha Clinic dan Jerawat Part II