Tuesday, 23 May 2017

((Pengalaman)) Klaim Kacamata melalui BPJS Kesehatan

Ini masih fresh from the oven , karena aku klaim kacamata itu baru banget kemaren. Btw tadinya aku nggak tau kalo punya BPJS Kesehatan itu dapet subsidi buat bikin kacamata. Terus aku searching-searching dan ternyata bisa. Uhh seneng banget taunya, lumayan lah bisa periksa mata gratis sekaligus dapet subsidi bikin kacamata. Secara aku lama banget udah nggak periksain mata sekaligus nggak ganti kacamata, mungkin udah ada tiga tahun nggak cek mata. Ditambah lagi akhir-akhir ini karena mengerjakan tesis aku hampir setiap hari ngadep laptop dan handphone. Takutnya minus-ku nambah lagi. Sedikit cerita dari aku sebagai pengguna BPJS nih.. semenjak punya BPJS (baru sekitar 3 bulan punya) aku jadi orang paling nggak mau rugi haha. Tadinya aku itu tipe orang yang nggak suka ke dokter, kalo sakit biasa paling cuma ke apotek beli paracetamol sama minum vitamin. Tapi semenjak ada BPJS nggak enak badan dikit pasti ke dokter.. ya maklum gratisan, lumayan lah kan udah bayar jadi harus dimanfaatin semaksimal mungkin πŸ˜† suamiku yg nggak suka ke dokter juga aku komporin buat manfaatin BPJS, ya buat periksa mata lah, apa ke THT, apa ke dokter kulit 😜



Back to topic.. langsung aja alurnya begini, pertama dateng ke faskes 1 bawa kartu BPJS asli dan fotokopiannya 1 lembar. Bilang mau minta rujukan buat periksa mata. Nanti dibikinkan surat rujukannya, dan ditawarin mau ke dokter mana. Aku pilih periksa di Geriarti Margono (dan ini salah banget milih disini -.- karena antrinya lumayan). Kalo kata adik aku yg cepet itu periksa mata di katarak centre, nggak begitu rame dan cepet prosesnya. Setelah dapet rujukan, rujukan itu dibawa ke dokter tujuan. Karena aku di rumah sakit jadi aku dateng langsung ke rumah sakit, ambil nomer antrian untuk pendaftaran. Nah buat pengguna BPJS lagi-lagi dimintain fotokopi BPJS nya sama fotokopi identitas diri bisa SIM/KTP. Karena aku pemilik BPJS kelas 1 dijelaskan sama petugasnya kalo nanti ada tindakan penanganan dari dokter atau ada tambahan obat dikenakan biaya tambahan yang nominalnya nggak lebih dari 250 ribu. Ehm.. yah nggak banyak-banyak banget lah. Oke waktu lagi antri daftar aku juga ada cerita lagi.. jadi ada embah-embah (mbah putri) udah tua banget mungkin umur 78-an jalannya juga pake tongkat, sendirian lagi antri juga duduk disebelahku mau periksa (tapi nggak tau mau ke dokter apa) pake BPJS kesehatan. Pas daftar dan di cek, ternyata BPJS nya nggak aktif, jadi nggak bisa pake BPJS. Dia bingung kan kenapa, trus ngeluarin hape-nya minta tolong ke suamiku buat teleponin anaknya. Suruh tanya, BPJS-nya udah dibayarin belum karena yg bayar BPJS itu anaknya. Akhirnya suami telepon anaknya si embah itu, berkali-kali di telepon nggak di angkat. Dan si embah pun pasrah, yaudah nggak apa nanti saya coba telepon lagi (kata si embah itu). Suamiku cerita, katanya sekarang banyak banget orang yg maunya enak sendiri mereka bikin BPJS kalo pas mau dipake aja. Jadi kalo udah sakit baru bikin BPJS, atau bikin BPJS tapi nggak di bayar iurannya, dibayarnya nanti kalo udah mau dipake buat periksa ke dokter. Nah ya kan mana bisa kek begitu ya -__- (tolong yg begini-begini ini jangan ditiru).

Selesai pendaftaran aku langsung menuju poli mata. Pertama ngasih surat-surat yang dibawa dari petugas pendaftaran ke perawat mata. Setelah di cek suratnya, mata kita diperiksa sama perawatnya. Kelar di periksa nunggu antrian buat periksa ke dokter. Mungkin antri sekitar setengah jam trus mata ku di cek sama dokternya. Katanya mata ku kondisinya bagus sih, dan minusnya nggak nambah. Alhamdulilah lega dengernya. Nggak perlu ada tambahan obat juga cuma harus ganti kacamata aja.  So.. nggak ada biaya tambahan juga alias gratis. Dari dokter aku dapet surat rujukan buat ke BPJS Kesehatan yang fungsinya nanti buat klaim kacamata. Jadi kelar periksa harus ke BPJS kesehatan lagi buat minta cap pengesahan sama daftar optik-nya.

Besoknya aku langsung ke BPJS kesehatan, nggak perlu antri cuma bilang ke satpamnya aja mau minta cap untuk rujukan ke optik dan nanti satpamnya yang ngurus ke dalem. Dan menunggu lagi sekitar 15 menit semua cap-cap itu selesai (karena waktu itu banyak yang minta cap, ada sekitar 10 orang-an yang bareng aku). Surat yang dari BPJS itu disimpen buat klaim kacamata, dan ada lampiran daftar optiknya. Terserah kita mau ke optik yang mana asalkan sesuai dengan list dari BPJS. 

Aku klaim kacamata seminggu kemudian (surat rujukan itu berlaku selama 30 hari). Pertama aku ke optik tiga lima, ini optik paling rame di kota aku. Nggak tau kenapa sih, dulu si karena murah-murah kacamatanya. Sekarang kata temenku udah mahal, tapi tetep rame. Aku kesana, seperti biasa rame banget. Dengan kondisi rame seperti itu petugasnya cuma ada 4 orang. Mbak-mbaknya nggak begitu ramah, aku dateng dicuekin. Nggak ditanya sama sekali. Alhasil aku muter-muter liat-liat kacamata nggak begitu ada yg cocok. Cuma dua kali nyobain kacamata itupun nggak cocok juga. Karena rame, mbaknya nggak fokus ngelayanin satu orang "di sambi" sana-sini ngerjain yg lain. Aku juga jadi nggak bisa leluasa nyobain kacamata. Berhubung males, akhirnya ku pindah optik ke optik merdeka depan SMA 1 Purwokerto. Optik merdeka juga lumayan rame tapi nggak seramai optik tiga lima. Ada tiga orang petugas, dua orang paruh baya satu orang masih muda dan mereka ramah-ramah semua. Yang ngelayanin aku mas-masnya ramah banget dan sabar karena aku milih kacamata lamaa bangeet. Entahlah udah ngacak-ngacak berapa kacamata haha. Disini menurutku lebih murah dari tiga lima. Ada paket frame dan lensa kacamata yang harganya mulai dari 200 ribu/paket. Ada juga yang frame dan lensa-nya terpisah. Harga frame mulai dari 200 ribu sampe yang paling mahal jutaan. Kalo buat lensanya harga mulai dari 100 ribu sampe paling bagus 350 ribu. Oya buat pengguna BPJS dimintain fotokopi kartu BPJS buat dilampirin ke surat rujukan. Nanti buat ngurus-ngurus kayak begini siapin aja fotokopi kartu BPJS sama identitas yang banyak.

Setelah pilih-pilih cantik, akhirnya aku jatuh hati sama frame warna maroon seharga 320 ribu. Untuk lensanya aku pilih yang harga 165 ribu, kata masnya itu udah termasuk bagus anti radiasi, anti debu, anti embun... dan anti-anti lainnya haha. Jadi total kacamataku 485 ribu.  Nah karena BPJS-ku kelas 1, aku dapet subsidi kacamata 300 ribu. Tiap-tiap kelas BPJS subsidinya beda-beda, makin kecil kelas makin dikit subsidinya. Aku bayar kacamata cuma 185 ribu aja, dan itupun ternyata di diskon lagi sama optiknya jadi cuma bayar 150 ribu. Senengnyaa, udah dapet subsidi di diskon pula unnccchhhh bgt dah πŸ˜—Sorenya kacamata jadi dan ketika pulang aku dibonusin fanta satu botol, kata bapaknya buat "sangu" dijalan siapa tau haus hahha. Lucuu bapaknya 😁 puas banget bikin kacamata di optik merdeka, pelayanannya ramah, dapet diskon, dibonusin pula haha, top banget lah. Overall ngurus klaim kacamata menurutku mudah, nggak ribet dan alurnya jelas. Aku bisa rutin periksa mata pake BPJS setiap setahun atau dua tahun sekali, tapii buat klaim kacamata ternyata nggak bisa setiap tahun. Berdasarkan info sih katanya kalo frame cuma bisa tiga tahun sekali, sedangkan lensa bisa ganti dua tahun sekali. 

UPDATE Klaim Kacamata menggunakan BPJS Kesehatan SEPTEMBER 2023

Halo!! Postingan ini aku update dikarenakan terdapat perubahan prosedur klaim kacamata menggunakan BPJS kesehatan. Kebetulan aku baru saja ganti lensa kacamata menggunakan subsidi dari BPJS kesehatan. Kenapa baru sekarang di update? Karena aku lama banget nggak pernah klaim kacamata lagi melalui BPJS dan beruntungnya dapat jatah kacamata tiap tahun dari kantor suami. Berhubung ini urgent butuh ganti lensa, karena lensa kacamataku sudah berjamur + sering pusing jadilah aku mencoba memeriksakan mata & klaim kacamata menggunakan BPJS kesehatan lagi. Berikut langkah-langkahnya:

1. Datang ke faskes 1 untuk minta surat rujukan ke dokter/klinik spesialis mata & klaim kacamata. Dokter umum dari faskes 1 akan mengarahkan klinik yang akan menjadi rujukan tingkat 2 (biasanya ada beberapa pilihan klinik/dokter/RS, kita bisa pilih yang mana).

2. Datang ke klinik rujukan dengan membawa surat rujukan dari faskes 1 beserta KTP dan kartu BPJS kesehatan. Dokter akan memeriksa dan memberikan resep obat (jika diperlukan) & resep kacamata.  Legalisir resep kacamata di bagian pendaftaran klinik. Resep tersebut sudah bisa digunakan untuk klaim kacamatan di optik yang bekerjasama dengan BPJS.

3. Datang ke optik yang bekerjasama dengan BPJS dengan membawa resep kacamata yang sudah di legalisir di klinik. Untuk BPJS kelas 1 mendapat subsidi sebesar Rp 330.000,00

Prosesnya jauh lebih cepat dan mudah! Sat set wat wet, nggak nyampe sehari kelar! 

Semoga bermanfaat :)

Continue reading ((Pengalaman)) Klaim Kacamata melalui BPJS Kesehatan

Monday, 22 May 2017

Wisuda Pascasarjana UGM

Yeaaaaaaaaaaaaaayyy!
Akhirnya wisuda! Alhamdulilah selesai sudah studi S2 ini yang ditempuh dengan berdarah-darah 😁 dan tepat waktu sesuai targetku bisa wisuda 19 April 2017. Yang bikin aku lebih bersyukur lagi adalah aku bisa menyelesaikan S2 ku ini dalam waktu 1,6 tahun. Menurutku 1,6 tahun itu udah cukup singkat tapi ternyata ketika kemaren prosesi wisuda ada yang bisa nyelesein S2 dalam waktu setahun aja, IPK-nya 4.00 pula. Otak macam apa itu πŸ˜† Aku jadi mahasiswa pertama yang lulus dari angkatan 2015. Temen-temenku bilang aku kecepetan. Sebenernya enggak juga sih, karena sejak aku mengerjakan proposal tesis semuanya aku rencanakan dengan baik. Meski untuk mencapainya amat sangat nggak mudah. Karena hingga sekarang aku nulis ini bahkan masih ada temen seangkatanku yang Bab 1 pun belum selesai :(




Sebelumnya aku pernah posting disini tentang pembuatan rencana waktu tempuh studi S2 untuk beasiswa unggulan. Ternyata perencanaan waktu tentang studi S2 yang dulu aku buat memang sangat berguna. Di awal mengerjakan proposal tesis, aku buat ulang perencanaan waktu khusus untuk mengerjakan tesis. Aku targetin dengan jelas beserta tanggal dan harinya kapan harus selesai mengerjakan proposal, kapan seminar proposal, kapan harus bimbingan, ngerjain revisian, kapan mulai terjun penelitian dan kapan aku harus sidang tesis. Aku bikin se-detil detilnya. Karena apa? kalo nggak begitu entahlah kapan akan lulus haha. Faktanya jika bersungguh-sungguh dan disiplin mengikuti perencanaan waktu yang dibuat Insha Allah semesta pun akan mendukung. Meskipun pada prakteknya sempet ada waktu yang nggak pas alias molor-molor dikit dari target yang ditentuin. Tapi sejauh ini nggak masalah, karena kenyataanya emang adaaa aja kejadian nggak terduga yang sedikit menghambat kelancaran mengerjakan tesis. Kalo aku flashback lagi inget saat-saat mengerjakan tesis itu gila banget. Aku hampir setiap hari ngampus, ngerjain tesis di ruang belajar atau perpustakaan.. dateng pagi banget pas perpus baru buka dan pantang pulang sebelum perpus tutup. Kadang kalo lagi mood, weekend pun aku ngampus. Gilanya kalo ngampus udah kayak orang mau pindahan, selalu bawa tas dua gede. Satu isinya laptop, charger hp, buku-buku, jurnal.. tas satunya lagi isinya perlengkapan cewe 😁 ada makeup, mukena, cemilan, air minum. Yaa maklum seharian ngampus rempong kalo gak bawa perlengkapan macem-macem. Kalo lagi bosen dan eneg ngerjin tesis aku pergi nge-mall sama temen-temenku seharian, gilanya lagi pulang nge-mall malemnya begadang sampe pagi ngelanjutin garap tesis haha. Lucu, dan heran kok bisa sih aku melalui masa-masa itu πŸ˜† Adik aku sempet main di Jogja liburan seminggu dan nginep dikosanku. Seminggu itu aku full dari pagi sampe sore nemenin dia jalan-jalan di Jogja,, malemnya? tetep ngerjain tesis lagi.. meski rasanya capek banget badan kek digebukin. Senggaknya aku harus ngeluangin waktu minimal 2-4 jam sehari buat nyentuh tesis-ku. Kalo kata dosenku, dia ngasih tips biar cepet kelar nulis tesis... caranya luangin waktu setiap hari minimal satu jam buat nulis tesis. Kalo lagi nggak mood, kamu bisa ngelakuin hal lain kayak bikin daftar isi, bikin outline, atau "kulak" bahan (cari-cari referensi/ baca jurnal atau buku yg sesuai dengan topik tesis). Menurutku tips dari dosenku ini cukup berguna sih, dan aku berusaha menerapkan.

Dulu sebelum aku masuk UGM banyak orang-orang diluar sana yang bilang kalo masuk UGM itu susah, tapi keluarnya lebih susah lagi (maksudnya banyak yg nggak lulus-lulus gitu). Ada benernya juga sih omongan orang-orang itu. Tapi nggak sepenuhnya benar juga. Awal kuliah S2 aku nggak kepikiran bakal bisa lulus kurang dari 2 tahun, pikirku yang penting bisa lulus tepat waktu aja udah syukur alhamdulilah banget. Makanya aku nggak ngarep yang neko-neko soal lamanya waktu kuliah. Semua berubah begitu aja ketika aku mulai mengerjakan tesis dan melihat support dari dosen-dosen. Mereka sangat terbuka menerima mahasiswa yang pengen cepet lulus buat konsultasiin topik tesisnya. Di awal pengerjaan proposal karena kita belum dapet dosen pembimbing, kita diperbolehkan konsul sama siapapun dosen yg kita pilih (yang penting janjian aja). Enaknya lagi kalo nggak puas sama dosen satu bisa minta pendapat juga sama dosen yg lain. Dengan cara ini mungkin kita bakal dapet banyak sudut pandang dari pendapat dosen tentang topik tesis tapi di sisi lain juga makin mumet dan bingung saking banyaknya pendapat hehe.

Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan lamanya waktu tempuh studi S2 antara lain ada yang udah kerja (kuliah nyambi kerja), ibu-ibu yang pada sering ambil cuti, ada yang karena bolak balik ganti topik tesis, dosen pembimbingnya susah ditemuin, dan ada juga yang males (ini yg sebaiknya  jangan). Yang mengakibatkan kenapa aku bisa cepet ngerjain tesis adalah aku nggak pernah menunda waktu. Aku berusaha memanfaatkan setiap waktu yang luang untuk mengerjakan tesis. Beberapa temenku kenapa mereka lama mengerjakan, karena banyak yang ngilang begitu aja. Ya males lah, mager, gabut mau garap tesis. Ada juga yang pulang kampung dan mereka asik main males balik ke jogja lagi 😁. Bersyukur banget aku juga dapet dosen pembimbing yang nggak neko-neko, gampang ditemuin, nggak moody, nggak minta macem-macem. Karena dosen yang susah banget juga adaaa.. Bahkan temenku ada yg setiap mau nemunin pembimbing harus siapin mental dulu, yg deg2an lah, yg keringat dingin.. duh kasian banget pokoknya mereka 😟. Ada juga dosen yang sering pergi2 ke luar negeri jadi bikin mereka susah banget buat ditemuin. Bisa juga karena dosen yang susah ini bikin menghambat tesis cepet selesai. Yaa sama aja lah kayak pas ngerjain skripsi, dosennya macem-macem, mahasiswanya juga macem-macem. Tapi yang pasti kita harus berjuang semaksimal mungkin, harus muka badak alias nggak punya malu tiap hari nguber-uber dosen. Yang penting juga memanfaatkan setiap waktu luang jangan sampai menunda-nunda. Mudah-mudahan buat yg mau S2 atau yg udah S2 tapi lagi ngerjain tesis bisa tetep semangat ya ^.^
Continue reading Wisuda Pascasarjana UGM

Monday, 10 April 2017

Jalan-jalan ke Taman Balekambang Solo

Tahun 2016 lalu pas liburan natal suamiku dateng ke Jogja buat jengukin sekaligus main di Jogja. Kita berdua juga menyempatkan diri buat ke Solo ke rumah tanteku yang waktu itu baru lahiran anak pertama. Jadilah kita berdua nengokin dedek bayi gemes ke Solo. Kita berangkat agak siang sekitar jam 11 dan baru nyampe rumah tanteku jam setengah 2 siang. Kondisi lalu lintas cukup padet karena libur panjang, jadilah agak lama nyampe Solo. Lucunya  selama perjalanan ke Solo banyak banget orang-orang dipinggir jalan sambil ngadang bus minta mbunyiin klakson haha. Waktu itu emang lagi heboh-hebohnya om telolet om. Dan kita kaget karena sampe seheboh itu ternyata kita liat sendiri banyak orang disepanjang jalan minta telolet πŸ˜…

Jadilah kita nengokin dedek gemes trus si om tanya, habis ini mau kemana? Masa jauh-jauh ke Solo cuma kesini aja. Emang dasar ya si om kompor, niatnya kita nggak mau kemana-mana malah jadi pengen main, padahal kondisi udah sore jam setengah 4. Kitanya juga bingung di Solo tuh mau main kemana, biasa di Jogja banyak tempat wisata 😐. Si om nyaranin ke Tawangmangu, tapi suami nggak mau karena kondisi jalan pasti rame banget, belum lagi besok dia udah harus pulang ke Purwokerto pasti capek banget nanti di jalan. Akhirnya aku tanya, tempat yang deket-deket sini aja mana om? Si om mikir bentar trus nyaranin ke taman bale kambang. Katanya tempatnya bagus, hutan kota gitu banyak pohon-pohon jadi adem nggak panas & banyak hewan-hewan yang dilepas di dalam taman bale kambang kayak rusa misalnya. Yang bener nih om bagus nggak? Om udah pernah kesana belum? tanyaku. Si om dengan innocent dia bilang belum pernah -_- yakali ngerekomendasiin tempat yang katanya bagus tapi belom pernah kesana? Kan kzl, kalo zonk gemana haha.

Sorenya jam 4 kita capcus kesana bermodal google maps (karena nggak tau jalan). Agak bingung sih sama pintu masuknya, karena katanya ada beberapa akses pintu masuk. Kita lewat pintu masuk yang depan jalan dua arah jadi harus puter balik dulu. Sesampainya disana, dari depan agak sepi. Tapi begitu masuk lumayan rame di dalem. Tiket masuknya juga murah, dan pak penjaganya bilang taman cuma buka sampe jam 6 sore aja. 

Lagi-lagi untuk kesekian kalinya ke lokawisata agak kaget ya kesini, agak zonk juga. Pertama, tamanya oke, fasilitas lengkap dan banyak rusa berkeliaran (seneng bgtt liat rusa dimana-mana) tapi kotor banget, nget, nget, nget. Apa mungkin karena hari libur jadi kotor banget begini? I dont know. Yang jelas pihak taman sudah menyediakan tong sampah tapi lagi-lagi pengunjung nyampah dimana-mana. Mereka gelaran tikar dan meninggalkan sampah dimana-mana. Aku menggambarkan kondisi taman waktu itu lebih mirip TPS mungkin 😒. Kedua, banyak kendaraan baik mobil/motor parkir didalam taman. Parkir seenaknya mengganggu keindahan taman. Aku nggak paham apa mungkin konsep taman ini mirip kebon binatang safari yang pengunjungnya bisa jalan-jalan di dalem pake mobil? Atau gemana sih tolong ada yg bisa jelaskan? 


Rusa-rusa dan sampah

Kalo aku baca-baca artikel katanya nggak cuma ada rusa di taman ini tapi juga ada monyet dan angsa tapi waktu itu aku nggak liat.. cuma liat rusa aja. Yaa sebenernya bukan hewan buas juga kan ya, jadi pengunjung nggak harus sampe bawa mobil ke dalem taman? Nanti kalo hewan-hewan disana ketabrak mobil gemana? Katanya juga disana ada fasilitas perahu kayuh, kereta kuda dan mobil-mobilan buat akses pengunjung jalan-jalan di taman ini. Tapi kemaren cuma liat ada kereta aja sih disana. Padahal aku parkir mobil juga diluar taman loh.

Banyak mobil di dalam taman

Ini rusa yg makan sampah plastik

Yang bikin patah hati ada rusa yang makan sampah plastik gara-gara saking banyaknya sampah-sampah di sana 😩 Aku sama suamiku sampe ngejar itu rusa buat ngambil sampah plastik di mulutnya. Sayangnya nggak kekejar karena tiba-tiba dia lari kenceng banget. Padahal udah pelan-pelan kita ngedeketinnya. Taman ini sebenernya bagus, asik buat bersantai bareng keluarga tapi pliss kalian pengunjung jangan pada nyampah dong kalo kesini 😒. Paling kesel emang yang namanya wisata di Indonesia tuh begini, banyak sampah, kotor dan kadang-kadang banyak pungli.. dimintain duit ini itu lah ato parkirnya mahal bgt (tapi nggak semua lokawisata begini ya, banyak juga yg udah bagus). Harapanku semoga taman ini bisa lebih dibenahi lagi agar kondisinya indah dan bersih.

Continue reading Jalan-jalan ke Taman Balekambang Solo

((Review)) Hotel @Hom Semarang

Comeback to hotel review... review hotel yang ketiga aku bakal nge-review hotel @Hom Semarang. Aku sebenernya udah dua kali nginep disini. Pertama dulu pas aku tugas kantor di Semarang dan orang-orang kantor pada diinepin di sini. Kita dapet kamar yang twin bed. Kedua aku nginep disini pas liburan bareng sama keluarga suami, aku pesen kamar yang double bed (iyalah ya sama suami πŸ˜†).
Pemandangan pagi hari dari kamar

Fasilitas hotel ada tv kabel yg channelnya cukup lengkap, minum & pemanas air minum, toileters, sandal hotel, room service (hairdryer, alat solat, makanan dll). Menurutku kamar yang twin bed agak sempit ya tapi waktu pesen yang double bed ukuran kamar cukup lega. Nginep yang kedua kalinya aku dapet kamar dilantai paling atas (lantai 12 kalo nggak salah) dan bisa lihat pemandangan kota Semarang dari atas. Karena kebetulan banget posisi jendela kamarku itu mengarah ke simpang lima. Hotelnya juga bersih, pelayanan ramah. Pertama kesini karena pake atas nama kantor jadi aku dapet harga khusus sekitar 415 ribu dari harga normalnya 450-480 ribu. Kedua kalinya kesini aku pesen pake aplikasi online seharga sekitar 380 ribu. Tepatnya berapa agak lupa yang jelas nggak nyampe 400 ribu. Karena waktu itu aku pesen 3 kamar buat aku sama suami, bapak ibu mertua, adik ipar & saudaraku. Total keseluruhan kamar cuma sejuta lebih dikit.

Sarapan pagi

Menu sarapan di sini juga enak-enak dan lengkap ada prasmanan, pudding, buah potong, jus buah, sereal, infused water, kopi/teh, pastry, roti tawar, sup/bubur/soto. Buat yang mau nongki-nongki, di loby hotel ada kafe-nya Tong Dji dan buka sampe malem (atau malah buka 24 jam nggak tau juga karena nggak tanya hehe). Maapkan aku nggak ambil foto banyak pas nginep disini karena emang nggak kepikiran buat bikin review hotel jadilah cuma ada foto seadanya 😁. Selama dua kali nginep disini nggak pernah ada masalah. Semua pelayanan memuaskan, makanan enak, tempat bersih nyaman, dekat dengan simpang lima dan pusat kota (jalan kaki ke simpang lima cuma 5 menitan). Tadaaa.. aku kasih bintang 5 buat hotel ini πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘
Continue reading ((Review)) Hotel @Hom Semarang

Monday, 3 April 2017

((Review)) Fave Hotel Cilacap

Review hotel yang kedua kali ini adalah Fave Hotel Cilacap. Aku lupa pesennya pake apa, karena yang pesen suamiku. Yang jelas untuk urusan booking hotel kita selalu pake aplikasi online. Harganya sekitar entah 280-an ato 350-an pokoknya range harganya segitu. Aku dan suamiku nginep sekitar bulan Desember 2016 pas ada tanggal merah (lupa tanggal berapa). Sebenernya kita lagi nggak ada acara apapun di Cilacap sih, cuma lagi pengen berduaan aja (maklum penganten agak baru haha). Jadilah kita sengaja nginep di hotel yang lokasinya agak jauh dari Purwokerto. Maksudnya sih biar pas besoknya chek-out bisa mampir sebentar ke pantai. 

Lokasi Fave Hotel ini nggak jauh dari pusat kota Cilacap, dan cukup deket juga ke pantai Teluk Penyu. Hotelnya lumayan gede, parkirnya cukup luas. Luas banget malah menurutku. Depan hotel juga ada mini market jadi kalo butuh apa-apa gampang. Aku dapet kamar dilantai 4 kalo nggak salah :D dan kamarnya paling pojok. Sebenernya aku agak parno sih yang namanya dapet kamar dipojokan tuh tapi beberapa kali pesen hotel malah dapet kamar yang dipojok 😞. Desain kamar standar sih, nuansa-nya pink fanta gitu khasnya hotel Fave. Wallpaper dindingnya gambar pantai teluk penyu πŸ˜† Buka jendela kamar pemandangannya pemukiman sama jalan raya, jadi biasa aja haha.

Kamar hotel

Perlengkapan kamar tersedia minum, toileters (handuk 2 pasang, sikat gigi+odol 2 pasang, shower cap, sabun, shampoo), sandal hotel, room service bisa pinjem hairdryer/mukena/sarung/sajadah. Aku suka banget sama sikat giginya, soalnya bagus gitu bulunya mungil & lembut. Nggak kayak sikat gigi hotel pada umumnya yang warna putih itu kan nggak begitu enak karena bulu sikatnya kaku dan kasar.



Hotel ini juga punya kolam renang rooftop, yang view-nya cukup bagus dan langsung mengarah ke pantai teluk penyu. Kita berdua menyempatkan berenang di pagi hari sekitar jam 6 dan masih sepi di atas. Begitu jam 6.45 udah mulai rame banyak anak-anak pada berenang πŸ˜ƒ



Sarapan pagi di lantai dua dan menu-nya cukup lengkap ada prasmanan, sereal, roti bakar, buah, pudding, bubur, jus buah, teh, kopi. Paling demen kalo sarapan paginya begini (maklum gak mau rugi hihi). Resto nya cukup luas bisa sarapan di outdoor juga. Oya sedikit cerita aku mengalami sesuatu yang agak horor di hotel ini. Tapi menurutku nggak masalah sih sebagai hotel traveller (ceileeeh) malah jadi cerita lucu tersendiri buatku hehe. Jadi cerintanya pas aku udah tidur nih mungkin sekitar jam 1 ato 2 pagi tiba-tiba aku denger ada orang lari-lari kenceng banget di lorong hotel dan nabrak pintu kamarku setelah nabrak aku denger langkah kaki orang jalan tapi anehnya kayak lagi jalan dilantai. Padahal kan lorong hotel itu alasnya karpet empuk bukan lantai. Aku yang lagi tidur pules langsung kebangun dong denger suara keras. Aku kaget kan, melek sebentar trus merem lagi karena tiba-tiba merinding. Suara apaan tuh tengah malem gini?? Masih tersadar meski sambil merem (karena takut melek liat sesuatu yg enggak2) aku ngeraba sebelahku suamiku masih ada nggak disebelah hahah. Tapi akhirnya aku ketiduran lagi walopun masih mikirin yang barusan tadi beneran nggak, salah denger nggak 😁

Besoknya dalam perjalanan pulang aku baru cerita ke suamiku soal yang semalem. Ternyata dia juga denger suara yang semalem itu dan sampe kebangun juga. Nah berarti aku nggak salah denger dong ya? Malah suamiku bilang dia juga takut sih, menebak-nebak itu suara orang apa bukan. Tapi dia nggak berani cerita karena bisa-bisa bikin aku ketakutan πŸ˜€ Overall nginep disini meninggalkan pengalaman yang cukup berkesan buat kita berdua hehe.. Dari skala 1 sampai 5 aku kasih 4.5 bintang buat hotel ini πŸ‘Œ
Continue reading ((Review)) Fave Hotel Cilacap

Diengku yang cantik nan malang

Tanggal 1 januari 2017 pas liburan taun baru aku dan keluarga suamiku pergi berlibur ke Dieng. Karena ceritanya nih bapak ibu mertua sekaligus adik iparku belum pernah kesana,  pas banget karena aku sama suamiku lagi senggang jadilah kita liburan kesana. Sebenernya agak ragu sih ya mau ke Dieng pas liburan taun baru gini takutnya macet rame gitu jalannya. But.. aku inget dulu pas ada festival Dieng Culture aku pernah kesana sama keluargaku dan kondisinya memungkinkan. Maksudnya nggak macet gitu masih bisa dikondisikan lalu lintas disana. 

Berangkatlah kita jam 5 pagi setelah shalat subuh dan sampai Dieng puncak jam 10 pagi. Begitu memasuki kawasan wisata ternyata maceeet bangeet, lalu lintas semrawut. Jalan raya menuju Diengnya sih lancar jaya nggak macet. Bagian yang macet itu cuma di jalan melingkar yang mengelilingi kawasan wisata Dieng.  Yang udah pernah ke Dieng pasti paham maksudku. Nggak ada pengaturan lalu lintas yang menurutku bisa dijadikan solusi seperti misalnya jalan satu arah. Itu kan sebenernya jalan sempit banget, dan di kondisi liburan begini tetep dibikin dua arah yang alhasil mobil mandeg gak bisa bergerak sama sekali.  Belum lagi disepanjang jalan melingkar banyak hotel/homestay yang mereka itu nggak punya lahan parkir. Sedangkan mobil-mobil tamu pada parkir dipinggir jalan, tapi parkirnya ngawur banget bikin macet. Rencana kita mau mampir ke lokasi wisata secara berurutan mulai dari telaga warna, kawah sikidang,  candi arjuna, dan kalo sempet mau ke telaga menjer. Waktu tempuh yang bisa dicapai dalam waktu 5-15 menit jadi 2-3 jam! Niatnya mau berlibur ya malah begini situasinya -_-

Yang bikin aku sedih banget liat lokasi wisata Dieng itu kotor banget sekarang 😭entah karena kondisi habis tahun baru ato mungkin hari-hari biasa juga begini entahlah. Terakhir aku ke Dieng itu November 2014 dan kesini lagi awal 2017. Udah hampir 2 tahun yang lalu ya, tapi banyak banget yang berubah. Menurutku bukan perubahan yang baik pula. November 2014 aku kesana pas weekend buat ke puncak sikunir. Situasi lokawisata waktu itu juga cukup ramai karena pas weekend. Lumayan ramai meski nggak seramai pas taun baru kemaren. Tapi aku ngeliat Dieng yang dulu masih bersih, asri, alami. 

Pertama aku ke telaga warna, agak semrawut gitu pintu masuknya. kondisi toilet kotor dan bau. Entahlah kapan toilet di lokawisata bisa bersih? Selain itu kondisi di telaga warna masih oke sih. Banyak spot baru yang baru aja di eksplorasi kayak bukit pandang. Hanya saja di depan lokawisata sampah berserakan dimana-mana, kotorrrr sekotor kotornya. Tempat parkir juga nggak memadahi. Parkirannya nggak bisa menampung jumlah wisatawan yang membludak di hari-hari tertentu. 

Yang paling bikin patah hati itu di kawah sikidang πŸ’” kondisi disana jadi kumuuuuuuuhhh banget. Aku benci, sebenci-benci-nya liat kawah sikidang dibegituin 😭. Dulu suanana disana masih alami banget. Sekarang? Pertama pintu masuknya nggak jelas disebelah mana, yang dulu jadi pintu masuk sekarang ditutup. Trus aku masuknya nyelip-nyelip gitu lewat kebon?! Ada persewaan motor tril-trilan disekitar kawah. Haloooo.. ini kawah loh, situ tril-trilan disekitar kawah kalo nyemplung gemana??? Belum lagi soal nyemplung ya, kita para pengunjung jadi nggak bisa leluasa berjalan-jalan di area kawah karena mereka yang pada tril-tril-an mengganggu pengunjung yang lagi menikmati suasana kawah. Suara motornya itu juga loh brisik, bikin polusi! Disekitar kawah banyak dipasangin spot-spot foto yang menurutku malah bikin norak. Spot foto yang aku maksud kayak misal ada lambang cinta terus ada tulisan-tulisannya (duh gemana ya ngejelasinya, haha). Itu spot foto nggak cuma satu jumlahnya bahkan sampe puluhan mungkin, nemplok dimana-mana. Yang bikin kaget? itu spot foto berbayar semua, bahkan tikar-tikar yang ditaroh disitu juga bayar. Bayar ke siapa? ya ke yang punya wilayah spot foto itu. Aku mikirnya, setiap warga jadi kayak punya daerah kepemilikan ato wilayah kekuasaan sendiri di kawah sikidang itu. Ini sebenernya kawah sikidang punya sapa sih T.T. Padahal kita kesana pengen foto sama kawahnya yang masih asli alami bukan sama spot-spot foto begituan 😒. Penjual/pedagang-pedagang disana makin banyak, dan mereka berjualan makin deket sama area kawah. Padahal dulunya nggak gitu loh. Bener-bener nggak di tata dengan rapi para pedagang disana. Ibarat baju, kawah sikidang itu baju yang udah compang-camping.. lusuh dan banyak bolong (sedih banget harus bilang gini 😑). Nggak ada kemajuan sama sekali liat Dieng begini. Padahal Dieng itu destinasi wisata yang cukup seksi dan punya festival-nya sendiri. Peminat wisatawan buat berkunjung ke Dieng juga cukup tinggi. Nah kalo kondisi Dieng begitu terus nggak ada penataan dan perbaikan? Jangankan bule, aku juga ogah lah kesana lagi 😒

Tempat wisata terakhir yang aku kunjungin adalah candi Arjuna. Aku seneng liat area candi Arjuna banyak menyediakan tempat sampah disekitarnya. Maksudnya biar pengunjung buang sampah nggak sembarangan. Tapi tetep ya?orang Indonesia kesadaran buang sampahnya masih rendah. Tempat sampah udah disediain yaa masih aja yaa. Kali ini aku kesel sama pengunjungnya bukan sama tempat wisatanya. Kondisi candi lagi di pugar, dan entahlah selesainya kapan. Karena dulu pas 2014 kesini kondisi candi juga lagi dipugar, dan sekarang masih dipugar.

Asli aku kesel banget liburan kesini, kesel dan nyesel juga. Keluarga suamiku bahkan nggak sempet ngeliat gemana alami-nya Dieng dahulu kala. Aku inget banget dulu pertama kali kesana pas jaman SMA. Setelah itu selalu kangen buat balik lagi ke Dieng. Sayang banget juga aku nggak sempet fotoin kondisi disana waktu itu, jujur aja aku ngedumel sepanjang jalan saking keselnya liat Dieng yang sekarang. Nggak cuma aku sih, suamiku ikut ngomel, bapak mertuaku ikut komen-komen liat Dieng yang begitu haha 😞 Sejak pertama sampe taun 2014 mungkin 8 kali udah ada deh kesana. Sekarang, entahlah aku hanya bisa berharap semoga Dieng di tata kembali biar lebih apik, rapi, bersih tanpa menghilangkan kondisi alaminya. Namanya juga wisata alam ya, ecotourism. Kalo situasinya udah nggak alami lagi namanya wisata apa dong?
Continue reading Diengku yang cantik nan malang

Sunday, 26 March 2017

((Review)) Woodpecker Pavilion Demangan Jogja

Semenjak menikah, mendadak aku dan suami jadi hotel hunter. Kita jadi suka banget pergi-pergi buat menjajal banyak hotel.. tapi hotel-hotel low buget ya hihi. Apalagi pas awal menikah aku masih kuliah S2 suamiku sering nengokin aku di Jogja dan kita jadi seneng travelling. Setiap kesini pasti kita selalu nginep di hotel yang berbeda. Kebanyakan hotel yang kita inepin itu di Jogja, beberapa kali di Semarang buat liburan keluarga.. ada juga yang di Purwokerto, Solo dan Cilacap.. mungkin ada sekitar 15-20an hotel yang pernah kita jajaki. Dipikir-pikir sayang ya kalo nggak bikin review-nya :D 

Kebanyakan hotel yang aku kunjungi itu low buget, ada juga yang kostel. Range harganya berkisar antara 150-500ribu. Mungkin pengalamanku jadi penjajah hotel siapa tau bisa berguna buat kalian yang setipe dengan kita mencari hotel low buget yang nyaman hehe. Postingan pertama ini bakal aku mulai dari Woodpecker Pavilion yang lokasinya di Demangan.

Mulai dari lokasi, hotel ini cukup strategis lokasinya.. cuman emang agak masuk-masuk nggak dipinggir jalan raya. Dekat pusat keramaian, banyak kafe, rumah makan, distro di sekitar hotel. Hotel ini letaknya juga deket kampus sanata dharma jadi cukup rame di lingkungan hotel. Bahkan lantai dua hotel ini juga kafe. Karena konsepnya itu hotel dan kafe. Ketika pagi kafenya dipakai buat tempat sarapan tamu hotel. Yang mau nongki di kafenya aja juga bisa tanpa harus menginap. Kafenya nyaman, banyak colokan hahha, wifi kenceng, menu makanan kafe juga beragam.

Interior kamar

Aku dan suami waktu itu chek-in malem dan dapet kamar di lantai paling atas. Aku lupa waktu itu lantai 5 atau 6 gitu. Desain kamarnya anak muda banget, suasananya industrial gitu dan sebagian besar furniturenya adalah kayu. Pas pertama masuk kamarnya agak berdebu gitu sih terutama lantai-lantainya dan banyak paku berserakan di lantai. Kayaknya nggak dibersihin gitu sebelum aku chek-in. Aku sampai minta ke petugas hotel buat ngebersihin kamar dulu karena nggak tahan sama bau debu-nya. So far sih pelayananya cepet, dan nggak ada masalah buat yang lain. Kamar hotelnya juga ada balcon-nya, ketika dibuka bisa liat pemandangan kota Jogja, terutama kalo mau liat amplaz dari kejauhan hahahhaa! Aku paling suka pas pagi hari bisa liat sunrise dari balcon kamar dan itu baguuus bangeeeet! Kita nginep dua malem, selama dua hari itu aku dimanjakan pemandangan sunrise dari kamar hotel πŸ’—



Ngopi sambil menikmati sunrise
Kaca balconya pecah entahlah habis terjadi insiden apa -_-


Waktu itu kita booking via traveloka sekitar 350ribu-an per malam. Fasilitas kamar ada tv kabel, ac, wifi, toileters, air minum, sandal hotel. Yaa fasilitas standar gitu, tapi cukup lengkap kok. Paginya kita sarapan di kafe hotel lantai dua. Nama kafe-nya sky wiz. Suasana kafe nggak jauh beda dengan tema industrial, dan yang penting instagramable banget alias bagus buat foto-foto hehe. Sebenernya nggak cuma kafenya sih, hampir seluruh hotel punya spot foto yang bagus. Buat menu sarapan terbatas ya nggak ada prasmanan. Tapi kita pilih menu, menu yang disediakan ada nasgor, mie goreng, roti bakar, capcay. Minumnya ada teh, capucino sama apa lagi ya aku lupa.. nggak begitu banyak menunya. Awalnya agak kecewa sih karena bukan prasmanan (ngarep) tapi rasa makananya menurutku cukup enak. Yaa mungkin juga karena kafe ya, jadi rasa makanan juga oke.

Di lantai atas juga ada balcon kayak mini kafe gitu dengan pemandangan Jogja di malam hari, waktu itu malem minggu aku nongkrong disitu sama suami. Kita beli cemilan dan makan di balcon hotel. Kalo kafenya pas malem minggu ramee banget jadi kita nggak turun ke kafe. Agak berisik juga sih suara dari kafe dan kedengeran sampe kamar. Tapi itu pas malem minggu doang, malem lain nggak seberisik malming.

Balcon hotel

Keseluruhan sih aku puas nginep disini, dari skala satu sampai lima aku kasih bintang 4 buat hotel ini πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘  Hotel ini cukup recomended buat kalian yang cari penginepan low buget di Jogja.
Continue reading ((Review)) Woodpecker Pavilion Demangan Jogja

Saturday, 25 March 2017

(Review) My Daily Skin Care Routine for Acne

Lanjut dari postingan tentang review vitacid beberapa bulan yang lalu. Sekarang aku mau sharing tentang skin care harian yang rutin aku pake. Tentunya setelah terlepas dari berbagai cream dokter apapun itu ya. Dan sekarang beralih pada produk-produk biasa yang tersedia dipasaran dan dikhususkan untuk kulit berjerawat.

Sekitar lima bulan aku memakai Vitacid kulitku mengalami perubahan yang cukup baik. Produksi jerawat tiba-tiba berhenti. Ya Allah senengnyaaaa :'). Proses selama dua bulan awal memakai Vitacid itu cukup menyakitkan ya karena jerawat mateng nongol tiap hari tanpa henti. Dan sekarang seneng banget karena nggak ada lagi jerawat-jerawat mateng itu. Bahkan jerawat batu yang gede-gede juga mengempes. Masalah nggak berhenti sampai disitu karena bekas jerawatnya ini nggak oke banget. Aku mencoba cari-cari review produk yang merawat sekaligus menghilangkan bekas-bekas jerawat di kulitku ini. Setelah pencarian beberapa hari aku memutuskan untuk lepas dari cream dokter apapun itu dan membeli beberapa produk biasa khusus acne setelah melihat reviewnya yang cukup bagus. Aku juga udah stop pakai Larissa karena nggak cocok dan nggak akan balik lagi pakai produk-produknya. Ini dia produk-produk yang sekarang jadi skin care rutin aku.

1. Hada Labo Shrojyon Ultimate Whitening Lotion


Hada Labo Shrojyon Ultimate Whitening Lotion itu sejenis toner yang dipakai sebelum menggunakan perawatan wajah. Jadi setelah membersihkan wajah dengan facial foam, keringkan, dan pakai hada labo lotion ini. Bentuknya cair, bening nggak berbau. Mirip-mirip SK II ato secret key gitu wujudnya. Cukup tiga tetes aja udah bisa dipakai buat seluruh wajah, caranya tuangkan ke tangan, gosok merata dan usapkan ke seluruh wajah sambil di tepuk. Fungsinya untuk mencerahkan warna kulit, menyamarkan noda hitam, mencegah kulit kusam, menangkal efek radikal bebas, melembabkan dan melembutkan kulit. Sebenernya ada produk hada labo yang khusus kulit berminyak dan menghilangkan sebum di wajah, namanya hada labo gokujyun ultimate moisturizing light lotion. Tapi karena aku lagi fokus menghilangkan noda bekas jerawat, jadilah aku pilih yang ini. Lagipula untuk efek menghilangkan sebum udah tercover sama produknya acnes. Review ku sih ini produk cukup bagus untuk melembabkan, cuman pas dipakai agak lengket gitu dikulit. Yang aku rasain kulit jadi lebih kenyal dan elastis. Cukup membantu melembabkan dan mengurangi kemerahan akibat bekas-bekas jerawat. Karena pas kulitku terlalu kering, bekas jerawatnya merah banget dan mencolok gitu. Tapi untuk mengurangi noda hitam aku belum bisa lihat hasilnya sih. Saranku buat kulit berminyak yang pake produk ini sebaiknya pake bedak yang bisa kasih efek matte dan menyerap sebum. Karena kalo enggak bisa dipastikan kulitmu kayak kilang minyak, bisa lebih berminyak lagi.

2. Acnes Spot Care


Sumpah ini produk recomended pake banget!!! Awalnya aku nggak tahu kalo ternyata acnes punya produk perawatan kulit berjerawat yang cukup lengkap (taunya cuma facial foam-nya doang). Gara-gara iseng mencoba cari produk yang bisa merawat kulit jerawat sekaligus menghilangkan bekas-bekasnya. Nemulah si acnes ini, langsung cari review produknya. Belum menemukan review yang memuaskan sih tentang produk ini, rata-rata baru nyobain dan belum keliatan banget hasilnya. 
Aku beli acnes spot care di superindo harganya sekitar 35.000. Agak susah dicari di toko/swalayan biasa. Kebanyakan ada di swalayan besar kaya superindo, hypermart atau carrefour cukup lengkap sih produk acnesnya. Fungsi dari acnes spot care ini menyamarkan flek hitam dan noda bekas jerawat serta membantu melembutkan kulit kasar. Spot care ini bentuknya gel bening dan dipakai sehari dua sampai tiga kali. Ini dia hasilnya aku udah pakai sekitar tiga bulan dan suka banget sama spot care ini. Di bagian kulit bekas jerawatku kasar pake banget, kalo disentuh mbrenjel-mbrenjel gitu. Setelah pakai ini kulit halus banget jadinya (kayak dulu pas aku masih pake erha, kulitku haluuus bangett). Perlahan tapi pasti noda bekas jerawat memudar. Meski masih ada dan butuh waktu untuk bener-bener hilang. Tapi beneran deh memudar pelan tapi pasti. Biasanya aku pakai pagi sebelum beraktivitas dan malem sampe dibawa tidur. Pemakaian spot care di malam hari aku selang-selingin sama vitacid. Mengingat aku udah gak muncul jerawat lagi, hanya tinggal bekas-bekasnya aja. Dan spot care ini awet banget ya, udah tiga bulan pemakaian masih nyisa lumayan seperempat tube.. padahal aku pake hampir setiap hari.

3. Ances UV Tint


Acnes UV tint ini sejenis sunblock buat melindungi kulit dari panas matahari dengan kandungan SPF 35. Fungsinya sebagai sunblock, merawat kulit berjerawat dan sebagai base makeup. Aku beli di hypermart harganya 34.000. Warna UV tint ini agak beige gitu, tapi setelah dipakai akan nyatu dengan warna kulit wajah. Cukup ringan dipakai, nggak kayak pakai foundation yang berat banget dikulit. Aku pake uv tint setelah memakai spot care sebelumnya. Hasil pemakaiannya matte dikulit nggak menyebabkan berminyak dan cukup melindungi kulitku ini yang sering panasan. Sebagian besar masalah cewek berhijab itu biasanya mbelang ya dibagian kulit yang tertutupi dan tidak tertutupi hijab. Nah pemakaian UV tint ini cukup membantu agar kulit nggak mbelang dan nggak gosong meskipun sering panasan. 

4. Acnes Compact Powder
Awalnya sempet ragu beli compact powder ini karena warnanya itu loh natural beige. Sedangkan selama ini aku selalu pakai bedak transculent yang bening tanpa warna. Takutnya pengaruh gitu bikin jerawat makin parah. Tapi kuputuskan buat beli dengan harapan semoga cocok di kulit :D. Fungsi compact powdernya untuk menghilangkan sebum di wajah, merawat kulit berjerawat dan sebagai pelindung dari sinar matahari. Aku pakai buat finishing setelah pakai hada labo, spot care dan uv tint. Hasilnya? bagus, matte banget dikulit. Cocok pokoknya sama empat kombinasi produk ini di wajah. Nggak ada lagi ceritanya kulit merah-merah karena panasan. Ktika aku coba seharian beraktifitas dari pagi sampe sore, dan cukup mengontrol minyak di kulit wajah (padahal biasanya kalo sore udah kaya kilang minyak ni muka). Yang bikin aku tambah seneng, dulu waktu masih pake larissa kalo pakai bedak pasti banyak area kulit yang kering banget terutama di bagian mulut dan hidung. Efeknya kulit pada ngelupas kyk mbrudul gitu bikin tampilan nggak oke banget. Setelah aku pakai produk acnes hasil akhirnya bener-bener matte tanpa ada bagian kulit yang kering/mengelupas.

5. Acnes Creamy Facial Foam


Dulu sempet pakai acnes creamy facial foam sebelum pakai Erha dan memang cocok di kulit. Beberapa kali coba facial foam khusus jerawat nggak cocok karena setelah pakai kulit jadi kering dan kaku. Efeknya kulit tetep lembut dan elastis nggak ada efek kering dan kaku setelah pakai facial foam ini. Baunya juga nggak menyengat. Kadang kalo nggak pake yang creamy aku pake yang deep pore cleansing, yang ada butiran scrubnya. Hasilnya emang berasa lebih bersih pake varian deep pore cleansing sih.


7. Viva Susu Pembersih dan Penyegar Lemon


Setelah nggak pakai larissa, aku balik lagi ke viva susu pembersih dan penyegar. Ada dua varian untuk kulit berjerawat, lemon dan green tea. Pakai yang mana aja boleh. Nyaman dipakai, nggak menimbulkan iritasi di kulit, dan yang penting harganya murah banget cuma 5 ribuan aja. 


8. Facial Scrub/ Krem Penghalus Wajah Jeruk Sariayu dan Masker tomat bubuk Mustikaratu


Aku pakai ini buat peeling/scrubbing wajah yang dilakukan 1-2x seminggu. Fungsinya buat mengangkat sel-sel kulit mati di wajah. Setelah pemakaian keliatan banget wajah jadi lebih fresh, bersih dan cerah. Katanya sih kalo kulit berjerawat nggak boleh scrubbing karena efeknya bikin tambah parah. Tapi untungnya aku nggak mengalami itu. Sebenernya nggak papa scrubbing asalkan dibagian kulit yang berjerawat jangan digosok terlalu keras, cukup perlahan saja. Nah kalo masker tomatnya ini aku pakai setiap habis scrubbing. Cara penggunaanya gini, wajah di uap dulu pakai air panas (bisa dicampur minyak zaitun/perasan lemon/jeruk nipis) kurang lebih 5-15 menit. Diamkan wajah sebentar, balurkan facial scrub ke seluruh wajah. Biarkan setengah mengering dan gosok kulit perlahan. Bilas dengan facial foam hingga bersih dan dilanjutkan menggunakan masker tomat. 

9. Biokos Deep Cleaning Gel Mask


Biokos Deep Cleaning Gel Mask sebenernya buat usia 30 tahun ke atas dan untuk kulit kering. Fungsinya sih untuk menjadikan kulit kencang, segar dan terlihat muda. Bentuknya gel bening yang bisa dikletek gitu kalo udah kering. Gel mask ini cukup membantu buat ngilangin kotoran di wajah atau komedo-komedo ringan yang ada di wajah (karena gel mask nya menempel cukup kuat). Tapi hasilnya nggak bersih-bersih banget, hanya mengangkat kotoran di wajah yang ringan-ringan. Setelah pakai gel mask ini wajah jadi kenyal halus gitu, recomended lah.

Hasilnya setelah rutin pemakaian kurang lebih selama lima bulan rutin memakai produk-produk di atas kulitku berangsur membaik. Meskipun belum bersih banget wajahku karena banyak bekas jerawat. Kadang kala kalo pas tamu bulanan suka muncul jerawat kecil tapi nggak banyak dan nggak parah. Kulit wajah juga nggak item ataupun kusem, meski nggak seputih ketika aku pake Erha dulu. Yaa.. warna kulit Indonesia lah kuning langsat gitu, haha. Tapi so far aku suka dengan kondisi kulitku sekarang karena lebih manusiawi. Nggak putih banget dan nggak kemerahan juga pas lagi panasan.

Aku mau kasih pencerahan dikit buat kalian (eciee) yang namanya kulit berjerawat itu rentan banget kumat kalo kita kurang bersihin wajah, stress, kurang istirahat, kurang minum air putih atau makan sesuatu yang memicu timbulnya jerawat. Percaya deh kalo jerawatan itu kamu harus tetep bahagia kuncinya.. jangan gampang stress, jangan banyak pikiran, dan jangan kurang tidur biar nggak berefek buruk di kulit. Aku pernah mengalami itu semua dan ampun deh jerawatku nongol semua main keroyokan T.T. Aku juga mau bilang kalo yang namanya menyembuhkan jerawat itu nggak harus ke klinik kecantikan kok. Nggak ke klinik kecantikan pun nggak masalah, kamu hanya perlu menemukan produk yang tepat dan cocok di kamu. Insha Allah, kondisi kulitmu akan berangsur membaik. Tapi kalo memang di rasa perlu karena kondisi jerawat yang sangat parah.. ada baiknya kamu ke dokter spesialis kulit yang bisa membantu menyembuhkan jerawat.

Updated September 2017
Well karena postingan ini udah cukup lama, jadi banyak dari skin care aku yang berubah karena aku cobain produk ini dan itu. Buat tau sekarang aku pake apa aja, bisa klik link di bawah ya (bagian baca juga). Thanks!

Yuk baca juga:
Review the body shop tea tree series
Review la tulipe acne lotion
Review acne pressed powder erha
Review vitacid salep ampuh pengusir jerawat
Continue reading (Review) My Daily Skin Care Routine for Acne

Berapa Nominal Dana Beasiswa Unggulan?

Sebenernya ini topik menarik ya, buat semua orang yang apply beasiswa pasti bertanya-tanya kira-kira bepara nominal beasiswa yang bakal diterima?? Sesuaikah dengan harapan? Apakah bisa mencukupi kebutuhan selama perkuliahan??

Topik tentang jumlah nominal beasiswa juga cukup banyak ditanyakan, banyak yang kepo menanyakan "kakak dapet nominal beasiswanya berapa yaa?" Ehm,, sebenernya aku agak-agak risih sih ya kalo harus menyebutkan nominalnya langsung. Nggak tau juga mungkin ini topik yang sensitif banget buat ditanyakan haha..

Merasa tertarik dengan banyaknya pertanyaan yang menanyakan soal nominal BU yang diterima, akhirnya aku memutuskan buat bikin postingan ini. Tujuannya sih biar nggak ditanyakan berulang-ulang.. karena yang tanya nggak cuma satu dua orang, tapi banyak banget. Dan capek juga kalo harus bolak-balik ngebalesin email buat menjelaskan berapa nominal beasiswa yang diterima.

Tentang berapa nominal beasiswa yang diterima, aku nggak bisa menyebutkan nominal pastinya ya.. Disini aku cuma akan menjelaskan agar kamu sekiranya punya gambaran tentang besaran nominalnya. Hanya saja ketika kita mendaftar BU akan dimintai soal rincian biaya studi, setelah itu tinggal dari pihak BU apakah menyetujui 100% atau tidak pengajuan dana yang kita cantumkan di rincian biaya studi (update terbaru 2017: mahasiswa udah nggak dimintai rincian biaya studi lagi, jadi besarnya perolehan beasiswa sudah dipasrahkan ke pihak BU). Dan ini sudah pasti terjadi kalau besaran nominal yang diterima dari satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya itu berbeda. Begitu juga setiap tahunnya, besar kemungkinan nominal penerima di tahun ini berbeda dengan nominal beasiswa tahun depan. Soal perbedaan ini juga terdapat beberapa kemungkinan:

1. Jumlah anggaran untuk beasiswa unggulan sekaligus jumlah penerima beasiswa.
2. Perbedaan kota tempat kuliah. Misalkan kuliah di Bandung biaya hidupnya lebih tinggi dibandingkan kuliah di Jogja. Maka mahasiswa yang kuliah di Bandung mendapat biaya hidup bulanan lebih besar dibandingkan dengan yang kuliah di Jogja (kok aku nulisnya kayak silogisme ya *abaikan*).
3. Perbedaan jenjang pendidikan juga mempengaruhi besaran nominal beasiswa yang berbeda. Mahasiswa S1, S2, dan S3 akan mendapat nominal yang berbeda-beda.

Dulu sih di website BU jelas tertulis bahwa mahasiswa akan mendapatkan komponen dana beasiswa yang meliputi biaya SPP, biaya hidup, biaya buku, biaya penelitian, biaya wisuda, dan asuransi. Nggak tau juga sih sekarang apa masih tertulis seperti itu atau enggak (update 2017: komponen beasiswa cuma meliputi 3 hal yaitu biaya spp, biaya hidup, biaya buku). Tapi faktanya yang terjadi tidaklah demikian. Rabu tgl 22 Maret 2017 aku baru aja ikut acaranya BU yang diselenggarakan di UGM buat sharing tentang progress kuliah. Disitu pihak BU mengklarifikasi bahwa dana yang dicairkan hanya meliputi tiga komponen saja; biaya SPP, biaya hidup, dan biaya buku. Jadi nggak akan ada dana untuk biaya penelitian, wisuda, dan asuransi (jangan ngarep -_-).

Kemaren juga banyak yang tanya nih, kira-kira kalo apply beasiswa tesis & disertasinya LPDP boleh nggak ya?? Boleh banget, pihak BU tidak melarang. Yang dilarang itu jika kamu apply beasiswa lain dengan komponen yang sama dengan yang diberikan BU. Tapi karena BU tidak menyediakan dana penelitian, kamu bisa apply beasiswa manapun yang menyediakan dana untuk penelitian. 

Berdasarkan pengalamanku sebagai penerima ketika aku menandatangani kontrak, aku dikasih tau sama pihak BU bahwa semua mahasiswa Jogja menerima dana dengan nominal yang sama, yang membedakan hanya biaya SPP nya saja. Semua pukul rata, biaya hidup dan buku semua mahasiswa Jogja disamakan. Misalnya gini, BU menganggarkan biaya hidup & biaya buku untuk mahasiswa Jogja adalah 15 juta per tahun, sedangkan SPP ku 5 juta per semester dan SPP temenku 10 juta per semester. Aku bakal dapet dana beasiswa 50 juta (untuk kuliah 4 semester) dan temenku bakal dapet dana 70 juta. Yang membedakan kenapa temenku dapet dana lebih banyak dari aku hanya karena perbedaan biaya SPP aja. Aku rasa gambaran itu cukup jelas yaa??

Nah selanjutnya apa sih yang dimaksud dengan biaya SPP? biaya SPP adalah biaya kuliahmu dalam kurun waktu 1 semester. SPP akan full dibiayai oleh BU. Sedangkan biaya hidup adalah biaya uang saku untuk hidupmu selama 2 tahun kuliah S2. Untuk biaya hidup dianggarkan per bulan, misalnya BU menganggarkan biaya hidupmu 2 juta selama sebulan, jadi total biaya hidup yang akan kamu terima adalah 2 juta X 24 bulan = 48 juta. Biaya hidup buat apa aja? Bisa buat bayar kosan, makan sehari-hari, transportasi, beli pulsa dan sebagainya. Lalu untuk biaya buku adalah biaya yang bisa digunakan untuk keperluan membeli buku selama kuliah. Biaya buku akan dihitung per tahun, misalnya untuk biaya buku setahun adalah 4 juta, jadi biaya buku selama 2 tahun adalah 8 juta.

Kemudian siapakah yang menentukan besaran biaya hidup dan biaya buku? Tentu saja pihak BU! Meskipun di awal kita telah mengajukan perencanaan biaya kuliah kepada pihak BU, penentu akhirnya tetaplah dari BU. Bisa saja biaya kuliah yang kamu ajukan kepada BU itu sesuai dengan pengajuan, tapi bisa juga tidak sesuai. Aku posthink aja sih BU pasti punya parameter pembiayaan sendiri tergantung dari besaran anggaran.

Terus ada juga nih yang tanya, uang beasiswa dicairkan berapa kali? Nanti total nominal yang bakal kamu dapetin untuk kuliah kemudian akan diatur BU untuk menentukan bagaimana proses pengiriman dana. Karena aku hanya mendapatkan beasiswa selama 1 tahun saja (hanya semester 3 & 4) maka beasiswaku dicairkan 2 tahap. Tahap pertama cair sebulan setelah tanda tangan kontrak, tahap kedua dicairkan setelah aku wisuda. Prosentase pencairan adalah tahap 1 80% sisa 20% dicairkan di tahap 2. Tapi untuk berapa kali-nya pencairan dana beasiswa itu ternyata tiap mahasiswa berbeda-beda. Berdasarkan acara sharing kemaren, beasiswa akan dicairkan tiap semester. Jadi untuk yang dapet beasiswa selama 2 tahun akan dicairkan selama 4 kali. Buat mahasiswa S1 yang dapet beasiswa 4 tahun akan dicairkan selama 8 kali. Berapa persen pembagian pencairannya juga maaf banget aku kurang tau. Aku cuma bisa ngasih gambaran yang terjadi sama aku sendiri. 

Penting untuk diketahui, aku apply BU itu dari semester 1 kuliah S2 dan dinyatakan lolos di semester 3. Pihak BU hanya akan mendanai sejumlah semester tersisa. Jadi semester terdahulu yang sudah lewat tidak akan didanai oleh BU. Dulu soalnya sempet ada rumor yang beredar kalo BU akan memberikan dana beasiswa sesuai dengan batas kewajaran tahun kuliah. Misal S1 selama 4 tahun, S2 selama 2 tahun dan S3 selama 3 tahun. Jadi entah kamu apply di semester berapapun dana yang akan diterima adalah dana dari awal masuk kuliah sampe lulus kuliah, dan ternyata itu cuma kabar bohong. Penting juga buat diketahui kalo BU tidak akan membiayai kuliahmu kalo sampe kamu telat wisuda. Jatahnya hanya mahasiswa S1 selama 4 tahun, S2 selama 2 tahun dan S3 selama 3 tahun. Melebihi tahun itu kamu tidak akan lagi dibiayai oleh BU. Jadi kuncinya jangan males, biar bisa lulus tepat waktu.

Gemana? aku udah cocok ya jadi humasnya BU? :D :D

Semoga penjelasanku cukup mencerahkan ya!
Continue reading Berapa Nominal Dana Beasiswa Unggulan?

Wednesday, 15 March 2017

Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan

Lama banget ya, semenjak terakhir nulis blog tiga bulan yang lalu (terakhir Desember 2016) akhirnya hari ini bisa nulis juga.. setelah drama mengerjakan tesis yang sungguh menyiksa jiwa, raga dan pikiran ini T.T akhirnya punya waktu sebentar buat nulis. Semenjak bulan Januari 2017 (kalo nggak salah) banyak banget pesan yang masuk lewat e-mail ku menanyakan tentang beasiswa unggulan. Entah tak terhitung banyaknya, mungkin sudah berpuluh-puluh pesan yang masuk. Beberapa diantaranya, pas lagi sempet aku balesin.. tapi banyak juga yang aku nggak sempet bales. Mohon maaf banget buat yang belum aku bales, bukannya sombong.. tapi serius aku lagi mumet ngerjain tesis T.T dan sedang ngejar wisuda bulan April tahun ini. Kadangkala yang namanya ngerjain tesis itu bikin mood naik turun, suka sensi nggak jelas, gampang kesel dan marah tanpa sebab. Mungkin penyebabnya juga karena tekanan mengerjakan tesis. Mood ku yang naik turun inilah yang bikin aku agak nggak selera ngebalesin e-mail yang ampuun deh banyak banget.

Dari banyaknya e-mail yang masuk, bisa dibilang sebagian besar pertanyaanya hampir sama. Salah satu topik yang paling banyak ditanyakan adalah tentang proposal rencana studi BU. Mungkin karena sudah dekat pendaftaran Batch 1 tahun ini ya jadi banyak yang tanya soal proposal. Beberapa diantaranya secara terang-terangan minta file proposal rencana studiku yang dipakai buat melamar BU kemaren. Buat permintaan yang satu ini, sorry to say aku nggak akan kasih. Mungkin udah jadi isu umum ya soal plagiarism, aku nggak kenal kepribadian kalian seperti apa.. jadi aku nggak mungkin dengan gampang ngasih file proposalku. Hanya untuk jaga-jaga agar tidak terjadi copas Sebagai gantinya, aku akan kasih gambaran format tentang proposal rencana studi BU yang aku pakai untuk melamar BU kemaren.

Format proposal rencana studi aku buat menjadi empat bagian. Pertama, perencanaan waktu studi yang isinya adalah rencana yang akan aku lakukan selama dua tahun menempuh pendidikan S2. Aku bikin semacam diagram waktu dengan penjelasan spesifik. Misalnya, semester satu dan dua aku menghabiskan teori tanpa mengulang. Semester tiga aku mulai mengerjakan proposal tesis dan di akhir semester tiga mengikuti seminar proposal. Awal semester empat mulai mengerjakan penelitian (terjun ke lapangan mengambil data). Pengerjaan tesispun aku kasih penjelasan akan memakan waktu berapa lama, kapan sidang, kapan yudisium dan kapan target wisuda.

Bagian kedua adalah rencana anggaran biaya studi S2. Anggaran dibuat sejak kamu masuk S2 hingga kamu lulus. Isi dari anggaran biaya studi adalah rincian biaya pendidikan (biaya UKT, biaya buku, biaya penelitian) dan rincian biaya hidup (biaya kost, biaya transport, biaya makan). Semuanya kemudian dijumlah dan itulah perkiraan anggaranmu untuk biaya studi selama S2.

Bagian ketiga adalah rencana studi. Isi rencana studi adalah berkaitan dengan alasan melanjutkan studi di jurusan yang aku pilih, harapan yang diinginkan dengan melanjutkan studi S2, dan rencana yang akan dilakukan setelah menyelesaikan studi S2. Kalau soal ini tanyakan sendiri ke hati nuranimu ya hehe, kenapa pengen lanjut S2 dan buat apa.

Bagian keempat adalah rencana topik penelitian/tesis. Isi dari bagian ini adalah tema penelitian dan gambaran umum penelitian. Sedikit tips dari aku ya, nggak usah panik soal menulis rencana topik penelitian. Karena nantinya itu apa yang kita tuliskan di rencana biasanya berbeda dengan apa yang kita tulis buat tesis beneran. Menulis tesis itu adalah sebuah proses pemikiran yang panjang, kamu akan melalui banyak seleksi dari hasil belajarmu, diskusi dengan dosen, serta masukan dari teman-teman. Jadi tulis aja dibagian ini tentang topik apa yang menurutmu menarik dan kamu tertarik untuk menelitinya. Apa yang aku tulis di rencana tesis itu beda sama tesis-ku yang beneran sekarang, tapi masih dalam lingkup atau kajian topik yang sama. Waktu itu aku nulis tentang khalayak media baru, karena aku tertarik dgn topik tersebut. Dan sekarang tesisku topiknya masih sama tentang khalayak media baru hanya saja fokus dan subjek penelitiannya berbeda dengan rencana penelitian yang aku tulis dulu.

Sekedar info, sepertinya BU sudah memberikan format penulisan proposal rencana studi di Juknisnya (juknis bisa download di website resmi BU). Jika tidak ada, kamu bisa googling untuk lihat contoh-contoh penulisan proposal beasiswa. Biasanya itu, formatnya nggak jauh-jauh beda antara satu beasiswa dengan beasiswa lain. Intinya hampir sama, yang penting proposalmu iu cukup serius dan meyakinkan. Saran dariku, tulislah proposal rencana studi dengan orisinal dan jujur. Menulislah seolah-olah proposal tersebut sangat menggambarkan dirimu. Mungkin bisa dijadikan tambahan untuk menulis proposal adalah, alasan mengapa kamu pantas menerima beasiswa unggulan. Semoga tulisanku ini bisa memberikan cukup gambaran untuk kamu menyusun proposal ya.

Selamat berjuang!

>> Update 25 Juli 2017
Hai... hai aku merasa perlu update postingan ini karena jujur banyak banget yg minta dikirimin file format proposal ke email. Mohon maaf buat yang minta aku gak berkenan buat ngasih. Dipostingan ini aku rasa udah cukup menjabarkan jadi kalian bisa punya sedikit gambaran untuk bikin proposalnya. Kalo setelah update ini masih ada yg komen minta format proposal? Hehe,, maaf tetep nggak bisa aku kasih ya. Dan entahlah para milenial ini mungkin, males baca, males cari tau sendiri, males rempong? Aku yakin kalo kalian udah mengunjungi website resmi BU nggak bakal ada cerita minta-minta format proposal karena semua ketentuan dan keterangan udah disertakan dalam websitenya. Btw tentang format proposal, kalian wajib dan harus baca postinganku yg ini atau kalian bisa klik link di bawah dgn judul "persyaratan untuk melamar beasiswa unggulan" disitu ada informasi penting dan update terbaru tentang syarat ngelamar BU, sekaligus aku menyinggung sedikit tentang format proposal BU terbaru.

Baca Juga:
Berburu Beasiswa Unggulan untuk Mahasiswa On Going
Berapa Besar Nominal Dana Beasiswa Unggulan?
Persyaratan untuk melamar beasiswa unggulan
Continue reading Proposal Rencana Studi Beasiswa Unggulan